Artikel22 July 20223 Menit Baca

Saudi Syaratkan Booster bagi Jemaah Umrah RI Penerima Sinovac

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Saudi Syaratkan Booster bagi Jemaah Umrah RI Penerima Sinovac - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Pemerintah Arab Saudi secara resmi memberlakukan ketentuan vaksinasi penguat (*booster*) bagi calon jamaah umrah asal Indonesia yang menggunakan vaksin primer Sinovac atau Sinopharm. Kebijakan ini mewajibkan jamaah menerima minimal satu...

Pemerintah Arab Saudi secara resmi memberlakukan ketentuan vaksinasi penguat (*booster*) bagi calon jamaah umrah asal Indonesia yang menggunakan vaksin primer Sinovac atau Sinopharm. Kebijakan ini mewajibkan jamaah menerima minimal satu dosis vaksin tambahan yang telah diakui penuh oleh otoritas kesehatan Kerajaan Arab Saudi sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci diproses.

Poin Penting Regulasi

1. Kewajiban Dosis Penguat: Jamaah dengan vaksin primer lengkap (dosis 1 dan 2) Sinovac atau Sinopharm wajib mendapatkan minimal 1 dosis *booster* (Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson).

2. Integrasi Data Kesehatan: Sertifikat vaksinasi jamaah harus tercatat resmi pada sistem SatuSehat (Kemenkes RI) dan tervalidasi pada platform digital otoritas Saudi (Tawakkalna/Muqeem).

3. Kelancaran Penerbangan Langsung: Pemenuhan standar vaksinasi membebaskan jamaah dari kewajiban transit karantina di negara ketiga dan membuka rute penerbangan langsung (*direct flight*) dari Indonesia ke Jeddah atau Madinah.

Ketentuan Resmi Vaksinasi Umrah Pemerintah Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah bersama Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menetapkan standar ketat terkait verifikasi kesehatan jamaah internasional. Kendati vaksin buatan Tiongkok seperti Sinovac dan Sinopharm telah masuk dalam daftar penggunaan darurat WHO, Saudi menerapkan regulasi lanjutan demi menjaga imunitas populasi di dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Eko Hartono, menegaskan bahwa jamaah yang menggunakan Sinovac tetap diperbolehkan masuk ke Saudi dengan syarat mengantongi suntikan *booster*. Sementara itu, jamaah yang sejak awal menerima dosis primer penuh dari empat vaksin utama (Pfizer, AstraZeneca, Moderna, atau Johnson & Johnson) tidak dibebani kewajiban suntikan penguat tambahan pada fase awal kebijakan ini.

Matriks Kategori Vaksinasi Jamaah Umrah

Berikut adalah rincian status vaksinasi dan tindak lanjut yang wajib dipenuhi jamaah sebelum pengajuan visa umrah:

  • Jenis Vaksin Dosis 1 & 2: Sinovac / Sinopharm; Kewajiban Dosis Tambahan (*Booster*): Wajib minimal 1 dosis; Jenis Vaksin Booster yang Diakui: Pfizer, AstraZeneca, Moderna, Johnson & Johnson; Status Persetujuan Masuk: Disetujui (Bebas Karantina Tambahan)
  • Jenis Vaksin Dosis 1 & 2: Pfizer / Comirnaty; Kewajiban Dosis Tambahan (*Booster*): Tidak wajib (Dianjurkan berkala); Jenis Vaksin Booster yang Diakui: Pfizer, Moderna, AstraZeneca; Status Persetujuan Masuk: Disetujui Langsung
  • Jenis Vaksin Dosis 1 & 2: AstraZeneca; Kewajiban Dosis Tambahan (*Booster*): Tidak wajib (Dianjurkan berkala); Jenis Vaksin Booster yang Diakui: AstraZeneca, Pfizer, Moderna; Status Persetujuan Masuk: Disetujui Langsung
  • Jenis Vaksin Dosis 1 & 2: Moderna; Kewajiban Dosis Tambahan (*Booster*): Tidak wajib (Dianjurkan berkala); Jenis Vaksin Booster yang Diakui: Moderna, Pfizer; Status Persetujuan Masuk: Disetujui Langsung
  • Jenis Vaksin Dosis 1 & 2: Johnson & Johnson; Kewajiban Dosis Tambahan (*Booster*): Tidak wajib (Cukup 1 dosis tunggal); Jenis Vaksin Booster yang Diakui: Pfizer, Moderna, AstraZeneca; Status Persetujuan Masuk: Disetujui Langsung

Sinkronisasi Sistem Digital: Dari SatuSehat ke Tawakkalna

Hambatan administratif paling krusial dalam pemberangkatan jamaah adalah pembacaan data sertifikat digital. Arab Saudi mewajibkan setiap pelaku perjalanan luar negeri meregistrasikan status imunisasi melalui platform Muqeem sebelum jadwal terbang, yang kemudian terhubung ke aplikasi Tawakkalna setibanya di bandara kedatangan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan terus memastikan standarisasi kode QR (*QR code*) sertifikat vaksin Indonesia agar dapat dipindai secara otomatis oleh sistem imigrasi Saudi. Tanpa data yang valid di sistem Tawakkalna, jamaah akan menghadapi kendala verifikasi saat memasuki Masjidil Haram, Masjid Nabawi, maupun Raudhah.

Langkah Praktis Validasi Data Jamaah

Bagi calon jamaah dan pengelola biro perjalanan travel umrah, berikut tahapan teknis yang harus diselesaikan:

  1. 1.Periksa Nama dan Paspor: Pastikan data nama lengkap dan nomor paspor pada sertifikat vaksin nasional persis sama dengan buku paspor asli.
  2. 2.Pengambilan Dosis Penguat: Kunjungi fasilitas kesehatan resmi untuk mendapatkan *booster* minimal 14 hari sebelum tanggal keberangkatan.
  3. 3.Cetak Sertifikat Berstandar Internasional: Unduh sertifikat vaksin berbahasa Inggris dengan kode QR standar WHO melalui aplikasi SatuSehat.
  4. 4.Registrasi Portal Muqeem: Daftarkan data kedatangan jamaah melalui portal resmi Muqeem dalam kurun waktu 72 jam sebelum jadwal lepas landas.
  5. 5.Aktivasi Tawakkalna di Saudi: Pasang aplikasi Tawakkalna pada ponsel pintar jamaah menggunakan paket data lokal Arab Saudi segera setelah mendarat di bandara.

Efisiensi Rute dan Pembukaan Kuota Jamaah Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jamaah umrah terbesar di dunia dengan angka keberangkatan mencapai 1,2 juta jamaah per tahun. Kebijakan sebelumnya yang mewajibkan jamaah transit di negara ketiga—seperti Oman, Dubai, atau Yordania—untuk karantina mandiri selama belasan hari sangat membebani biaya paket umrah serta stamina jamaah.

Dengan dipenuhinya ketentuan vaksin *booster* dan integrasi sistem kesehatan, rute penerbangan langsung (*direct flight*) dari berbagai bandara internasional di Indonesia—seperti Soekarno-Hatta (CGK), Juanda Surabaya (SUB), Kualanamu (KNO), dan Hasanuddin (UPG)—kembali beroperasi normal menuju King Abdulaziz International Airport (JED) di Jeddah dan Prince Mohammad bin Abdulaziz Airport (MED) di Madinah. Hal ini memangkas durasi perjalanan dari berhari-hari menjadi hanya 9 hingga 11 jam penerbangan.

Pihak biro perjalanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) kini dapat merancang paket perjalanan secara terukur, baik untuk durasi 9 hari, 12 hari, maupun 16 hari, tanpa kekhawatiran adanya isolasi karantina setibanya di Tanah Suci.

Konsultasi Perjalanan Umrah Resmi

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Memastikan keabsahan dokumen kesehatan, visa umrah, dan tiket pesawat merupakan hal wajib agar ibadah berjalan tenang. Jamaah disarankan hanya berkonsultasi dengan PPIU resmi yang terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Untuk informasi teknis terkait persyaratan keberangkatan, pembaruan regulasi visa, dan pendaftaran jadwal paket umrah:

  • Telepon / WhatsApp: 0856-0717-9735
  • Email: samiratravelsurabayaterpercaya@gmail.com

Tanya Jawab Seputar Vaksin Umrah (FAQ)

1. Jika saya sudah vaksin Sinovac dua kali, apakah saya bisa langsung terbang tanpa booster?

Tidak bisa. Sistem imigrasi dan maskapai penerbangan mewajibkan jamaah dengan vaksin primer Sinovac atau Sinopharm untuk menyertakan bukti minimal satu kali suntikan *booster* dari jenis vaksin yang disetujui penuh oleh Saudi (Pfizer, AstraZeneca, Moderna, atau Johnson & Johnson).

2. Berapa hari jeda minimal antara suntikan booster dengan hari keberangkatan ke Saudi?

Pemerintah Arab Saudi menetapkan jeda minimal 14 hari sejak dosis *booster* diterima hingga hari keberangkatan. Rentang waktu ini diperlukan agar antibodi terbentuk sempurna dan data digital terekam stabil di pangkalan data Kemenkes.

3. Bagaimana jika jamaah lansia memiliki penyakit komorbid dan tidak bisa menerima booster?

Jamaah yang memiliki indikasi kontra medis terhadap vaksinasi wajib melampirkan surat keterangan resmi dari dokter spesialis di rumah sakit pemerintah dalam bahasa Inggris. Dokumen ini akan diverifikasi secara manual oleh otoritas kesehatan di bandara keberangkatan dan kedatangan. Namun, regulasi Saudi sangat ketat, sehingga disarankan berkonsultasi intensif dengan biro travel sebelum melakukan pelunasan biaya paket.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca