Artikel5 September 20191 Menit Baca

Rekam Biometrik Ternyata Sudah Tak Wajib Lagi untuk Terbitkan Visa Umroh dan Haji

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Rekam Biometrik Ternyata Sudah Tak Wajib Lagi untuk Terbitkan Visa Umroh dan Haji - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Rekam Biometrik Ternyata Sudah Tak Wajib Lagi untuk Terbitkan Visa Umroh dan Haji Pemerintah Arab Saudi secara resmi mencabut kewajiban rekam biometrik di Tanah Air sebagai syarat mutlak penerbitan...

Rekam Biometrik Ternyata Sudah Tak Wajib Lagi untuk Terbitkan Visa Umroh dan Haji

Pemerintah Arab Saudi secara resmi mencabut kewajiban rekam biometrik di Tanah Air sebagai syarat mutlak penerbitan visa haji dan umroh. Jamaah kini tidak perlu khawatir visanya terhambat akibat antrean panjang atau kendala teknis di kantor penyedia layanan biometrik sebelum keberangkatan, karena proses perekaman sidik jari dan foto retina dialihkan langsung ke bandara kedatangan di Arab Saudi.

Poin Penting

1. Rekam biometrik di Indonesia resmi menjadi opsi pendukung, bukan syarat wajib keluarnya visa haji maupun umroh.

2. Jamaah yang belum sempat melakukan perekaman di Tanah Air akan diarahkan langsung melalui konter imigrasi Bandara Madinah atau Jeddah saat tiba.

3. Kebijakan ini memotong rantai birokrasi, menghemat waktu dan biaya transportasi daerah, serta mempercepat proses penerbitan visa bagi travel dan jamaah.

Kronologi Pembatalan Wajib Biometrik

Kementerian Agama (Kemenag) RI mengonfirmasi terbitnya Surat Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 perihal pencabutan biometrik sebagai prasyarat visa. Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menginstruksikan bahwa sistem penerbitan visa dapat segera diproses tanpa menunggu konfirmasi sidik jari jamaah melalui operator VFS Tasheel.

Mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nizar, menegaskan bahwa Kemenag telah menerbitkan surat edaran resmi ke seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi di Indonesia.

Sebelum kebijakan ini diterbitkan, keharusan hadir fisik di kantor VFS Tasheel sempat menimbulkan kendala teknis bagi jamaah di pelosok nusantara, terutama daerah kepulauan dan pedalaman yang harus menyeberang pulau hanya untuk perekaman sidik jari selama beberapa menit.

Skema Layanan: Bandara vs Layanan Tanah Air

Berdasarkan regulasi teknis yang disepakati, alur verifikasi biometrik diatur menjadi dua skema praktis:

1. Perekaman di Bandara Kedatangan (Jeddah & Madinah)

Bagi jamaah yang tinggal jauh dari kantor layanan atau memiliki keterbatasan waktu menjelang jadwal keberangkatan, rekam biometrik diproses langsung oleh otoritas imigrasi Saudi saat mendarat di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah atau Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.

2. Fasilitas Rekam Mandiri atau VFS Tasheel (Bagi yang Terjangkau)

Pemerintah tetap membuka kantor layanan di kota-kota besar. Jamaah yang tinggal berdekatan dengan lokasi layanan tetap dipersilakan melakukan perekaman lebih awal. Keuntungannya, saat tiba di bandara Arab Saudi, jamaah yang datanya sudah terekam dapat langsung melewati jalur imigrasi reguler tanpa perlu antre di konter rekam sidik jari bandara.

Dampak Positif Terhadap Penerbitan Dokumen Jamaah

Keputusan pencabutan biometrik sebagai syarat visa menghadirkan solusi konkret terhadap operasional travel dan persiapan jamaah:

  • Aspek Operasional: Syarat Visa; Prosedur Lama (Wajib Biometrik): Menunggu verifikasi lolos biometrik; Prosedur Baru (Fleksibel): Langsung diproses via sistem e-Visa
  • Aspek Operasional: Biaya Tambahan; Prosedur Lama (Wajib Biometrik): Biaya akomodasi/transportasi luar pulau; Prosedur Baru (Fleksibel): Bebas biaya transport lokal tambahan
  • Aspek Operasional: Faktor Keterlambatan; Prosedur Lama (Wajib Biometrik): Risiko gagal terbang jika slot biometrik penuh; Prosedur Baru (Fleksibel): Jadwal keberangkatan lebih terjamin
  • Aspek Operasional: Verifikasi Fisik; Prosedur Lama (Wajib Biometrik): Kantor VFS di kota-kota tertentu; Prosedur Baru (Fleksibel): Konter Imigrasi Bandara Arab Saudi

Pelonggaran ini sangat meringankan jamaah lansia dan kelompok risiko tinggi (risti) yang sebelumnya harus menempuh perjalanan darat berjam-jam hanya untuk verifikasi fisik sebelum jadwal terbang.

Prosedur Praktis Pengurusan Visa Umroh & Haji Saat Ini

Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan dokumen keberangkatan, pastikan kelengkapan berkas administratif diserahkan tepat waktu ke biro perjalanan resmi:

  1. 1.Paspor Asli: Pastikan masa berlaku paspor minimal 6-8 bulan sebelum jadwal kepulangan, dengan nama minimal 2 atau 3 suku kata sesuai regulasi terkini.
  2. 2.Buku Nikah / Akta Kelahiran: Dokumen legalitas hubungan keluarga asli atau fotokopi legalisir (bila diperlukan).
  3. 3.Pasfoto Khusus Umroh: Latar belakang putih dengan fokus wajah 80%.
  4. 4.Sertifikat Vaksinasi: Dokumen vaksin meningitis dan regulasi kesehatan aktif lainnya yang terdaftar di SatuSehat/Kemenkes.

Biro travel akan langsung memproses nomor *mora* (pendaftaran sistem Kemenag) dan memasukkan data manifest ke portal perizinan Kementerian Haji Saudi tanpa hambatan jadwal antrean biometrik.

Tanya Jawab (FAQ)

1. Apakah jamaah yang belum rekam biometrik di Indonesia akan dipersulit di bandara Saudi?

Tidak. Otoritas Imigrasi Arab Saudi telah menyiapkan perangkat rekam biometrik di seluruh pintu masuk (gate kedatangan). Jamaah cukup menyerahkan paspor dan visa fisik, kemudian petugas akan memandu pengambilan sidik jari dan foto retina secara cepat di konter imigrasi.

2. Mengapa sebagian travel masih menyarankan rekam biometrik lewat aplikasi mandiri (seperti Saudi Visa Bio)?

Perekaman mandiri via aplikasi ditujukan untuk mempercepat jalur antrean saat tiba di bandara kedatangan (fasilitas *fast-track*). Namun, jika jamaah mengalami kegagalan sistem pada ponsel (kamera tidak mendeteksi retina/sidik jari), status visa tetap sah dan perekaman otomatis diselesaikan di bandara tujuan.

3. Bagaimana jika data sidik jari jamaah lansia sulit terbaca oleh mesin pemindai bandara?

Petugas imigrasi Saudi memiliki SOP khusus untuk jamaah lansia yang sidik jarinya telah memudar, yakni melalui verifikasi visual foto retina mata atau input manual oleh petugas pengawas (*supervisor counter*), sehingga jamaah tetap dapat keluar bandara dengan aman.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca