
# Pedoman Wajib Dipatuhi saat Hendak Menaiki Kereta Cepat Bagi jamaah haji maupun umroh yang berpindah dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya, Kereta Cepat Haramain (*Haramain High Speed Railway* /...
Pedoman Wajib Dipatuhi saat Hendak Menaiki Kereta Cepat
Bagi jamaah haji maupun umroh yang berpindah dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya, Kereta Cepat Haramain (*Haramain High Speed Railway* / HHR) kini menjadi moda transportasi darat paling efisien. Kereta bertenaga listrik ini mampu memangkas waktu tempuh antardua kota suci dari yang sebelumnya memakan waktu 5–6 jam dengan bus reguler menjadi hanya sekitar 2 jam 15 menit dengan kecepatan operasional hingga 300 km/jam.
Namun, efisiensi dan kecanggihan fasilitas ini diimbangi dengan regulasi ketat dari otoritas perkeretaapian Arab Saudi (*Saudi Arabia Railways* / SAR) serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kelalaian kecil dalam mematuhi jadwal atau aturan bagasi dapat berakibat tiket hangus atau jamaah tertinggal rombongan.
Poin Penting
- 1.Disiplin Waktu: Gerbang boarding (*boarding gate*) ditutup tepat 10 hingga 20 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Keterlambatan hitungan detik membuat tiket otomatis hangus.
- 2.Aturan Bagasi Sangat Ketat: Setiap penumpang kelas ekonomi hanya diperkenankan membawa 1 koper utama (maksimal 25 kg) dan 1 tas tangan/ransel kecil (maksimal 7 kg). Koper tidak boleh melebihi dimensi yang ditetapkan.
- 3.Tiket Identitas Resmi: Data nama pada tiket harus persis dengan paspor atau identitas visa. Jamaah wajib duduk sesuai nomor gerbong (*car*) dan nomor kursi (*seat*) yang tertera.
Regulasi Resmi Kementerian Haji dan Umrah untuk Penumpang HHR
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menerbitkan lima pedoman operasional wajib yang harus ditaati setiap penumpang saat memanfaatkan layanan Kereta Cepat Haramain:
- 1.Tiba di Stasiun Jauh Sebelum Jam Keberangkatan
Jamaah diwajibkan tiba di stasiun sekurang-kurangnya 60 hingga 90 menit sebelum jadwal kereta diberangkatkan. Proses pemeriksaan tiket (*security check*) dan pemindaian bagasi memakan waktu cukup panjang, terutama saat musim puncak (*peak season*).
- 1.Pemeriksaan Dokumen Fisik atau Digital
Tunjukkan boarding pass (baik fisik tercetak maupun kode QR di aplikasi resmi HHR) beserta paspor asli kepada petugas sebelum masuk ke ruang tunggu dan peron.
- 1.Menjaga Ketertiban dan Kebersihan Fasilitas
Dilarang meninggalkan sampah, menumpahkan makanan, atau merusak fasilitas gerbong selama perjalanan kereta berkecepatan tinggi ini berlangsung.
- 1.Mematuhi Instruksi Petugas dan Kru Kereta
Selama perjalanan, instruksi keselamatan dari masinis dan kru kabin bersifat mutlak, termasuk saat proses evakuasi darurat atau penataan barang di kompartemen bagasi.
- 1.Duduk Sesuai Kursi yang Tertera di Tiket
Sistem penomoran kursi di Kereta Haramain berlaku baku. Penumpang dilarang bertukar tempat duduk tanpa izin kondektur demi kelancaran manifes penumpang.
Ketentuan Ukuran dan Berat Bagasi (Wajib Diperhatikan Jamaah)
Berbeda dengan bus carter umroh yang memiliki bagasi longgar di lambung kendaraan, Kereta Cepat Haramain memberlakukan aturan bagasi seperti maskapai penerbangan internasional:
| Kategori Bagasi | Jumlah Maksimal | Dimensi Maksimal | Berat Maksimal |
|---|---|---|---|
| Koper Utama (Large Luggage) | 1 koper per penumpang | 65 x 55 x 35 cm | 25 kg |
| Tas Jinjing / Ransel (Hand Luggage) | 1 tas per penumpang | 40 x 30 x 20 cm | 7 kg |
| Air Zamzam | DILARANG dibawa ke dalam kabin kereta secara mandiri tanpa prosedur kargo khusus. |
Jika koper jamaah melebihi berat atau dimensi tersebut, koper harus dikirim secara terpisah melalui jasa kargo darat antarstasiun (*door-to-door luggage service*) yang memakan biaya tambahan dan waktu pengiriman tersendiri.
Profil Rute dan Jalur Strategis Haramain High Speed Railway
Jalur kereta ekspres ini membentang sepanjang 453 kilometer, menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah melalui jalur ganda rel listrik modern. Rute ini juga dilengkapi jalur cabang sepanjang 3,75 kilometer yang langsung terintegrasi dengan Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Terminal 1 Jeddah.
Terdapat lima stasiun megah kelas dunia yang melayani perjalanan kereta ini:
- Stasiun Makkah (Rusaifah): Berjarak sekitar 4–5 kilometer dari Masjidil Haram, menjadi titik keberangkatan utama jamaah haji dan umroh.
- Stasiun Jeddah (Sulaimaniyah): Stasiun transit utama di pusat kota Jeddah.
- Stasiun Bandara Jeddah (KAIA Terminal 1): Memudahkan jamaah yang baru mendarat untuk langsung menuju Madinah atau Makkah tanpa perlu keluar area bandara menggunakan taksi/bus.
- Stasiun King Abdullah Economic City (KAEC) di Rabigh: Kawasan ekonomi strategis di pesisir barat Saudi.
- Stasiun Madinah (Knowledge Economic City): Berjarak sekitar 9 kilometer di timur Masjid Nabawi, dilengkapi armada bus pengumpan dan taksi resmi.
Keandalan sistem transportasi ini terbukti pada musim haji lalu, di mana Kereta Cepat Haramain berhasil mengangkut lebih dari 1,07 juta penumpang lewat lebih dari 3.800 operasional perjalanan, sekaligus mencatatkan keberangkatan armada setiap 15 menit sekali pada hari-hari puncak Dzulhijjah.
Panduan Langkah Demi Langkah Menaiki Kereta Cepat di Stasiun
Agar proses keberangkatan rombongan jamaah berjalan mulus tanpa kendala teknis:
- 1.Pengecekan Tiket Mandiri: Pastikan tiket sudah diunduh dalam format PDF di ponsel atau dicetak di atas kertas HVS. Periksa nomor gerbong (*Car*) dan nomor kursi (*Seat*).
- 2.Pemeriksaan Sinar-X (X-Ray Baggage Scan): Begitu masuk pintu gerbang stasiun, letakkan seluruh tas dan koper ke ban berjalan mesin pemindai. Patuhi larangan barang berbahaya seperti cairan mudah terbakar atau benda tajam.
- 3.Menunggu di Concourse/Lounge: Pantau layar monitor digital (*flight-like display*) untuk melihat status gerbang peron Anda. Pintu masuk peron biasanya baru dibuka 30 menit sebelum jadwal.
- 4.Boarding Masuk Peron: Pindai kode batang tiket di gerbang otomatis (*turnstile gate*). Petugas stasiun akan memeriksa kesesuaian dokumen jika diperlukan.
- 5.Penempatan Bagasi di Gerbong: Masuki gerbong sesuai nomor di pintu. Koper besar diletakkan di rak bertingkat khusus yang berada di ujung lorong dekat pintu masuk gerbong. Tas kecil dapat ditaruh di rak atas tepat di atas kepala kursi Anda.
Tanya Jawab (FAQ) Seputar Kereta Cepat Haramain
1. Bolehkah jamaah membawa jeriken air zamzam ke dalam gerbong kereta?
Secara umum, pihak SAR melarang penumpang membawa jeriken zamzam secara mandiri ke dalam kabin gerbong kereta cepat. Pembelian dan pengiriman air zamzam resmi umumnya dikoordinasikan lewat maskapai penerbangan di bandara saat jadwal kepulangan ke tanah air.
2. Apa yang terjadi jika jamaah terlambat tiba di gerbang keberangkatan?
Pintu peron ditutup tepat waktu (sekitar 10–20 menit sebelum jadwal jalan kereta). Jika pintu telah ditutup, sistem otomatis mengunci akses masuk. Tiket yang terlambat dianggap hangus (*no show*), tidak dapat ditukar (*non-refundable*), dan jamaah wajib membeli tiket baru untuk jadwal berikutnya bila kursi masih tersedia.
3. Apakah fasilitas makanan dan minuman tersedia selama perjalanan kereta?
Ya, di setiap rangkaian Kereta Haramain tersedia gerbong kafetaria yang menjual makanan ringan, roti, kopi panas, air mineral, dan minuman segar lainnya. Kru kereta juga sesekali berkeliling membawa troli makanan ringan di kelas ekonomi maupun bisnis.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



