
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi (*General Directorate of Civil Defense*) resmi merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa badai petir, angin kencang, dan hujan lebat disertai butiran es...
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi (*General Directorate of Civil Defense*) resmi merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa badai petir, angin kencang, dan hujan lebat disertai butiran es yang berisiko memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Arab Saudi, termasuk Kota Suci Makkah dan sekitarnya. Bagi jamaah umroh Indonesia yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang bersiap berangkat dalam pekan ini, perubahan iklim peralihan musim gugur ini memerlukan antisipasi nyata dalam pengaturan agenda ibadah fisik, terutama tawaf dan sai.
Poin Penting
- 1.Wilayah Makkah, Taif, Maysan, dan Adham berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan banjir genangan hingga akhir pekan.
- 2.Otoritas Masjidil Haram secara berkala menerapkan protokol keselamatan, seperti pengalihan area tawaf pelataran (mataf) ke lantai bertingkat saat cuaca memburuk demi menghindari risiko lantai licin dan sambaran petir.
- 3.Jamaah diimbau tetap berkoordinasi dengan *tour leader* serta muthawif, tidak keluar hotel saat hujan badai berlangsung, dan menjauhi area lembah saat jadwal ziarah/city tour.
Peringatan Resmi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi
Laporan resmi dari Pusat Meteorologi Nasional (*National Center of Meteorology*/NCM) yang dilansir melalui media lokal Saudi Gazette mengonfirmasi bahwa pola cuaca musim gugur di Semenanjung Arab memicu pergerakan awan konvektif yang tebal. Kondisi ini membawa kelembapan tinggi dari Laut Merah dan memicu hujan lebat yang tidak lazim di wilayah barat dan barat daya Arab Saudi.
Peta sebaran wilayah yang terdampak meliputi:
- Makkah Al-Mukarramah dan Sekitarnya: Meliputi kawasan lembah Taif, Maysan, Adham, hingga Al-Ardiyat dengan status siaga hujan lebat, potensi es, dan angin kencang. Kawasan Turabah diprediksi mengalami intensitas hujan ringan hingga sedang.
- Wilayah Riyadh: Potensi curah hujan ringan hingga sedang mencakup area Wadi Al-Dawasir, Al-Sulayyil, Al-Aflaj, Hawtah Bani Tamim, dan Al-Kharj.
- Wilayah Selatan & Barat Daya: Baha, Asir, Jazan, dan Najran menghadapi intensitas hujan sedang hingga lebat yang rawan memicu longsoran bebatuan di area pegunungan.
- Provinsi Timur: Cenderung mengalami intensitas hujan ringan.
Pertahanan Sipil Arab Saudi secara tegas melarang warga maupun peziarah mendekati aliran sungai musiman (wadi), lereng bukit curam, serta area genangan air di jalan raya.
Dampak Cuaca Buruk terhadap Pelaksanaan Ibadah di Masjidil Haram
Saat badai petir melanda Makkah, operasional ibadah di Masjidil Haram tetap berlangsung dengan penyesuaian SOP ketat dari Pengelola Dua Masjid Suci (*General Authority for the Care of the Two Holy Mosques*):
- 1.Pengeringan dan Penutupan Pelataran Ka'bah (Mataf Bawah)
Jika curah hujan terlalu deras atau disertai petir, otoritas akan membatasi akses masuk ke pelataran terbuka Ka'bah guna mengantisipasi risiko terpeleset dan paparan sambaran petir. Jamaah yang sedang tawaf biasanya diarahkan untuk naik ke lantai 1 atau lantai 2 yang beratap.
- 1.Kondisi Lantai Marmer yang Licin
Meskipun marmer Masjidil Haram berstandar tinggi, genangan air dan hembusan angin kencang membuat area koridor luar dan pelataran terbuka rawan menyebabkan cedera bagi jamaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda.
- 1.Penundaan Jadwal City Tour dan Ziarah Luar Kota
Agenda ziarah ke Jabal Nur (Gua Hira), Jabal Tsur, maupun perjalanan ziarah ke Taif berpotensi dijadwalkan ulang demi keselamatan transportasi darat, mengingat jalur pegunungan sangat rawan tertutup kabut tebal dan runtuhan batu.
Panduan Keselamatan Jamaah Umroh Saat Badai di Makkah
Bagi jamaah Indonesia yang saat ini berada di hotel sekitar pelataran Haram, berikut langkah-langkah praktis yang wajib dipatuhi:
1. Jangan Memaksakan Diri Menuju Masjid Saat Badai Berlangsung
Bila tanda-tanda badai (langit gelap pekat, angin kencang berdebu, dan suara guruh) mulai muncul, tunda keberangkatan dari hotel ke masjid. Melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mushola hotel atau kamar diperbolehkan secara syariat dan jauh lebih aman saat kondisi uzur akibat cuaca buruk.
2. Hindari Penggunaan Payung Logam di Area Terbuka
Saat berada di luar ruangan dan petir menyambar, hindari berdiri di area lapang tanpa naungan serta jangan memegang benda berbahan logam konduktif tinggi. Segera masuk ke bagian dalam gedung masjid.
3. Kenakan Sandal/Sepatu dengan Daya Cengkeram Baik
Lantai marmer basah di jalur keluar-masuk hotel dan terminal bus (seperti Syib Amir, Kudai, atau Ajyad) menjadi sangat licin. Gunakan alas kaki anti-selip dan bawa kantong sandal sendiri ke dalam masjid agar tidak kerepotan saat mencari alas kaki seusai shalat.
4. Jaga Ketat Kesehatan Fisik dan Asupan Cairan
Perubahan suhu yang drastis dari panas terik menjadi dingin dan lembap kerap memicu gangguan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), batuk, pilek, dan flu. Jamaah dianjurkan:
- Membawa jaket atau syal hangat.
- Mengonsumsi air zamzam suhu ruangan (bukan yang dingin/bertanda *not cold*).
- Meminum vitamin penunjang imunitas tubuh secara rutin.
Standar Mitigasi Biro Perjalanan Umroh Resmi
Biro perjalanan umroh profesional wajib memiliki *contingency plan* menghadapi situasi darurat cuaca di Arab Saudi. Tim operasional di Tanah Suci harus memegang kendali atas pergerakan rombongan dengan ketentuan:
- Memantau kanal komunikasi resmi Badan Meteorologi Arab Saudi setiap pagi dan sore hari.
- Berkomunikasi aktif dengan penyedia transportasi bus lokal untuk memastikan kelayakan jalan sebelum rombongan diberangkatkan.
- Mengarahkan muthawif untuk mendampingi jamaah tawaf di area tertutup (lantai beratap) jika cuaca mendung pekat dan berangin.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Tanya Jawab Seputar Cuaca Ekstrem di Makkah (FAQ)
1. Apakah badai petir dan hujan deras membatalkan keabsahan ibadah tawaf?
Tidak. Hujan tidak membatalkan wudhu maupun keabsahan rukun tawaf. Namun, jika hujan lebat membahayakan keselamatan atau petugas menutup area mataf lantai dasar, jamaah wajib mematuhi arahan petugas untuk melanjutkan atau mengulang tawaf dari putaran yang jelas di lantai atas yang lebih aman.
2. Bagaimana hukum shalat di hotel saat Masjidil Haram diterjang hujan badai?
Dalam fikih Islam, cuaca ekstrem berupa hujan lebat berangin kencang yang menyulitkan langkah kaki dan membahayakan keselamatan fisik termasuk dalam kategori *uzur syar'i*. Jamaah mendapatkan keringanan untuk menunaikan shalat di hotel, dan insyaallah tetap mendapatkan keutamaan pahala niat ibadahnya.
3. Apakah penerbangan jamaah umroh dari dan menuju Jeddah/Madinah akan dibatalkan saat cuaca buruk?
Pihak otoritas bandara (Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah) menerapkan sistem pengalihan atau penundaan sementara (*holding/delay*) bila jarak pandang berkurang drastis demi keselamatan penerbangan. Jamaah diminta bersabar di ruang tunggu bandara dan terus berkoordinasi dengan *handling* bandara biro umroh masing-masing.
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



