Artikel1 August 20233 Menit Baca

Sai, Sebuah Perjalanan Napak Tilas Penuh Makna

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Sai, Sebuah Perjalanan Napak Tilas Penuh Makna - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Sa’i adalah perjalanan yang dilakukan oleh para jemaah Umroh dan Haji dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali bolakbalik. Bukit Shafa dan Marwah memil...

Sa’i adalah perjalanan yang dilakukan oleh para jemaah Umroh dan Haji dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali bolak-balik. Bukit Shafa dan Marwah memiliki keistimewaan yang perlu diketahui oleh umat muslim. Lantas, Bukit Shafa dan Marwah adalah tempat yang bersejarah tentang apa?

Yuk, simak artikel di bawah ini, untuk mengetahui sejarah Bukit Shafa dan Marwah dalam agama Islam!

Kisah Sejarah Sa’i : Siti Hajar, Nabi Ibrahim AS, dan Nabi Ismail AS

Sejarah sa’i tidak lepas dari kisah istri Nabi Ibrahim yang juga ibu dari Nabi Ismail, yaitu Siti Hajar. Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah berawal ketika Siti Hajar berusaha mencari air untuk putranya Ismail yang tengah kehausan.

Ketika itu, Nab Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan istri dan juga anaknya di sebuah gurun yang sangat tandus. Siti Hajar yang merasa bingung dan sedih atas rencana kepergian suaminya pun bertanya “Hendak pergi kemanakah engkau Ibrahim?”.

Mendengar pertanyaan tersebut dari istrinya, Nabi Ibrahim tidak menjawab dan diam saja. Kemudian Siti Hajar menambahkan “Sampai hatikah engkau Ibrahim meniggalkan kami berdua di tempat sunyi dan tandus seperti ini?”.

Ibrahim masih tidak menjawab dan tidak menoleh sama sekali. Kemudian Siti Hajar berkata kembali, “Adakah ini perintah dari Allah SWT?”. Saat itu, Nabi Ibrahim menjawab, “Ya”. Mndengar jawaban tersebut, hati Siti Hajar menjadi lebih tenang. Lalu kemudian Siti Hajar kembali berkata,”Jika memang demikian, pastilah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan nasib kita.”.

Nabi Ibrahim kemudian pergi meninggalkan Siti Hajar dan juga Ismail dengan membekali mereka makanan dan minuman hanya untuk beberapa hari saja. Akan tetapi bekal yang diberikan Ibrahim tersebut lama-kelamaan habis juga. Siti Hajar kemudian berusaha mencari air untuk anaknya.

Dari tempat ia berada, Siti Hajar melihat sebuah bukit, yaitu Bukit Shafa. Ia kemudian bergegas mencari air menuju puncak Bukit Shafa, akan tetapi nihil. Ia tidak menemukan apapun. Kemudian ia bergegas turun ke arah Bukit Marwah, namun nihil juga. Siti Hajar kembali lagi ke Bukit Shafa, dan kembali lagi ke Bukit Marwah. Demikian seterusnya hingga tujuh kali.

Setelah tujuh kali bergegas dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya, dari Bukit Marwah Siti Hajar tidak mendengar suara tangisan anaknya Ismail, Siti Hajar segera bergegas menghampiri anaknya khawatir anaknya sudah tidak selamat karena kehausan, ketika makin dekat yang terdengar suara gemericik air. Ia kemudian menghampiri arah suara tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan pancaran air yang keluar dari dalam tanah di bawah telapak kaki Nabi Ismail.

Kini air tersebut kemudian dinamakan dengan air zamzam. Dan hingga saat ini, air zam-zam tidak pernah surut ataupun kekeringan. Orang-orang Arab yang melintasi kawasan tersebut kemudian memutuskan untuk tinggal dan jadilah saat ini menjadi Kota Mekah yang berkembang.

Di tempat tersebut kemudian dilaksanakan badah haji dan umroh oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dan peristiwa Siti Hajar tersebut kemudian dijadikan dasar ibadah sa’i yang saat ini dilakukan ketika ibadah umroh atau haji.

Makna Sa’i

Secara bahasa, Sa’i memiliki arti berjuang atau berusaha. Namun kemudian, makna sa’i dkembangkan menjadi sebuah perjuangan hidup yang dilakukan untuk pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Sa’i dimaknai sebagai perjuangan hidup yang pantang menyerah dan tidak putus asa. Bahwa hidup harus dijalani dengan penuh kesabaran, ketaqwaan, serta ketawakalan kepada Allah SWT.

Demikianlan Sejarah sa’i di antara Bukit Shafa dan Marwah yang saat ini menjadi salah satu rukun dari ibadah haji dan umroh. Untuk melihat langsung bagaimana Bukit Shafa dan Marwah serta melaksanakan ibadah Sa’i, Anda dapat menghubungi biro travel Umroh dan Haji Samira Travel. Pengalaman Samira travel hingga mendapatkan rekor Muri dengan Memberangkatkan jama’ah terbanyak di masa Pandemi akan membuat perjalanan Anda menuju tanah suci menjadi lebih aman dan nyaman, karena dibimbing langsung oleh pembimbing yang berpengalaman dan bersertifikat, Silahkan hubungi call centre kami untuk lebih lanjutnya.

Call centre : Admin

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Untuk konsultasi pemilihan paket, ketersediaan kursi penerbangan, dan pendaftaran resmi:

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca