Artikel8 August 20222 Menit Baca

Keutamaan Puasa Asyura, Pahala Berlipat Ganda di Bulan Muharram

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Keutamaan Puasa Asyura, Pahala Berlipat Ganda di Bulan Muharram - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu amalan sunnah paling utama dalam kalender Hijriah. Keutamaan utamanya ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW, yakni mampu menghapuskan dosa-dosa kecil...

Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu amalan sunnah paling utama dalam kalender Hijriah. Keutamaan utamanya ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW, yakni mampu menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Bagi umat Islam, termasuk jamaah yang sedang mempersiapkan diri menyambut musim awal keberangkatan Umroh tahun baru Hijriah, menjalankan puasa ini menjadi sarana pembersihan jiwa serta penguatan spiritual yang sangat dianjurkan.

Poin Penting

1. Pelebur Dosa Setahun Lalu: Keutamaan sahih berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim menyatakan puasa pada 10 Muharram menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.

2. Sunnah Pengiring (Puasa Tasu'a): Sangat dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) mendampingi hari ke-10 untuk menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.

3. Bulan Mulia (Al-Asyhur Al-Hurum): Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dilipatgandakan nilai amal saleh di dalamnya setelah bulan Ramadhan.

Kedudukan Puasa Asyura dalam Syariat Islam

Sebelum Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan pada tahun kedua Hijriah, puasa Asyura pada 10 Muharram berstatus wajib bagi kaum muslimin. Ketika kewajiban Ramadhan turun, status puasa Asyura beralih menjadi puasa sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan).

Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap puasa ini. Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan:

Catatan Penting

*"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW begitu bersemangat berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan selain hari ini, yaitu hari Asyura, dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan."* (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara spesifik, ganjaran puasa ini dijelaskan dalam riwayat Abu Qatadah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Catatan Penting

*"Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu."* (HR. Muslim no. 1162).

Penghapusan dosa yang dimaksud oleh para ulama adalah dosa-dosa kecil (*ash-shaghair*), adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat nasuha (*taubat an-nashuhah*) serta penyelesaian hak-hak sesama manusia jika terkait muamalah.

Tingkatan dan Tata Cara Pelaksanaan Puasa Muharram

Agar ibadah puasa di bulan Muharram sesuai dengan tuntunan sunnah yang sempurna, para ulama seperti Imam Ibnul Qayyim dalam kitab *Zadul Ma'ad* membagi tingkatan puasa Asyura menjadi tiga:

  1. 1.Tingkatan Paling Sempurna (3 Hari): Berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Ini dilakukan demi kehati-hatian penentuan hilal awal bulan serta memperbanyak puasa di bulan haram.
  2. 2.Tingkatan Pertengahan (2 Hari - Sangat Dianjurkan): Berpuasa pada tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 (Asyura) Muharram. Hal ini berlandaskan sabda Nabi SAW: *"Jika aku masih hidup tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan."* (HR. Muslim). Tujuannya untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Ahli Kitab.
  3. 3.Tingkatan Minimal (1 Hari): Berpuasa hanya pada hari ke-10 Muharram saja. Hukumnya sah dan tetap mendapatkan keutamaan peleburan dosa setahun, meski sebagian ulama memakruhkan jika diniatkan sengaja menyerupai tradisi Yahudi.
  • Tanggal Hijriah: 9 Muharram; Nama Puasa: Puasa Tasu'a; Status Tuntunan: Sunnah Muakkadah (Menyelisihi Yahudi)
  • Tanggal Hijriah: 10 Muharram; Nama Puasa: Puasa Asyura; Status Tuntunan: Sunnah Muakkadah (Pelebur Dosa 1 Tahun)
  • Tanggal Hijriah: 11 Muharram; Nama Puasa: Puasa Pengiring; Status Tuntunan: Sunnah Ikhtiyariyah (Melengkapi/Kehati-hatian)

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Niat puasa sunnah cukup dihadirkan di dalam hati sejak malam hari sebelum fajar, atau boleh dilafalkan di pagi hari sebelum waktu Dzuhur dengan syarat belum mengonsumsi makanan/minuman dan belum melakukan pembatal puasa lainnya.

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى *Nawaitu shauma Tâsû'â-a lillâhi ta'âlâ.*

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى *Nawaitu shauma 'Âsyûrâ-a lillâhi ta'âlâ.*

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Rekam Sejarah Hari Asyura bagi Para Nabi

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah setelah peristiwa hijrah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Saat ditanyakan alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari bersejarah di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir'aun beserta pasukannya. Maka Rasulullah SAW menegaskan: *"Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa daripada kalian."* Sejak saat itu, beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Selain keselamatan Nabi Musa AS yang valid berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, berbagai atsar dan literatur klasik mencatat banyak peristiwa bersejarah para Anbiya bertepatan dengan 10 Muharram:

  • Nabi Adam AS: Diterimanya taubat Nabi Adam AS oleh Allah SWT setelah diturunkan ke bumi.
  • Nabi Nuh AS: Bahtera Nabi Nuh AS berhasil berlabuh dengan selamat di atas bukit (Judi) setelah banjir bandang melanda kaum yang ingkar.
  • Nabi Ibrahim AS: Diselamatkan dari kobaran api Raja Namrud tanpa terbakar sedikit pun.
  • Nabi Yusuf AS: Dibebaskan dari penjara Mesir setelah terbukti bersih dari tuduhan fitnah.
  • Nabi Yunus AS: Dikeluarkan dari kegelapan perut ikan paus dalam keadaan selamat setelah memperbanyak zikir dan tasbih.
  • Nabi Ayyub AS: Disembuhkan oleh Allah SWT dari penyakit menahun yang menguji kesabarannya puluhan tahun.

Bagi calon jamaah Umroh, merenungi kisah para nabi di hari Asyura ini menjadi bekal tarbiyah sebelum bertolak ke Tanah Suci, menguatkan ketakwaan dan ketawakalan kepada ketetapan Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Puasa Asyura (FAQ)

1. Bolehkah menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Asyura?

Menurut mayoritas ulama Syafi'iyah, niat qadha Ramadhan harus diutamakan dan berdiri sendiri karena bersifat fardhu. Namun, jika seseorang mengqadha puasa Ramadhan bertepatan pada tanggal 10 Muharram, kewajiban qadhanya gugur dan insya Allah ia tetap mendapatkan keutamaan berkah waktu hari Asyura. Jika ingin pahala maksimal dari masing-masing amalan, pisahkan hari qadha Ramadhan sebelum atau sesudah Muharram, lalu tunaikan puasa Asyura murni sunnah.

2. Mengapa umat Islam dianjurkan berpuasa pada 9 Muharram (Tasu'a) juga?

Alasannya adalah penegasan identitas syariat Islam (*mukhalafah*) agar tidak menyerupai kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja. Ketika Nabi SAW mengetahui hal tersebut di akhir usia beliau, beliau bertekad menambahkan puasa tanggal 9 pada tahun berikutnya, meski beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya.

3. Bagaimana jika lupa berpuasa di hari ke-9 (Tasu'a), apakah tetap boleh puasa di hari ke-10?

Boleh dan tetap sangat dianjurkan. Puasa 10 Muharram tidak gugur keutamaannya hanya karena Anda melewatkan puasa tanggal 9. Untuk melengkapi dan tetap memenuhi anjuran menyelisihi tradisi kaum terdahulu, Anda dapat menyambungnya dengan berpuasa pada tanggal 11 Muharram.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca