
# Umrah Perdana Berangkat 23 Desember, Kemenag Matangkan Teknis Karantina Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) secara resmi mematangkan skema teknis operasional jelang pemberangkatan umrah...
Umrah Perdana Berangkat 23 Desember, Kemenag Matangkan Teknis Karantina
Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) secara resmi mematangkan skema teknis operasional jelang pemberangkatan umrah perdana pada 23 Desember 2021. Keberangkatan gelombang awal ini difokuskan sebagai uji coba sistem satu pintu (*One Gate Policy*) yang melibatkan para pimpinan travel umrah berizin resmi sebelum koridor ibadah dibuka secara luas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
1. Keberangkatan 23 Desember diprioritaskan bagi pimpinan PPIU guna menguji alur protokol kesehatan, integrasi sistem visa, dan kesiapan akomodasi di Tanah Suci.
2. Skema karantina dibagi dua: karantina institusional di Arab Saudi (berdasarkan status dan jenis vaksin) serta karantina kepulangan di Indonesia sesuai regulasi Satgas COVID-19.
3. Kebijakan *One Gate Policy* mewajibkan pemusatan skrining kesehatan, tes PCR, dan verifikasi dokumen di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta sebelum jadwal terbang.
Fokus Uji Coba: One Gate Policy dan Evaluasi Lapangan
Keberangkatan kloter perdana ini bukan sekadar perjalanan ibadah rutin, melainkan tolok ukur kesiapan operasional Indonesia di mata Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin, menegaskan bahwa koordinasi intensif terus berjalan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, maskapai penerbangan, dan asosiasi umrah (seperti Amphuri, Himpuh, Asphurindo, dan Kesthuri). Keberangkatan tim aju (*advance team*) yang terdiri dari para pimpinan travel bertujuan untuk:
- 1.Memetakan Alur Pergerakan Jamaah: Mulai dari kedatangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah atau Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah, proses imigrasi, hingga penjemputan bus resmi.
- 2.Validasi Aplikasi Digital: Menguji sinkronisasi aplikasi SatuSehat/PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakkalna dan Nusuk (Eatmarna) yang berlaku di Arab Saudi untuk penerbitan tasreh (izin masuk) Raudhah dan tawaf.
- 3.Pengecekan Hotel dan Katering: Memastikan hotel-hotel di Makkah dan Madinah mematuhi batas kapasitas kamar dan standar sanitasi yang ditetapkan otoritas setempat.
Ketentuan Karantina dan Vaksinasi
Persiapan paling krusial terletak pada kepatuhan protokol karantina. Kemenag merumuskan teknis karantina dengan mempertimbangkan regulasi kedua negara.
- Kategori Jamaah: Vaksin Utama Saudi; Ketentuan Vaksin: 2 Dosis (Pfizer, AstraZeneca, Moderna, J&J); Aturan Karantina di Saudi: Tanpa karantina tiba; langsung menuju hotel dan ibadah sesuai jadwal
- Kategori Jamaah: Vaksin Rekomendasi WHO; Ketentuan Vaksin: 2 Dosis Sinovac / Sinopharm (+ Booster); Aturan Karantina di Saudi: Karantina institusional 3 hari di hotel yang ditunjuk (jika belum booster resmi)
- Kategori Jamaah: Penyintas / Dosis Belum Lengkap; Ketentuan Vaksin: Dosis belum memenuhi standar; Aturan Karantina di Saudi: Wajib karantina mandiri/institusional 5 hari + 2x tes PCR
Selain aturan di Arab Saudi, jamaah juga wajib mengikuti aturan kepulangan ke tanah air. Satgas Penanganan COVID-19 menetapkan masa karantina di hotel bersertifikat CHSE setibanya di Bandara Soekarno-Hatta dengan pembiayaan mandiri yang sudah masuk dalam rincian paket umrah masing-masing biro perjalanan.
Prosedur Keberangkatan Melalui Asrama Haji
Untuk memastikan tidak ada kasus penularan yang terbawa ke Arab Saudi, Kemenag memberlakukan skrining terpusat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, dengan alur sebagai berikut:
- 1.H-1 Keberangkatan: Seluruh peserta kloter masuk asrama haji, menjalani pemeriksaan berkas fisik (paspor, visa umrah, sertifikat vaksin internasional), dan tes PCR resmi dari laboratorium yang terhubung dengan Kemenkes.
- 2.Karantina Singkat Pra-Terbang: Jamaah beristirahat di kamar isolasi asrama sambil menunggu hasil PCR keluar.
- 3.Pelepasan Menuju Bandara: Jamaah yang dinyatakan negatif diantar menggunakan bus steril langsung menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta tanpa kontak fisik dengan pihak luar/keluarga.
Langkah preventif ini diambil demi menjaga reputasi Indonesia sehingga kuota penerbangan reguler untuk jamaah umum dapat dibuka bertahap pada awal tahun berikutnya tanpa hambatan diplomatik.
Tanya Jawab Seputar Keberangkatan Umrah (FAQ)
1. Mengapa keberangkatan 23 Desember ini diprioritaskan untuk pimpinan travel/PPIU?
Pimpinan travel diberangkatkan terlebih dahulu agar mereka melihat, merasakan, dan mengevaluasi langsung kendala teknis di lapangan. Dengan demikian, ketika jamaah umum diberangkatkan, pihak biro perjalanan sudah memiliki mitigasi risiko yang matang mengenai regulasi karantina, bus, hingga sistem booking sholat di Masjidil Haram.
2. Apakah biaya karantina sudah termasuk ke dalam harga paket umrah?
Ya, seluruh komponen karantina—baik karantina di Arab Saudi (jika terkena kewajiban karantina) maupun karantina kepulangan di hotel Jakarta—wajib dimasukkan secara transparan ke dalam komponen rincian biaya paket oleh pihak travel umrah agar tidak terjadi pungutan tambahan di tengah perjalanan.
3. Ke mana calon jamaah bisa berkonsultasi mengenai kepastian jadwal keberangkatan berikutnya?
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



