
# Kisah Inspiratif! Kakek Pencari Rumput Ini Menabung 19 Tahun Demi Naik Haji Ibadah haji bukan semata-mata milik mereka yang berpenghasilan tetap atau bergelimang harta. Kisah nyata Paridjan (65), seorang...
Kisah Inspiratif! Kakek Pencari Rumput Ini Menabung 19 Tahun Demi Naik Haji
Ibadah haji bukan semata-mata milik mereka yang berpenghasilan tetap atau bergelimang harta. Kisah nyata Paridjan (65), seorang pencari rumput asal Desa Rangge, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi bukti bahwa tekad yang kuat, kerja keras, dan manajemen keuangan yang disiplin mampu mengantarkan seorang buruh kasar melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bersama istrinya setelah berjuang menabung selama 19 tahun.
1. Konsistensi di Atas Segalanya: Memulai tabungan haji sejak tahun 2005 dengan nominal fleksibel mulai dari Rp50.000 hingga Rp300.000 per bulan.
2. Diversifikasi Penghasilan Halal: Mengandalkan upah harian pencari rumput sebesar Rp1,8 juta per bulan dan menambah pemasukan sebagai juru sembelih kambing aqiqah (Rp100.000 per ekor).
3. Perencanaan Finansial Syariah: Mampu menyetor setoran awal porsi haji pada 2011 (Rp50 juta untuk dua porsi) dan melunasi Bipih pada tahun keberangkatan 2024 melalui Embarkasi Surabaya (SUB-08).
Keteguhan Hati dari Sudut Rangge-Lamongan
Perjalanan spiritual Paridjan bermula pada tahun 2005. Di tengah keterbatasan ekonomi dan penghasilan yang pas-pasan, sang istri, Tasriyatum (57), menyampaikan impiannya untuk bisa bersujud di depan Kakbah setelah melihat para tetangga yang pulang dari Tanah Suci.
Sebagai kepala keluarga yang mengandalkan tenaga fisik, Paridjan sempat ragu. Upah rata-rata dari mencari rumput pakan ternak hanya berkisar Rp1.800.000 per bulan. Namun, keraguan tersebut diubah menjadi ikhtiar nyata. Paridjan berkomitmen menyisihkan uang setiap ada sisa belanja harian, meski awalnya hanya bernilai puluhan ribu rupiah.
Tahun 2005 menjadi titik awal rekening tabungan haji dibuka. Jika hasil panen rumput sedang sepi, Paridjan menyetor Rp50.000 hingga Rp100.000. Jika sedang banyak kebutuhan pakan ternak, ia bisa menyisihkan Rp200.000 hingga Rp300.000. Paridjan juga tidak tinggal diam; ia mengambil pekerjaan sampingan sebagai juru potong kambing aqiqah setiap akhir pekan dengan upah Rp100.000 per ekor. Seluruh upah sampingan tersebut langsung masuk ke pos tabungan haji tanpa diotak-atik.
Dari Setoran Awal 2011 hingga Pelunasan 2024
Ikhtiar menabung selama enam tahun tanpa putus membuahkan hasil pertama pada tahun 2011. Dana yang terkumpul mencukupi syarat setoran awal porsi haji reguler di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) Kementerian Agama, yakni sebesar Rp25 juta per orang.
Paridjan mendaftarkan dirinya bersama sang istri secara serentak ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan dan resmi mendapatkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) serta nomor porsi.
• Kilas Waktu Finansial Haji Paridjan & Tasriyatum:
• 2005 : Mulai menyisihkan uang Rp50.000 - Rp300.000/bulan
• 2011 : Setor awal Rp50.000.000 (Dua Porsi Reguler Kemenag)
• 2011-2023 : Terus mengumpulkan dana pelunasan cadangan
• Awal 2024 : Pelunasan Bipih Embarkasi Surabaya (SUB)
• Mei 2024 : Berangkat ke Tanah Suci (Kloter 8 Embarkasi Surabaya)
Setelah memegang nomor porsi, masa tunggu (waiting list) Jawa Timur yang panjang tidak menyurutkan semangat keduanya. Paridjan terus mempertahankan ritme tabungannya guna mengantisipasi biaya pelunasan saat nama mereka masuk daftar alokasi kuota berangkat. Pada musim haji 1445 H / 2024 M, keduanya resmi dinyatakan berhak lunas dan terbang menuju Madinah tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Surabaya (SUB-08).
Langkah Praktis Membangun Tabungan Haji bagi Pekerja Sektor Informal
Kisah Paridjan membuktikan bahwa ketiadaan slip gaji tetap dari kantor bukan halangan untuk berangkat haji. Pekerja sektor informal, buruh tani, pedagang kecil, maupun pekerja lepas dapat meniru strategi berikut: Langkah | Rincian Tindakan | Catatan Teknis |
:--- | :--- | :--- |
1. Buka Tabungan Haji Syariah | Gunakan rekening khusus haji (akad Wadiah/Mudharabah) di bank syariah rekanan BPKH. | Dana tidak boleh tercampur dengan rekening operasional harian. |
2. Alokasikan Target Setoran Awal | Kumpulkan target Rp25.000.000 pertama untuk mengamankan nomor porsi Kemenag. | Contoh: Menabung Rp700.000/bulan selama 3 tahun sudah mencapai Rp25,2 juta. |
3. Manfaatkan "Rezeki Nomplok" | Alihkan 100% pendapatan dari pekerjaan sampingan ke tabungan haji. | Meniru strategi Paridjan yang mengalokasikan upah jagal aqiqah langsung ke tabungan. |
4. Jaga Kesehatan Fisik | Rutin jalan kaki dan menjaga pola makan sejak masa tunggu. | Mengingat antrean panjang, stamina prima sangat krusial saat usia menginjak lansia di Tanah Suci. |
Kesiapan Fisik dan Mental Jamaah Lansia di Tanah Suci
Saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya hingga mendarat di Arab Saudi, jamaah lansia seperti Paridjan menghadapi tantangan suhu udara ekstrem yang kerap menembus 40–45 derajat Celsius.
Kementerian Agama bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan program ramah lansia, namun kesiapan mandiri tetap menjadi kunci:
- 1.Pola Istirahat Teratur: Mengurangi ibadah sunnah yang menguras fisik secara berlebihan sebelum fase puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
- 2.Kecukupan Cairan Tubuh: Disiplin minum air zamzam atau air mineral tanpa menunggu rasa haus guna mencegah dehidrasi.
- 3.Pemanfaatan Layanan Murur dan Badal: Mengikuti skema pergerakan resmi dari pemerintah bagi jamaah yang memiliki risiko tinggi atau keterbatasan mobilitas.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Tanya Jawab Seputar Pendaftaran Haji (FAQ)
Berapa biaya setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler saat ini? Setoran awal untuk mendapatkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan nomor porsi resmi dari Kementerian Agama adalah sebesar Rp25.000.000 per jamaah. Dana ini disetorkan ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH). Apakah pedagang kecil atau pekerja lepas tanpa slip gaji bisa mendaftar haji reguler? Bisa. Pendaftaran porsi haji tidak mensyaratkan slip gaji atau bukti penghasilan tetap. Dokumen utama yang dibutuhkan hanyalah KTP aktif, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran/buku nikah/ijazah, serta buku tabungan haji atas nama pendaftar yang telah berisi saldo minimal Rp25.000.000. Bagaimana cara melunasi sisa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) saat nama sudah masuk kuota berangkat? Ketika nama jamaah tercantum dalam daftar alokasi kuota keberangkatan tahun berjalan, jamaah wajib melakukan pemeriksaan kesehatan (istitha'ah kesehatan) di puskesmas/RSUD setempat. Setelah status istitha'ah keluar, jamaah mendatangi bank tempat membuka rekening haji untuk menyetorkan selisih antara setoran awal ditambah nilai manfaat dengan besaran Bipih embarkasi masing-masing pada rentang jadwal yang ditentukan Kemenag.
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



