Artikel5 March 20241 Menit Baca

Saudi Luncurkan Visa Pendidikan Bagi Pelajar Internasional Yang Ingin Belajar Di Kerajaan

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Saudi Luncurkan Visa Pendidikan Bagi Pelajar Internasional Yang Ingin Belajar Di Kerajaan - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi meluncurkan inisiatif penerbitan visa pendidikan (Educational Visa) melalui portal terpadu "Study in Saudi". Langkah ini merupakan kerja sama strategis antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian...

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi meluncurkan inisiatif penerbitan visa pendidikan (Educational Visa) melalui portal terpadu "Study in Saudi". Langkah ini merupakan kerja sama strategis antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk mempermudah pelajar internasional menempuh studi formal, riset, maupun pelatihan bahasa di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Arab Saudi.

Bagi calon mahasiswa asal Indonesia, kebijakan ini membuka pintu lebar untuk mengakses pendidikan tinggi berstandar global di Tanah Suci tanpa kendala birokrasi perizinan tinggal yang rumit seperti tahun-tahun sebelumnya.

Poin Penting

• Arab Saudi kini menerbitkan visa pendidikan secara digital melalui portal resmi terpadu *Study in Saudi*.

• Visa ini mencakup program jangka panjang (sarjana, magister, doktoral) serta jangka pendek (kursus bahasa Arab, pelatihan riset).

• Mahasiswa asing pemegang visa pendidikan otomatis memperoleh izin tinggal legal (Iqama studi) dan hak beribadah umroh secara berkala.

Memahami Platform "Study in Saudi" dan Fungsinya

Sebelum sistem ini diluncurkan, pengurusan visa studi ke Arab Saudi memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan verifikasi dokumen manual di Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) di Jakarta. Melalui platform *Study in Saudi*, seluruh proses seleksi akademik dan penerbitan izin masuk diintegrasikan ke dalam satu pintu digital.

Platform ini memuat katalog lengkap universitas negeri dan swasta di Arab Saudi, termasuk King Saud University (Riyadh), King Abdulaziz University (Jeddah), Islamic University of Madinah, hingga Umm Al-Qura University (Makkah). Calon mahasiswa dapat memilih program studi, mengunggah berkas, dan memantau status persetujuan visa langsung dari sistem.

Langkah ini sejalan dengan target Visi Kerajaan 2030 untuk memodernisasi sektor pendidikan dan meningkatkan peringkat universitas Saudi di jajaran top dunia, sekaligus memperluas pertukaran akademik lintas negara.

Kategori Visa Pendidikan yang Disediakan

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membagi visa pendidikan ini ke dalam dua jalur utama:

1. Visa Pendidikan Jangka Panjang

Ditujukan bagi mahasiswa yang diterima pada program gelar sarjana (S1), magister (S2), atau doktoral (S3). Visa ini berlaku selama masa studi berlangsung dan akan dikonversi menjadi *Muqeem/Iqama* khusus pelajar setelah tiba di wilayah Kerajaan.

2. Visa Pendidikan Jangka Pendek

Diperuntukkan bagi pelajar yang mengikuti program pertukaran pelajar, kursus bahasa Arab intensif (Ma'had Lughah), riset kolaboratif, atau magang akademik. Durasi visa ini berkisar antara 1 hingga 12 bulan tergantung program yang diambil.

Perbedaan Visa Pelajar, Visa Ziarah, dan Visa Umroh

Banyak masyarakat di tanah air yang masih menyamakan visa pelajar dengan visa kunjungan lainnya. Berikut perbedaannya secara teknis: Aspek | Visa Pendidikan (Studi) | Visa Umroh Reguler | Visa Ziarah Pribadi/Turis |

:--- | :--- | :--- | :--- |

Tujuan Utama | Pendidikan formal & riset universitas | Ibadah umroh dan ziarah Makkah-Madinah | Kunjungan keluarga, wisata, atau bisnis |

Masa Tinggal | Sesuai kalender akademik (bisa diperpanjang) | Maksimal 90 hari | 30 hingga 90 hari |

Izin Kerja/Magang | Diizinkan magang akademik terbatas | Dilarang keras bekerja | Dilarang keras bekerja |

Akses Ibadah | Bebas keluar-masuk Makkah & Madinah | Sesuai jadwal paket travel | Bebas selama masa berlaku visa aktif |

Syarat Berkas Pengajuan Visa Pendidikan Arab Saudi

Bagi pelajar Indonesia yang ingin memanfaatkan fasilitas visa baru ini, berikut dokumen standar yang wajib disiapkan:

  1. 1.Paspor Asli: Masa berlaku minimal 12 bulan sebelum jadwal keberangkatan.
  2. 2.Surat Penerimaan Resmi (LoA): Surat penerimaan resmi yang diterbitkan oleh universitas di Arab Saudi melalui portal *Study in Saudi*.
  3. 3.Ijazah dan Transkrip Nilai: Sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh penerjemah tersumpah, serta dilegalisasi oleh Kemenkumham, Kemenlu RI, dan Kedutaan Arab Saudi.
  4. 4.Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK): Diterbitkan oleh Mabes Polri dan telah dilegalisasi.
  5. 5.Surat Keterangan Sehat (Medical Check-up): Dari laboratorium atau rumah sakit yang terafiliasi dengan GAMCA/Wafid.
  6. 6.Pas Foto Formal: Latar belakang putih ukuran 4x6.

Keuntungan Ganda: Menuntut Ilmu Sambil Beribadah

Salah satu daya tarik terbesar dari visa pendidikan Arab Saudi bagi warga Indonesia adalah dimensi spiritualnya. Mahasiswa yang berdomisili di Arab Saudi memiliki akses tanpa batas untuk melaksanakan ibadah umroh sepanjang tahun di luar puncak musim haji, serta dapat berziarah ke Masjid Nabawi secara rutin setiap akhir pekan atau libur semester.

Selain itu, sebagian besar universitas negeri di Arab Saudi memberikan beasiswa penuh yang mencakup tiket pesawat pulang-pergi setiap tahun, asrama tempat tinggal, asuransi kesehatan lengkap, dan uang saku bulanan.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Tanya Jawab Seputar Visa Pendidikan Saudi (FAQ)

1. Apakah pemegang visa pendidikan Arab Saudi bisa langsung berhaji?

Secara hukum Kerajaan Arab Saudi, pemegang izin tinggal pelajar (Iqama studi) wajib mendaftar melalui sistem haji domestik (*Hajj Maqami*) jika kuota tersedia. Pelajar tidak diperbolehkan berhaji menggunakan visa pelajar tanpa izin resmi (*Tasreh Haji*).

2. Apakah ada batasan usia untuk mendaftar program sarjana melalui visa ini?

Umumnya, universitas di Arab Saudi mensyaratkan usia maksimal 25 tahun untuk jenjang S1. Namun, untuk jenjang magister (S2), doktoral (S3), dan program kursus bahasa Arab non-gelar, batasan usia jauh lebih longgar, berkisar antara 30 hingga 35 tahun tergantung kebijakan masing-masing fakultas.

3. Berapa biaya penerbitan visa pendidikan ini?

Biaya visa pendidikan yang didapatkan lewat jalur beasiswa pemerintah Arab Saudi biasanya gratis (*fully-funded*), ditanggung penuh oleh universitas penerima. Calon mahasiswa hanya menanggung biaya operasional pribadi di Indonesia, seperti legalisasi dokumen, tes kesehatan Wafid, dan rekam biometrik di Visa Application Center (VFS Tasheel).

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca