Artikel29 November 20242 Menit Baca

Syekh Al-Sudais Ajak Para Peziarah Ikut Jaga Kesucian Masjid

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Syekh Al-Sudais Ajak Para Peziarah Ikut Jaga Kesucian Masjid - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Imam Besar Masjidil Haram sekaligus Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr. Abdul Rahman Al-Sudais, menegaskan pentingnya menjaga adab, ketertiban, dan kemurnian ibadah saat berkunjung ke Masjid Nabawi di...

Imam Besar Masjidil Haram sekaligus Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr. Abdul Rahman Al-Sudais, menegaskan pentingnya menjaga adab, ketertiban, dan kemurnian ibadah saat berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah. Himbauan ini ditujukan langsung kepada seluruh jamaah umroh dan peziarah dari berbagai penjuru dunia agar suasana ibadah di tanah suci tetap khusyuk, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Poin Penting Pesan Syekh Al-Sudais

  1. 1.Kemurnian Niat dan Tauhid: Peziarah wajib menjauhi segala bentuk perbuatan syirik, takhayul, maupun bid'ah saat berziarah ke makam Rasulullah SAW.
  2. 2.Menghidupkan Sunnah dan Shalawat: Kunjungan ke Madinah harus diisi dengan memperbanyak shalawat, memperdalam pemahaman sunnah Nabi, dan menghormati para sahabat.
  3. 3.Disiplin Fisik dan Fasilitas Masjid: Jamaah bertanggung jawab penuh menjaga kebersihan, mematuhi alur pergerakan resmi, serta tidak membuat kegaduhan di dalam area suci.

Intisari Pesan Syekh Al-Sudais di Masjid Nabawi

Dalam ceramah umumnya di Masjid Nabawi, Syekh Al-Sudais menggarisbawahi empat prinsip spiritual utama yang harus dipegang teguh oleh setiap peziarah:

1. Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah SAW

Ziarah ke Madinah bukan sekadar agenda wisata religi, melainkan momen menyambungkan ikatan batin dengan Rasulullah SAW. Beliau mengingatkan bahwa ucapan shalawat dan salam yang disampaikan jamaah memiliki bobot pahala yang besar dan menjadi wujud kecintaan yang nyata kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Menjaga Tauhid dan Menghindari Praktik Menyimpang

Masjid Nabawi adalah simbol ketauhidan yang murni. Syekh Al-Sudais secara tegas memperingatkan jamaah agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, seperti mengusap-usap dinding makam, meminta doa kepada kubur, ataupun meyakini benda-benda tertentu di sekitar masjid membawa berkah magis. Doa dan permohonan hajat hanya boleh ditujukan langsung kepada Allah SWT.

3. Mempelajari dan Mengamalkan Sunnah Nabi

Kehadiran fisik di kota Nabi semestinya memicu semangat untuk mempelajari sejarah perjuangan dakwah beliau. Sunnah Rasulullah SAW harus dijadikan pedoman hidup harian, mulai dari cara beribadah, muamalah, hingga akhlak terhadap sesama manusia.

4. Menghormati Khulafaur Rasyidin dan Sahabat Nabi

Syekh Al-Sudais mengajak umat Islam meneladani keimanan dan keteguhan para sahabat, terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib *radhiyallahu 'anhum*. Penghormatan ini diwujudkan dengan mendoakan kebaikan bagi mereka serta menjauhkan diri dari celaan yang kerap dilontarkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

SOP dan Panduan Praktis Menjaga Kesucian Masjid Nabawi bagi Jamaah Indonesia

Berdasarkan regulasi resmi Otoritas Dua Masjid Suci (*KSA General Authority for the Care of the Two Holy Mosques*) dan pengalaman teknis penanganan jamaah di lapangan, berikut aturan praktis yang wajib ditaati:

AspekAturan Resmi di Masjid NabawiLarangan Tegas
Tasrih Masuk RaudhahWajib reservasi jadwal resmi via aplikasi Nusuk sesuai tanggal dan jam yang tertera.Menerobos antrean, memalsukan barcode izin, atau memaksakan diri masuk tanpa tasrih.
Dokumentasi & GadgetFoto/video sewajarnya untuk dokumentasi pribadi tanpa mengganggu jamaah lain.Menggunakan tongsis (*selfie stick*), tripod, siaran langsung (*live streaming*) berlebihan di depan makam Nabi.
Kebersihan Area ShalatMembuang sampah pada tempatnya, mengembalikan Al-Qur'an ke rak semula, meletakkan sepatu di loker nomor.Membawa makanan berat ke karpet masjid, membuang sisa air zamzam sembarangan.
Ketertiban SuaraMenjaga volume bicara tetap rendah, tidak mengeraskan suara saat berdoa di depan makam.Berteriak-teriak, memimpin doa bersama dengan suara lantang yang mengganggu jamaah lain.

Evaluasi Lapangan: Hal yang Sering Menjadi Catatan Askar

Petugas keamanan (*askar*) di Masjid Nabawi kerap kali menindak jamaah yang melanggar aturan operasional. Tour leader dan muthawwif Samira Travel selalu menekankan kepada jamaah untuk menghindari kesalahan-kesalahan berikut:

  1. 1.Berebut Masuk Tanpa Izin: Memaksakan diri menyusup ke barisan Raudhah saat pergantian rombongan hanya akan berujung pada penahanan oleh askar dan pencoretan data rombongan.
  2. 2.Membentangkan Spanduk atau Bendera: Segala bentuk atribut kelompok, spanduk biro perjalanan, atau bendera komunitas dilarang keras dibentangkan di dalam masjid maupun pelataran.
  3. 3.Mengabaikan Jalur Khusus Ziarah Makam: Bagi jamaah pria yang hendak berziarah ke makam Rasulullah SAW dan kedua sahabat, wajib mengikuti jalur yang telah dipagar dan tidak berhenti terlalu lama agar arus sirkulasi ratusan ribu jamaah tetap mengalir lancar.

Patuhi setiap rambu dan petunjuk dari petugas demi kenyamanan bersama serta menjaga nama baik jamaah Indonesia di mata dunia internasional.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Ziarah Masjid Nabawi

1. Apakah jamaah wanita bisa berziarah langsung ke makam Rasulullah SAW seperti jamaah pria?

Jamaah wanita tidak melalui jalur ziarah makam langsung yang berada di area depan masjid. Kesempatan jamaah wanita untuk berada di dekat makam Rasulullah SAW adalah saat mendapatkan jadwal masuk ke Raudhah (*Raudhah Syarifah*) melalui gerbang khusus wanita (Gate 37 atau Gate 32) sesuai jadwal di aplikasi Nusuk.

2. Apa yang harus dilakukan jika jadwal tasrih Raudhah di Nusuk terlewat karena delay pesawat?

Jika jadwal terlewat akibat kendala teknis penerbangan, koordinasikan langsung dengan tim muthawwif atau tour leader Samira Travel di Madinah. Pihak travel akan membantu pengecekan ketersediaan kuota susulan pada sistem Nusuk atau mengatur penjadwalan ulang melalui pendaftaran akun baru jika kuota memungkinkan.

3. Bolehkah membawa anak kecil ke dalam area Raudhah?

Peraturan terbaru dari otoritas Saudi menetapkan bahwa anak-anak di bawah batas usia tertentu (umumnya di bawah 5 atau 7 tahun, tergantung kebijakan musim) tidak diizinkan masuk ke Raudhah demi alasan keselamatan fisik anak di tengah kepadatan antrean. Pastikan anak didampingi anggota keluarga lain di area luar saat giliran masuk Raudhah tiba.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca