
# Miqat: Pengertian, Titik Lokasi, dan Langkah Mengambil Ihram Miqat adalah batas waktu dan tempat yang ditetapkan syariat Islam bagi setiap Muslim untuk memulai niat serta mengenakan pakaian ihram sebelum...
Miqat: Pengertian, Titik Lokasi, dan Langkah Mengambil Ihram
Miqat adalah batas waktu dan tempat yang ditetapkan syariat Islam bagi setiap Muslim untuk memulai niat serta mengenakan pakaian ihram sebelum memasuki tanah suci Makkah. Mengetahui posisi dan tata cara melintasi miqat merupakan syarat wajib dalam ibadah haji maupun umroh. Jika seseorang melewati batas miqat tanpa berniat ihram, ia wajib kembali ke titik tersebut atau membayar denda (*dam*) berupa seekor kambing.
1. Dua Jenis Miqat: *Miqat Zamani* (batas waktu pelaksanaan) dan *Miqat Makani* (batas geografis tempat memulai ihram).
2. Konsekuensi Pelanggaran: Melewati miqat makani tanpa berihram mewajibkan jamaah kembali ke batas miqat atau menyembelih seekor kambing (*dam*).
3. Jamaah Pesawat Udara: Pengambilan niat ihram dilakukan saat posisi pesawat berada sejajar di atas area miqat (seperti Yalamlam) atau sejak dari bandara keberangkatan/transit.
Pembagian Miqat dalam Syariat Islam
Secara garis besar, aturan miqat dibagi menjadi dua kategori utama yang menjadi pedoman jamaah:
1. Miqat Zamani (Batas Waktu)
Miqat zamani menetapkan rentang waktu pelaksanaan ibadah.
- Umroh: Berlaku sepanjang tahun tanpa batas waktu khusus, kecuali hari-hari tertentu yang dimakruhkan bagi yang sedang berhaji.
- Haji: Dimulai sejak 1 Syawal hingga terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijjah (Hari Raya Iduladha).
2. Miqat Makani (Batas Geografis)
Miqat makani adalah titik-titik wilayah yang telah ditetapkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai batas awal masuknya seseorang ke dalam kondisi ihram.
| Titik Miqat | Lokasi / Jarak ke Makkah | Peruntukan Rute Jamaah |
|---|---|---|
| Dzulhulaifah (Bir Ali) | ± 450 km utara Makkah (dekat Madinah) | Jamaah yang datang dari arah Madinah (termasuk jamaah Indonesia Gelombang 1). |
| Yalamlam | ± 130 km selatan Makkah | Jamaah dari Yaman, India, dan penerbangan yang melintasi jalur selatan Laut Merah (termasuk rute langsung Indonesia ke Jeddah). |
| Al-Juhfah (Rabigh) | ± 180 km barat laut Makkah | Jamaah dari arah Syam, Mesir, dan Afrika Utara. |
| Qarnul Manazil (As-Sailul Kabir) | ± 75 km timur Makkah | Jamaah dari arah Riyadh, Taif, dan negara-negara Teluk. |
| Dzat 'Irq | ± 100 km timur laut Makkah | Jamaah yang datang dari arah Irak dan wilayah timur lainnya. |
Mengenal Titik Miqat Yalamlam bagi Jamaah Indonesia
Bagi jamaah Indonesia yang mengambil penerbangan langsung Jakarta/Surabaya menuju Bandara King Abdulaziz Jeddah (biasanya jamaah Umroh atau Haji Gelombang 2), titik miqat yang dilewati di udara adalah Yalamlam.
Gunung Yalamlam terletak di wilayah selatan Arab Saudi. Karena pesawat terbang dengan kecepatan tinggi, kru kabin umumnya akan mengumumkan posisi sekitar 20 hingga 30 menit sebelum pesawat melintasi titik sejajar Yalamlam. Jamaah harus sudah berganti pakaian ihram sejak di bandara keberangkatan atau di dalam pesawat sebelum pengumuman tersebut dibuat, lalu segera mengucapkan lafaz niat ihram ketika tanda miqat telah tercapai.
Panduan Langkah-Langkah Mengambil Ihram di Miqat
Untuk memastikan keabsahan ibadah dan kenyamanan fisik, berikut langkah-langkah praktis mengambil ihram di miqat:
1. Persiapan Fisik Sebelum Berihram
Sebelum meniatkan ihram, lakukan amalan sunnah berikut di hotel (Madinah) atau bandara keberangkatan:
- Memotong kuku tangan dan kaki.
- Merapikan kumis, mencukur bulu ketiak, dan bulu kemaluan.
- Mandi sunnah ihram (keramas dan membersihkan seluruh tubuh).
- Memakai wewangian di badan (bukan di kain ihram). Catatan: Setelah berniat ihram, penggunaan wewangian diharamkan.
2. Mengenakan Pakaian Ihram
- Laki-laki: Mengenakan dua lembar kain putih tidak berjahit (satu disarungkan di pinggang, satu diselendangkan di pundak). Dilarang memakai pakaian dalam, celana, topi, atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit.
- Perempuan: Mengenakan busana muslimah yang menutup seluruh aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Tidak diperkenankan memakai cadar atau sarung tangan khusus yang membungkus jemari secara ketat.
3. Melaksanakan Shalat Sunnah Ihram
Setelah mengenakan pakaian ihram dengan rapi, dirikan shalat sunnah dua rakaat jika waktu memungkinkan dan bukan berada pada waktu yang dilarang shalat:
- Rakaat pertama membaca Surah Al-Fatihah dan Al-Kafirun.
- Rakaat kedua membaca Surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.
4. Mengucapkan Niat Ihram Tepat di Batas Miqat
Begitu bus atau pesawat melintasi garis miqat, segera lafalkan niat di dalam hati yang dikuatkan dengan lisan:
- Niat Umroh:
*Labbaikallâhumma ‘umratan* (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh).
- Niat Haji (Tamattu’/Ifrad/Qiran):
Sesuaikan dengan jenis manasik yang diambil, misalnya: *Labbaikallâhumma hajjan*.
5. Menjaga Larangan Ihram dan Memperbanyak Talbiyah
Setelah niat diucapkan, jamaah resmi berada dalam status berihram. Hindari larangan ihram (memotong kuku/rambut, membunuh hewan liar, bertengkar, bersetubuh, menggunakan wewangian) dan teruslah mengumandangkan kalimat Talbiyah:
*Labbaikallâhumma labbaîk, labbaîka lâ syarîka laka labbaîk, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lâ syarîka lak.*
Tanya Jawab Seputar Miqat (FAQ)
1. Bagaimana jika jamaah tertidur di pesawat dan baru terbangun setelah melewati batas miqat Yalamlam?
Jika pesawat sudah mendarat di Jeddah dan jamaah belum berniat ihram, jamaah memiliki dua pilihan: keluar kembali menuju miqat terdekat melalui jalur darat (seperti Rabigh atau Ji'ranah) untuk berniat, atau langsung berniat di tempat tersebut dengan konsekuensi wajib membayar dam (menyembelih satu ekor kambing di tanah suci).
2. Apakah boleh mengenakan pakaian ihram dari bandara di Indonesia?
Sangat dianjurkan bagi penerbangan yang langsung menuju Jeddah. Jamaah disarankan mengenakan kain ihram sejak di bandara keberangkatan di Indonesia, tetapi jangan berniat terlebih dahulu. Niat ihram baru diucapkan di pesawat beberapa menit menjelang pengumuman miqat Yalamlam.
3. Bagi jamaah yang mendarat di Madinah terlebih dahulu, di mana lokasi miqatnya?
Jamaah yang mendarat di Madinah akan tinggal beberapa hari di sana sebelum menuju Makkah. Lokasi miqat bagi rute ini adalah Masjid Dzulhulaifah atau yang populer disebut Masjid Bir Ali, yang ditempuh menggunakan bus darat dari Madinah.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



