Artikel25 September 20241 Menit Baca

Makkah Diprediksi Diguyur Hujan Deras hingga Banjir

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Makkah Diprediksi Diguyur Hujan Deras hingga Banjir - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Pemerintah Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil (Civil Defense) secara berkala merilis peringatan dini cuaca ekstrem terkait potensi hujan lebat, badai petir, hingga banjir genangan di kawasan Makkah Al-Mukarramah...

Pemerintah Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil (Civil Defense) secara berkala merilis peringatan dini cuaca ekstrem terkait potensi hujan lebat, badai petir, hingga banjir genangan di kawasan Makkah Al-Mukarramah dan sekitarnya. Bagi jamaah umroh asal Indonesia yang sedang berada di Tanah Suci atau merencanakan keberangkatan dalam waktu dekat, perubahan cuaca gurun dari panas terik menjadi hujan deras memerlukan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman protokol keselamatan di lapangan.

Poin Penting Panduan

**Poin Penting Keselamatan Jamaah:

Waspadai Jalur Lembah (Wadi): Hindari melintasi terowongan, jalan bertebing, atau kawasan lembah saat hujan lebat turun karena karakter tanah gurun tidak menyerap air dengan cepat sehingga memicu genangan deras (*flash flood*).

Kepatuhan Protokol Masjidil Haram: Saat hujan badai terjadi, akses pelataran terbuka (Mataf) kerap dibatasi sementara oleh askar demi keselamatan; ibadah tawaf dialihkan ke lantai bertingkat.

Kesiapan Fisik Jamaah: Suhu udara bisa turun drastis disertai angin kencang berdebu. Siapkan jaket tebal, alas kaki anti-selip, dan vitamin harian.

Peringatan Resmi Pertahanan Sipil Arab Saudi

Berdasarkan laporan meteorologi resmi Kerajaan Arab Saudi, wilayah regional Makkah—termasuk area dataran tinggi seperti Taif, Maysan, Adham, dan Al-Arediyat—berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Kondisi ini sering kali disertai angin kencang berkecepatan tinggi, petir, serta butiran es (*hailstorm*).

Wilayah kota Makkah, Al-Jumum, hingga pesisir barat seperti Jeddah dan Al-Lith juga kerap mengalami dampak rembetan awan konvektif. Kondisi topografi Makkah yang dikelilingi perbukitan batu cadas membuat air hujan langsung mengalir deras ke titik-titik rendah kota dalam waktu relatif singkat.

Pemerintah Arab Saudi kini telah mengintegrasikan sistem radar peringatan dini cuaca nasional yang terhubung langsung dengan National Center for Meteorology (NCM). Kemajuan sistem mitigasi bencana ini bahkan memperoleh apresiasi dari Badan Meteorologi Dunia (WMO) PBB, mengingat sistem drainase terowongan dan kanal limpasan air di sekitar area sentral peribadahan terus dimodernisasi.

Dampak Hujan Deras Terhadap Aktivitas Ibadah Umroh

Meskipun hujan di Masjidil Haram dipandang oleh sebagian besar umat Muslim sebagai rahmat dan momen mustajab untuk berdoa, jamaah tetap harus mengedepankan aspek keselamatan jiwa (*hifz an-nafs*). Berikut adalah beberapa penyesuaian teknis ibadah yang terjadi di lapangan saat badai hujan menerpa:

1. Rekayasa Alur Masuk Mataf

Lantai marmer pelataran Kabah (Mataf) menjadi sangat licin saat diguyur air hujan. Untuk mencegah jamaah terpeleset atau mengalami cedera, petugas keamanan (Askar) Masjidil Haram biasanya menutup akses tangga berjalan menuju pelataran bawah dan mengarahkan jamaah untuk melanjutkan tawaf di Lantai 1 atau Lantai 2 yang beratap.

2. Penutupan Payung Raksasa dan Titik Terbuka

Di area luar masjid (pelataran masjid), petugas kebersihan bergerak cepat mengoperasikan mesin penyedot air otomatis. Jamaah disarankan tidak berkumpul di area terbuka yang dekat dengan tiang logam atau panel kelistrikan saat kilat dan petir menyambar.

3. Kendala Transportasi Antar-Kota

Curah hujan tinggi di jalur cepat Makkah–Madinah atau jalan lingkar (*ring road*) Makkah–Jeddah kerap memicu penurunan kecepatan bus jamaah. Jalur ziarah ke luar kota, seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, atau ziarah ke wilayah pegunungan Taif, berpotensi ditunda sementara oleh pihak travel demi keselamatan rombongan.

Panduan Praktis Jamaah Menghadapi Cuaca Ekstrem di Makkah

Bagi jamaah yang saat ini berada di hotel Makkah atau sedang bersiap berangkat, terapkan langkah-langkah praktis berikut: Situasi Lapangan | Tindakan yang Harus Dilakukan | Hal yang Wajib Dihindari |

:--- | :--- | :--- |

Hujan Lebat saat Tawaf | Segera menepi ke selasar tertutup di bawah naungan atap masjid. | Memaksakan diri berlari mendekati Hajar Aswad/Multazam di lantai licin. |

Angin Kencang di Pelataran | Lindungi mata dan hidung dari debu/pasir, masuk ke dalam gedung masjid. | Berteduh di bawah papan reklame proyek konstruksi atau tiang lampu jalan. |

Genangan di Jalan Menuju Hotel | Gunakan shuttle bus resmi atau tunggu genangan surut di lobi masjid. | Nekat menerobos banjir genangan di kawasan cekungan terowongan kota. |

Suhu Dingin Pasca Hujan | Konsumsi air zamzam hangat (tersedia di dispenser bertuliskan *Not Cold*). | Terus mengenakan pakaian ihram/baju yang basah kuyup berlama-lama. |

SOP Pendampingan oleh Penyelenggara Umroh

Biro perjalanan umroh yang profesional wajib memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) saat menghadapi status darurat cuaca dari otoritas Saudi:

  1. 1.Koordinasi Muthawwif (Pembimbing): Pembimbing ibadah dan pemandu lapangan tidak boleh meninggalkan rombongan. Komunikasi via grup koordinasi jamaah harus dipantau intensif selama 24 jam.
  2. 2.Penyesuaian Jadwal Ziarah: Jika Pertahanan Sipil mengeluarkan kode peringatan merah (*Red Warning*), agenda ziarah kota dialihkan menjadi kegiatan taushiyah atau kajian manasik di lobi hotel.
  3. 3.Penyediaan Logistik dan Medis: Memastikan tim medis atau tour leader travel siap sedia dengan obat-obatan flu, minyak angin, dan penghangat tubuh bagi jamaah lansia.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah tawaf dibatalkan jika Masjidil Haram diguyur hujan sangat deras?

Ibadah tawaf tidak pernah dihentikan total. Petugas hanya membatasi akses ke pelataran bawah (Mataf terbuka) demi alasan keselamatan. Jamaah tetap dapat melaksanakan tawaf di lantai 1, lantai 2, maupun area atap bertingkat (*roof*) sesuai instruksi askar.

2. Apakah jadwal kereta cepat Haramain atau bus antar-kota ikut terganggu?

Kereta cepat Haramain High Speed Railway umumnya beroperasi normal karena memiliki sistem jalur terlindung, namun bus rombongan ziarah darat dapat mengalami keterlambatan operasional akibat penutupan beberapa ruas jalan tol atau terowongan yang tergenang air oleh kepolisian lalu lintas Saudi.

3. Perlengkapan apa yang paling mendesak dibawa jamaah saat musim hujan di Makkah?

Bawalah sandal karet dengan sol bergerigi tebal (anti-selip), jaket penahan angin (*windbreaker*), obat flu/batuk pribadi, dan kantong plastik kedap air (dry bag) kecil untuk mengamankan paspor serta ponsel selama perjalanan ke masjid.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca