Artikel29 August 20261 Menit Baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis resmi, serta pendaftaran paket melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi yang terintegrasi dengan sistem portal visa Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Poin Penting Visa Umroh 2026:

  • Masa berlaku paspor wajib tersisa minimal 6 bulan sejak tanggal rencana keberangkatan dengan susunan nama minimal dua suku kata.
  • Seluruh pengajuan visa reguler kini wajib terikat dengan BRN (*Booking Reference Number*) hotel dan transportasi resmi di platform portal Nusuk Masar.
  • Masa tinggal (*stay validitiy*) visa Umroh berlaku maksimal 90 hari kalender, terhitung sejak stempel kedatangan pertama di gerbang imigrasi Arab Saudi.

Apa Itu Visa Umroh?

Visa Umroh adalah dokumen izin resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi untuk warga negara asing yang berniat menjalankan ibadah Umroh sekaligus berziarah ke dua kota suci, Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.

Pada musim ibadah tahun 2026, integrasi sistem digital melalui ekosistem platform Nusuk kian diperketat. Penerbitan e-Visa (visa elektronik) tidak lagi sekadar izin melintas batas, melainkan langsung tertaut dengan izin resmi ibadah (*tasreh*) Umroh dan ziarah Raudhah, asuransi kesehatan komprehensif, serta data manifest akomodasi jamaah selama berada di Tanah Suci.

Rincian Dokumen Syarat Visa Umroh 2026

Pengajuan visa Umroh harus melalui biro travel berizin resmi (PPIU). Pihak travel akan memasukkan data jamaah ke sistem portal Muassasah Arab Saudi. Dokumen yang wajib diserahkan oleh calon jamaah meliputi:

1. Paspor Asli dan Salinan Digital

  • Paspor berstatus aktif dengan masa berlaku minimal 6 bulan saat hari keberangkatan.
  • Jumlah suku kata nama pada paspor disarankan minimal 2 (dua) kata (contoh: *Muhammad Rizki*), sesuai ketentuan sistem pemesanan tiket penerbangan internasional dan sistem permohonan visa Saudi.
  • Tersedia minimal 2 halaman kosong berdampingan untuk keperluan stempel imigrasi.

2. Pasfoto Terbaru Khusus Visa Umroh

  • Ukuran foto 4x6 cm sebanyak 2 lembar (serta file digital beresolusi tinggi).
  • Latar belakang berwarna putih polos (*white background*).
  • Komposisi wajah mencapai 80% dari bingkai foto.
  • Bagi jamaah wanita, wajib mengenakan jilbab selain warna putih (disarankan warna gelap atau kontras).
  • Jamaah tidak diperkenankan memakai kacamata, penutup kepala non-agama (topi), pakaian dinas, atau seragam saat pengambilan foto.

3. Buku Kuning / Sertifikat Vaksin Meningitis (ICV)

Pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tetap mewajibkan suntik vaksin Meningitis Meningokokus bagi seluruh pelancong dengan visa ibadah. Bukti vaksinasi wajib tercatat di aplikasi SATUSEHAT atau memiliki dokumen International Certificate of Vaccination (ICV) resmi dengan barcode aktif minimal 14 hari sebelum jadwal penerbangan.

4. Dokumen Kependudukan

  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
  • Salinan Kartu Keluarga (KK).
  • Salinan Buku Nikah bagi pasangan suami-istri yang berangkat bersama.
  • Salinan Akta Kelahiran bagi jamaah anak-anak (di bawah usia 17 tahun).

Ketentuan Teknis dan Aturan Baru 2026

Selain dokumen fisik di atas, sistem imigrasi Arab Saudi menerapkan ketentuan terpadu untuk musim 2026 yang wajib dipatuhi:

Komponen PersyaratanKetentuan OperasionalKeterangan Sistem
Masa Berlaku Izin TinggalMaksimal 90 hariDihitung dari tanggal kedatangan (*entry stamp*), bukan tanggal penerbitan visa.
Batas Akhir Musim MasukDitutup pertengahan SyawalMenjelang puncak musim Haji, pintu kedatangan visa Umroh ditutup serentak.
Jalur Masuk BandaraSeluruh Bandara Internasional SaudiBebas masuk via Jeddah (JED), Madinah (MED), Riyadh (RUH), atau Dammam (DMM).
Kewajiban AsuransiWajib tertaut otomatisBiaya premi sudah melekat langsung saat e-Visa dicetak oleh sistem kementerian.
Reservasi TasrehAplikasi NusukIzin Umroh dan jadwal Raudhah harus dipesan melalui slot akun resmi.

Kebijakan Mahram untuk Jamaah Wanita

Pemerintah Arab Saudi telah menghapus kewajiban mahram pendamping bagi jamaah wanita usia berapapun. Jamaah perempuan dapat mengajukan visa dan berangkat tanpa didampingi suami atau wali laki-laki, asalkan terdaftar dalam rombongan PPIU resmi atau memiliki konfirmasi perjalanan yang jelas demi keselamatan di lapangan.

Alur Pengajuan Visa Umroh Melalui PPIU

Agar proses penerbitan visa berjalan tanpa kendala penolakan sistem, berikut tahapan standar operasional yang berjalan:

  1. 1.Pendaftaran dan Verifikasi Dokumen: Jamaah menyerahkan data diri dan dokumen paspor ke pihak biro travel berizin resmi (PPIU).
  2. 2.Pemesanan Paket Berbasis Sistem: Biro travel mengunci reservasi tiket pesawat PP, booking hotel berkode BRN, dan transportasi darat lokal di Arab Saudi via portal Nusuk Masar.
  3. 3.Penerbitan Asuransi dan MOFA: Pihak Muassasah Saudi memproses *Ministry of Foreign Affairs* (MOFA) setelah seluruh data akomodasi terkonfirmasi valid.
  4. 4.Cetak e-Visa: Begitu MOFA diterbitkan dan biaya visa terlunasi, lembar e-Visa Umroh resmi terbit dalam format digital (PDF) lengkap dengan QR Code validasi keimigrasian.
  5. 5.Aktivasi Aplikasi Nusuk: Setelah visa keluar, nomor visa digunakan untuk mendaftarkan akun di aplikasi Nusuk guna menentukan jadwal ibadah di Raudhah Nabawi.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Tanya Jawab (FAQ) Visa Umroh 2026

Berapa lama proses penerbitan e-Visa Umroh dari sistem Saudi? Jika seluruh data tiket, hotel, dan asuransi sudah berstatus *confirmed* di sistem portal Masar, penerbitan e-Visa Umroh berlangsung relatif cepat, rata-rata berkisar antara 1 hingga 3 hari kerja di luar periode libur resmi Kerajaan Arab Saudi. Apakah pemegang visa Umroh boleh keluar masuk kota selain Makkah dan Madinah? Boleh. Regulasi Arab Saudi mengizinkan pemegang visa Umroh untuk bepergian ke seluruh wilayah dan kota di Arab Saudi (seperti Jeddah, Riyadh, Taif, Al-Ula) selama masa berlaku izin tinggal visa masih aktif dan tidak melewati batas waktu kepulangan. Apakah visa Umroh bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah Haji? Tidak bisa. Ibadah Haji memiliki kuota dan visa khusus (Visa Haji Reguler, Haji Khusus, atau Visa Mujamalah/Furoda). Arab Saudi menerapkan razia ketat serta sanksi denda finansial dan deportasi dengan larangan masuk (*blacklist*) hingga 10 tahun bagi siapa pun yang berupaya tinggal di Makkah memakai visa Umroh saat musim ibadah Haji dimulai.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan