Artikel28 June 20222 Menit Baca

Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 1443H

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha 1443H - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Panduan Lengkap dan Keutamaan Puasa Arafah Jelang Iduladha Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah oleh umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji di...

Panduan Lengkap dan Keutamaan Puasa Arafah Jelang Iduladha

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah oleh umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Amalan ini memiliki kedudukan hukum *sunah muakkadah* (sangat dianjurkan) karena bertepatan dengan momentum puncak ibadah haji, yaitu saat jutaan jamaah berkumpul melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Keutamaan utamanya adalah pengampunan dosa selama dua tahun: setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Poin Penting Puasa Arafah

Hukum & Sasaran: Sunah muakkad bagi kaum muslimin yang tidak sedang wukuf di Arafah. Bagi jamaah haji di Arafah, disunahkan untuk tidak berpuasa agar fisik tetap prima saat berdoa dan berzikir.

Ganjaran Utama: Menghapuskan dosa-dosa kecil selama dua tahun penuh (satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya) berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim.

Waktu Pelaksanaan: Dikerjakan tepat pada tanggal 9 Zulhijah penanggalan hijriah setempat, satu hari sebelum Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah).

Dalil dan Keutamaan Puasa Arafah

Pahala berpuasa satu hari pada 9 Zulhijah melampaui puasa sunah lainnya di luar bulan Ramadan. Landasan hukum utama puasa Arafah merujuk pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

*“Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”* (HR. Muslim no. 1162)

Para ulama madzhab Syafi'i dan jumhur ulama menegaskan bahwa dosa yang dihapus melalui amalan puasa sunah ini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar, seperti syirik, memakan harta riba, durhaka kepada orang tua, atau kezaliman terhadap sesama manusia (*haqqul adami*), membutuhkan taubat nasuha, permohonan maaf langsung, atau penunaian hak yang bersangkutan.

Selain peleburan dosa, 10 hari pertama bulan Zulhijah secara umum adalah hari-hari yang paling dicintai Allah Ta'ala untuk beramal saleh, melebihi keutamaan jihad fi sabilillah, kecuali bagi orang yang berjuang mengorbankan jiwa dan seluruh hartanya tanpa tersisa.

Ketentuan Hukum bagi Jamaah Haji vs Non-Jamaah Haji

Terdapat perbedaan ketentuan fiqih terkait puasa Arafah antara umat Islam di tanah air dengan jamaah yang sedang menunaikan rukun wukuf di Tanah Suci:

  • Kategori: Muslim di Luar Makkah (Tidak Berhaji); Hukum Pelaksanaan: Sunah Muakkad (Sangat Dianjurkan); Alasan Syariat: Memperoleh keutamaan hari Arafah dan peleburan dosa dua tahun
  • Kategori: Jamaah Haji di Padang Arafah; Hukum Pelaksanaan: Makruh / Tidak Disunahkan; Alasan Syariat: Menjaga stamina tubuh agar kuat berdoa, beristighfar, dan berzikir sepanjang hari

Dasar larangan berpuasa bagi jamaah yang sedang wukuf adalah hadis dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya orang-orang sempat ragu apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Kemudian Maimunah mengirimkan semangkuk susu kepada beliau saat beliau sedang berdiri di Arafah, lalu beliau meminumnya di hadapan orang banyak (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat dan Tata Cara Puasa Arafah

Pelaksanaan puasa Arafah secara teknis sama dengan puasa lainnya, dimulai dari terbit fajar shadiq (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib).

Lafaz Niat Puasa Arafah

Niat tempatnya di dalam hati. Namun, melafalkannya disunahkan untuk memantapkan ketetapan hati sebelum fajar:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

*(Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ)*

Artinya:** "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."

Karena statusnya puasa sunah, jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia boleh berniat pada pagi atau siang hari sebelum waktu zawal (zuhur), dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Menyikapi Perbedaan Waktu Puasa Arafah

Pertanyaan kerap muncul di tengah masyarakat ketika terjadi perbedaan penetapan hilal antara Pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Sebagai contoh pada tahun 1443 H/2022 M, wukuf di Arab Saudi berlangsung pada Kamis, 7 Juli 2022. Sedangkan berdasarkan sidang isbat Kemenag RI, 1 Zulhijah ditetapkan terlambat satu hari sehingga 9 Zulhijah di Indonesia jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022.

Para ulama fikih kontemporer, termasuk fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menegaskan:

  1. 1.Prinsip Mathla’ (Ruang Lingkup Geografis): Puasa Arafah terikat dengan waktu penanggalan tanggal 9 Zulhijah di masing-masing wilayah (*mathla'*), bukan semata-mata bersamaan detiknya dengan orang wukuf secara fisik di Saudi.
  2. 2.Ketaatan pada Pemerintah: Bagi masyarakat muslim di Indonesia, pelaksanaan puasa sunah Arafah mengikuti kalender resmi dan hasil sidang isbat pemerintah setempat. Perbedaan zona waktu dan posisi rukyatul hilal adalah hal yang sah secara ilmu falak dan kaidah fikih.

Rangkaian Amalan Pendukung pada Hari Arafah

Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan memaksimalkan tanggal 9 Zulhijah dengan berbagai amal kebajikan:

  1. 1.Memperbanyak Doa: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, *"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah"* (HR. Tirmidzi). Manfaatkan waktu menjelang berbuka untuk memohon hajat dunia dan akhirat.
  2. 2.Memperbanyak Tahlil, Takbir, dan Tahmid: Membaca zikir terbaik:

*Lā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.*

  1. 1.Mempersiapkan Hewan Kurban: Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, memastikan persiapan kurban untuk disembelih pada Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) atau hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah).
  2. 2.Menjaga Anggota Badan: Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan menjaga pandangan agar pahala puasa tidak berkurang.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Puasa Arafah

1. Bolehkah menggabungkan niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Arafah?

Menurut mazhab Syafi'i, niat utama harus diprioritaskan untuk qadha puasa Ramadan. Jika seseorang berpuasa qadha tepat pada hari Arafah, kewajiban utangnya gugur dan diharapkan ia tetap mendapatkan keutamaan pahala puasa sunah Arafah secara otomatis karena bertepatan dengan hari mulia tersebut.

2. Apakah sah puasa Arafah jika belum melaksanakan puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)?

Sah. Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dan puasa Arafah (9 Zulhijah) adalah dua amalan sunah yang berdiri sendiri. Melaksanakan puasa Arafah tanpa didahului puasa Tarwiyah tetap sah dan pahala pengampunan dosa dua tahun tetap didapatkan secara penuh.

3. Kapan waktu takbiran dimulai bagi yang berpuasa Arafah?

Menurut pendapat yang masyhur (Takbir Muqayyad), takbir Iduladha disunahkan dibaca mulai sejak ba'da Subuh pada hari Arafah (9 Zulhijah) hingga akhir hari Tasyrik (13 Zulhijah waktu Asar). Takbir ini dibaca setiap selesai salat fardu maupun salat sunah.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca