Artikel15 May 20242 Menit Baca

Tak Perlu Pakai Aplikasi Nusuk, Masuk Raudhah Kini Bisa Dengan Tasreh

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Tak Perlu Pakai Aplikasi Nusuk, Masuk Raudhah Kini Bisa Dengan Tasreh - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Tak Perlu Pakai Aplikasi Nusuk, Masuk Raudhah Kini Bisa Dengan Tasreh Bagi jamaah haji reguler maupun jamaah umroh grup Indonesia, keterbatasan kuota dan kendala teknis saat memesan slot masuk...

Tak Perlu Pakai Aplikasi Nusuk, Masuk Raudhah Kini Bisa Dengan Tasreh

Bagi jamaah haji reguler maupun jamaah umroh grup Indonesia, keterbatasan kuota dan kendala teknis saat memesan slot masuk Raudhah lewat aplikasi Nusuk sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa jamaah haji Indonesia tidak diwajibkan mendaftar secara mandiri melalui aplikasi Nusuk. Pemerintah menyediakan fasilitas penerbitan izin resmi kolektif atau surat tasreh (tasrih) resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi agar seluruh jamaah dapat berziarah ke Raudhah secara tertib dan terorganisasi.

Poin Penting

1. Pendaftaran Kolektif: Jamaah haji asal Indonesia difasilitasi penuh melalui surat tasreh resmi dari Kantor Daker Madinah tanpa wajib berburu kuota di aplikasi Nusuk secara mandiri.

2. Jadwal Terkoordinasi: Tasreh diproses bertahap, umumnya diterbitkan setelah jamaah berada minimal 3 hari di Madinah, dengan pembagian dokumen terpisah antara kelompok laki-laki dan perempuan.

3. Disiplin Waktu: Jamaah wajib berkumpul di titik kumpul pintu masuk Raudhah sekurang-kurangnya 30 menit sebelum jadwal resmi bersama petugas sektor khusus Nabawi.

Memahami Fungsi Tasreh Kolektif vs Aplikasi Nusuk

Sejak Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci memperketat protokol kunjungan ke makam Rasulullah SAW dan area Raudhah (taman surga di dalam Masjid Nabawi), izin resmi menjadi syarat mutlak pemeriksaan keamanan.

Aplikasi Nusuk pada dasarnya ditujukan untuk jamaah mandiri (perorangan) atau individu yang ingin mengecek ketersediaan waktu luang. Namun, kendala jaringan seluler, keterbatasan bahasa, serta rebutan kuota yang habis dalam hitungan detik kerap menyulitkan para jamaah, terutama kalangan lanjut usia (lansia).

Surat tasreh hadir sebagai solusi jalur resmi institusional. Dokumen ini merupakan surat izin kolektif yang diajukan langsung oleh pihak Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) berizin resmi kepada otoritas Arab Saudi. Dokumen fisik ini memuat daftar nama lengkap jamaah, nomor paspor, nomor visa, serta stempel validasi resmi guna mencegah pemalsuan identitas di pintu pemeriksaan keamanan (Asy-Syurthah).

Mekanisme dan Alur Masuk Raudhah dengan Tasreh

Berdasarkan penjelasan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH Daker Madinah, penerbitan surat tasreh dirancang dengan sistematis agar pergerakan ribuan jamaah di pelataran Masjid Nabawi tidak menumpuk:

1. Pembagian Berdasarkan Kloter dan Gender

Dalam satu kelompok terbang (kloter) atau grup keberangkatan, sistem menerbitkan dua lembar tasreh terpisah:

  • Tasreh Khusus Jamaah Laki-laki: Jalur masuk diarahkan melalui Pintu As-Salam atau Pintu Bab Ali (tergantung instruksi penjaga masjid).
  • Tasreh Khusus Jamaah Perempuan: Jalur masuk diarahkan melalui Pintu 37 (Bab Utsman) atau pelataran sektor timur laut.

2. Penetapan Waktu Kunjungan (Slot Ziarah)

Izin masuk Raudhah tidak langsung diberikan pada hari pertama kedatangan. Jamaah biasanya dijadwalkan masuk Raudhah setelah berada minimal tiga hari di Madinah. Waktu tunggu ini digunakan oleh Daker Madinah untuk memverifikasi data manifest penerbangan ke dalam sistem pangkalan data otoritas Saudi.

3. Distribusi Jadwal ke Jamaah

Setelah lembar tasreh resmi distempel, dokumen diteruskan ke Kepala Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Petugas Seksus mengabarkan jadwal pasti jam, tanggal, dan pintu masuk kepada ketua kloter atau pemandu ibadah (muthawif) masing-masing rombongan.

  1. 1.Alur Distribusi Tasreh:
  2. 2.Pengajuan Daker Madinah
  3. 3.Verifikasi Muassasah/Kementerian Saudi
  4. 4.Penerbitan Tasreh Berstempel
  5. 5.Distribusi ke Sektor Khusus Nabawi
  6. 6.Koordinasi Petugas Kloter
  7. 7.Jamaah Masuk Didampingi Petugas

SOP Jamaah Menjelang Jadwal Masuk Raudhah

Pihak keamanan Masjid Nabawi sangat ketat mengenai ketepatan waktu. Keterlambatan satu rombongan dapat membatalkan izin masuk seluruh kelompok yang tertera di lembar tasreh tersebut.

Berikut panduan praktis yang wajib diperhatikan jamaah:

  • Tiba Lebih Awal di Titik Kumpul: Jamaah wajib tiba di titik kumpul (assembly point) yang telah disepakati paling lambat 30 menit sebelum jadwal tasreh aktif.
  • Membawa Kelengkapan Identitas: Selalu kenakan kalung identitas jamaah, kartu hotel, dan fotokopi paspor atau gelang identitas logam haji.
  • Didampingi Petugas Khusus: Kepala Daker Madinah telah bernegosiasi resmi dengan keamanan Masjid Nabawi sehingga petugas Sektor Khusus mendapatkan dispensasi mendampingi jamaah sampai batas antrean pintu pemeriksaan.
  • Mematuhi Antrean: Masuki area *holding room* (ruang tunggu pelataran) dengan tenang. Jangan berdesakan, saling dorong, atau memisahkan diri dari rombongan kloter.
  • Batasan Barang Bawaan: Dilarang membawa tas ransel besar, payung panjang bertangkai tajam, kamera DSLR, tongsis, makanan berat, atau atribut bendera/spanduk kelompok. Jamaah cukup membawa tas paspor kecil dan sandal yang dimasukkan ke dalam kantong plastik masing-masing.

Tips Memaksimalkan Waktu Beribadah di Raudhah

Waktu yang diberikan oleh pihak keamanan di dalam area Raudhah berkisar antara 10 hingga 20 menit per rombongan karena pergantian arus jamaah internasional yang sangat padat. Agar waktu singkat tersebut tidak terbuang sia-sia:

  1. 1.Rencanakan Niat Sholat: Prioritaskan sholat sunnah tahiyyatul masjid dan sholat sunnah mutlak dua rakaat secara ringkas. Hindari membaca surat-surat panjang yang memakan waktu lama saat antrean di belakang sangat padat.
  2. 2.Fokus Berdoa dan Beristighfar: Tulis daftar doa atau hajat pribadi di secarik kertas kecil sebelum berangkat bila khawatir lupa saat berada di lokasi.
  3. 3.Tertib Mengirimkan Salam: Saat melintasi makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dan Umar bin Khattab RA, sampaikan salam dengan suara lirih dan penuh adab. Jangan berhenti mendadak atau mengambil foto swafoto (*selfie*) yang dapat memicu teguran keras dari Askar (petugas keamanan).

Pertanyaan Seputar Izin Masuk Raudhah (FAQ)

1. Apakah jamaah umroh juga bisa menggunakan fasilitas surat tasreh?

Bisa. Untuk jamaah umroh, pengurusan surat tasreh grup diajukan oleh pihak travel (PPIU) yang bekerja sama dengan pihak Muassasah/penyedia visa di Arab Saudi. Dokumen ini sah dan diakui petugas di pintu masuk Masjid Nabawi sama halnya dengan tasreh haji Kemenag.

2. Apakah jamaah masih boleh mencoba memesan slot sendiri lewat aplikasi Nusuk?

Boleh, selama kuota pada aplikasi tersedia dan akun jamaah sudah terhubung dengan data visa yang aktif. Namun, keberadaan fasilitas tasreh memastikan jamaah memiliki jaminan slot masuk tanpa harus merasa tertekan apabila gagal mendapatkan kuota di aplikasi Nusuk.

3. Bagaimana jika ada jamaah yang terlewat jadwal tasreh kloternya karena sakit?

Jamaah yang berhalangan hadir karena uzur medis akan dicatat oleh pembimbing ibadah kloter. Petugas Sektor Khusus biasanya akan mengupayakan penggabungan nama jamaah tersebut ke dalam kelompok tasreh kloter berikutnya, bergantung pada ketersediaan izin cadangan dari pihak pengelola maktab.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca