
Otoritas Dua Masjid Suci bersama Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi telah merampungkan proyek pemeliharaan berkala fisik Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Pembongkaran pagar pembatas setinggi dua meter yang sebelumnya membatasi...
Otoritas Dua Masjid Suci bersama Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi telah merampungkan proyek pemeliharaan berkala fisik Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah. Pembongkaran pagar pembatas setinggi dua meter yang sebelumnya membatasi akses ke dinding Baitullah dan area Hijir Ismail telah selesai dilakukan, sehingga jamaah umroh kini dapat kembali mendekat, menyentuh dinding rukun Ka'bah, serta berikhtiar mencium Hajar Aswad sesuai sunnah.
1. Akses Fisik Pulih: Pagar pembatas proyek pemeliharaan berkala di sekeliling Ka'bah telah resmi dibuka, membuka kembali akses langsung jamaah ke dinding Ka'bah, Rukun Yamani, dan Hajar Aswad.
2. Cakupan Perawatan: Pemeliharaan mencakup penguatan struktur marmer penopang (Syadzarwan), perbaikan kancing cincin Kiswah, pembersihan talang air emas (Mizab), serta sterilisasi area Hijir Ismail.
3. Protokol Lapangan: Akses ke Hijir Ismail dan area mencium Hajar Aswad tetap berada di bawah pengawasan ketat askar (petugas keamanan) melalui skema antrean satu arah demi menjaga keselamatan fisik jamaah.
Kronologi Pembongkaran Pembatas dan Pembukaan Akses Jamaah
Proyek pemeliharaan intensif yang dimulai sejak awal Desember rampung setelah tim teknis menuntaskan inspeksi struktural terakhir. Pagar partisi berwarna putih dengan ornamen hijau yang menutupi sekeliling Ka’bah diangkat dan dikeluarkan dari pelataran tawaf (*Mataf*) secara bertahap oleh petugas operasional Masjidil Haram.
Seusai salat fardu berjamaah, area lingkar terdalam Ka’bah langsung dibuka untuk umum. Ratusan ribu jamaah yang tengah melaksanakan tawaf langsung mengisi kembali saf terdepan di dekat Multazam. Pembukaan ini menormalkan kembali daya tampung pelataran Mataf di lantai dasar, yang sebelumnya mengalami penyempitan selebar dua hingga tiga meter akibat berdirinya partisi pengaman proyek.
Ruang Lingkup Teknis Pemeliharaan Berkala Ka'bah
Pemeliharaan Baitullah bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan pekerjaan restorasi presisi tinggi yang dikerjakan oleh tim ahli di bawah supervisi Departemen Manajemen Proyek Kementerian Keuangan Saudi. Beberapa fokus pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi:
- 1.Perbaikan Sambungan Marmer Syadzarwan: Penggantian semen khusus dan pengencangan marmer penopang pondasi dasar Ka'bah agar air pembersih tidak merembes ke bawah struktur utama.
- 2.Pengencangan Tali dan Cincin Kiswah: Pengecekan kait kuningan bersepuh emas yang mengunci kain Kiswah ke cincin dasar dinding bawah agar kain penutup tetap kencang dan tidak bergeser saat diterpa angin kencang.
- 3.Restorasi Marmer Hijir Ismail: Pemolesan marmer pembatas semi-melingkar (*al-Hatim*) serta perbaikan instalasi lampu penerangan di area dalam Hijir Ismail.
- 4.Pembersihan dan Pelapisan Perak Hajar Aswad: Penguatan bingkai perak murni yang mengikat batu Hajar Aswad serta pembersihan sisa minyak wangi yang mengendap pada pori-pori batu.
SOP dan Panduan Aman Mencium Hajar Aswad untuk Jamaah Indonesia
Meskipun akses fisik sudah dibuka penuh, situasi di pelataran Mataf sangat padat, terutama pada jam-jam antara salat Asar hingga Isya. Jamaah asal Indonesia diimbau untuk mematuhi kaidah fikih dan keselamatan fisik saat ingin mencium Hajar Aswad.
| Aspek | Anjuran Teknis Lapangan | Hal yang Harus Dihindari |
|---|---|---|
| Hukum Ibadah | Sunnah muakkadah; cukup melambaikan tangan kanan (*istilam*) dan mengucap *Bismillahi Allahu Akbar* jika kondisi berdesakan parah. | Menyakiti atau menyikut jamaah lain demi mengejar amalan sunnah, yang hukumnya berdosa. |
| Waktu Akses Terbaik | Pukul 09.00 – 11.00 pagi (sebelum zuhur) atau pukul 01.30 – 03.00 dini hari (menjelang tahajud). | Tepat setelah salat Magrib atau sesaat sebelum salat Jumat, saat arus masuk jamaah memuncak. |
| Pengamanan Fisik | Bergerak mengikuti aliran arus tawaf dari arah Rukun Yamani, jangan memotong tegak lurus ke arah Hajar Aswad. | Membawa barang bawaan berharga, tas paspor besar, atau lansia ke pusaran antrean Hajar Aswad. |
Langkah Taktis Mendekati Sudut Hajar Aswad:
- Jangan Melawan Arus: Masuklah ke antrean dari sisi kanan dinding Ka'bah secara bertahap setiap kali putaran tawaf mendekati rukun.
- Lepaskan Sandal/Tas: Masukkan seluruh alas kaki dan perlengkapan kecil ke dalam kantong serut yang menempel erat di dada, bukan di punggung.
- Waspadai Askar Penjaga: Petugas keamanan di atas dudukan marmer Hajar Aswad menerapkan durasi maksimal 3–5 detik per jamaah. Segera mundur perlahan ke sisi kiri setelah mencium, jangan bertahan di lokasi karena dorongan massa dari belakang sangat kuat.
- Khusus Jamaah Wanita dan Lansia: Sangat disarankan didampingi oleh muthawif atau mahram pria yang bertugas membuat barikade tangan. Bila kondisi tidak memungkinkan, cukup lakukan *istilam* dari kejauhan tanpa memaksakan diri masuk ke pusaran fisik.
FAQ: Pertanyaan Seputar Akses Ka'bah Pasca-Pemeliharaan
Apakah area Hijir Ismail saat ini dibuka 24 jam untuk umum? Tidak. Otoritas Masjidil Haram menerapkan jadwal buka-tutup berkala untuk Hijir Ismail guna sterilisasi pembersihan dan pemisahan waktu antara jamaah pria dan wanita. Jamaah pria biasanya diberi akses di pagi hari, sedangkan jamaah wanita dijadwalkan pada waktu dhuha atau malam hari melalui pengawasan askar wanita. Apakah menyentuh dinding Ka'bah membatalkan ihram karena terkena parfum Kiswah? Kain Kiswah dan Hajar Aswad rutin diberi wewangian gaharu dan minyak oud berkualitas tinggi. Jamaah yang sedang dalam kondisi berihram (belum bertahallul) harus berhati-hati: jika menyentuh dinding atau mencium batu yang basah oleh minyak wangi pekat hingga aromanya berpindah ke tubuh atau kain ihram, jamaah dapat terkena kewajiban membayar dam fidyah menurut pendapat mayoritas ulama mazhab Syafi'i. Sebaiknya lakukan ziarah sentuh Ka'bah setelah menyelesaikan seluruh rukun umroh dan bertahallul.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



