Artikel19 November 20241 Menit Baca

Jemaah Shalat di Area yang Sudah Ditentukan di Masjidil Haram

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Jemaah Shalat di Area yang Sudah Ditentukan di Masjidil Haram - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara resmi mengimbau seluruh jamaah umroh dan haji untuk menempati saf salat hanya pada area yang telah ditentukan di lingkungan Masjidil Haram. Kebijakan ini...

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara resmi mengimbau seluruh jamaah umroh dan haji untuk menempati saf salat hanya pada area yang telah ditentukan di lingkungan Masjidil Haram. Kebijakan ini diterapkan demi keselamatan fisik jamaah, kelancaran arus pergerakan (flow management), serta menjaga kekhusyukan ibadah di tengah padatnya jutaan umat Islam dari seluruh dunia.

Poin Penting Aturan Saf Salat Masjidil Haram

  • Area Terlarang untuk Salat: Koridor darurat, jalur evakuasi medis, pintu akses keluar-masuk, serta jalur utama lintasan tawaf (*mataf*) dan sai (*mas'a*).
  • Prioritas Area Tawaf: Pelataran Ka'bah (*ground mataf*) difokuskan khusus bagi jamaah yang sedang tawaf; jamaah yang hanya berniat salat fardhu atau i'tikaf diarahkan ke lantai atas atau perluasan baru.
  • Waktu Akses Masuk: Datang minimal 45 hingga 60 menit sebelum adzan berkumandang untuk mengamankan saf resmi di dalam gedung masjid sebelum askar menutup pintu masuk utama.

Mengapa Pengaturan Saf di Masjidil Haram Sangat Ketat?

Kapasitas Masjidil Haram menampung jutaan orang sekaligus, terutama pada puncak musim umroh (seperti bulan Ramadhan) dan musim haji. Ketika waktu salat fardhu mendekat, hambatan sekecil apa pun di jalur pedestrian dapat memicu penumpukan massa (*bottleneck*) yang berisiko menyebabkan insiden desak-desakan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, melalui publikasi resminya di akun media sosial X (@MoHU_En), menggarisbawahi bahwa salat di luar area yang ditentukan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut hak dan keselamatan jamaah lain. Menggelar sajadah di tengah lorong jalan atau di depan pintu utama menghambat jamaah lansia, pengguna kursi roda, dan tim medis darurat yang membutuhkan akses cepat.

Zonasi dan Area yang Dilarang untuk Menggelar Salat

Berdasarkan regulasi otoritas keamanan Masjidil Haram (*General Authority for the Care of the Two Holy Mosques*), askar (petugas keamanan) akan menertibkan dan meminta jamaah berpindah apabila mendirikan salat di titik-titik berikut:

1. Pintu Masuk dan Akses Keluar Utama

Area di sekitar pintu-pintu gerbang utama (seperti King Abdulaziz Gate, King Fahd Gate, dan Bab Ali) merupakan zona transisi massa. Mengisi saf di depan pintu masuk membuat aliran jamaah dari halaman luar terhenti mendadak.

2. Koridor Evakuasi dan Jalur Darurat

Tanda garis merah atau pembatas portabel di koridor dalam masjid berfungsi sebagai jalur evakuasi medis dan ambulans listrik. Jalur ini wajib steril dari jamaah yang duduk maupun salat, tanpa pengecualian.

3. Pelataran Tawaf (Mataf Dasar) pada Jam Tertentu

Mataf lantai dasar diprioritaskan bagi jamaah yang mengenakan kain ihram untuk menunaikan tawaf umroh. Menjelang waktu salat fardhu, askar akan mengatur saf secara bertahap. Jamaah yang tidak sedang tawaf dilarang sengaja duduk menunggu salat di area ini jika sudah melebihi kapasitas yang ditentukan.

4. Jalur Lintasan Kursi Roda dan Kereta Listrik

Jalur khusus kursi roda manual di lantai dasar maupun jembatan layang sa'i tidak boleh dijadikan tempat duduk iktikaf atau salat sunnah karena langsung mengganggu pengguna disabilitas.

Rekomendasi Area Salat yang Aman dan Nyaman

Bagi jamaah asal Indonesia yang ingin beribadah dengan tenang tanpa khawatir ditertibkan petugas, berikut adalah zona salat yang direkomendasikan:

Lokasi SalatTingkat KepadatanKeunggulan & Fasilitas
Gedung Perluasan Raja Abdullah (KAPS)SedangRuangan ber-AC penuh, eskalator luas, fasilitas wudhu dan toilet sangat dekat di lantai bawah tanah.
Lantai 1 & Lantai 2 Masjid EksistingTinggiPandangan langsung ke arah Ka'bah masih terbuka di beberapa titik saf depan.
Area Atap (*Rooftop*)Sedang - RendahUdara terbuka, sangat lapang untuk salat Maghrib, Isya, dan Subuh. Kurang disarankan saat Dzuhur karena panas terik.
Halaman Luar (*Courtyard*)TinggiSangat cepat untuk akses pulang ke hotel di area Jarwal, Syisyah, atau Misfalah, namun saf berada di bawah payung luar.

SOP Jamaah: Cara Mendapatkan Saf Salat yang Sesuai Regulasi

  1. 1.Berangkat Lebih Awal: Bergeraklah dari hotel menuju masjid paling lambat 45-60 menit sebelum azan berkumandang. Jika pintu lantai dasar ditutup oleh askar, patuhi arahan untuk naik ke lantai 2 atau beralih ke sayap Perluasan Raja Abdullah.
  2. 2.Tidak Melawan Arus Jamaah: Ikuti rambu elektronik dan palang pembatas. Jangan mencoba menerobos barikade petugas karena dapat dikenakan sanksi teguran tegas dari otoritas keamanan.
  3. 3.Membawa Kantong Sandal Sendiri: Bawa sandal ke dalam kantong khusus dan letakkan di dekat sajadah Anda. Menaruh sandal sembarangan di lorong jalan sering menjadi alasan jamaah lain tersandung atau barang tertendang hingga hilang.
  4. 4.Segera Berdiri Setelah Salat Selesai: Seusai salat fardhu dan zikir singkat, segera rapikan sajadah jika Anda berada di dekat batas saf lorong agar arus jamaah yang hendak keluar tidak tersendat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan Jamaah)

1. Mengapa askar sering melarang kami salat di lorong meskipun waktu adzan tinggal 5 menit lagi?

Petugas menjalankan SOP sterilisasi jalur darurat. Lorong berfungsi sebagai akses masuk tim medis dan jalur evakuasi jika terjadi insiden. Jamaah wajib berpindah ke saf di dalam saf safar (*prayer hall*) resmi demi keselamatan bersama.

2. Apakah salat di area Perluasan Baru (King Abdullah Expansion) pahalanya sama dengan di depan Ka'bah?

Ya. Berdasarkan fatwa mayoritas ulama dan panduan resmi Kementerian Urusan Islam Arab Saudi, keutamaan salat 100.000 kali lipat berlaku di seluruh area tanah suci Makkah dan seluruh bangunan Masjidil Haram yang tersambung dengan saf imam, bukan hanya di area dekat Ka'bah saja.

3. Bagaimana jika saf salat saya terputus oleh jalur orang berjalan?

Secara fikih salat berjamaah tetap sah selama saf masih tersambung dan suara imam terdengar jelas. Namun, untuk menjaga kekhusyukan dan menghindari orang lain melintas di depan orang yang sedang salat (*sutrah*), jamaah sangat disarankan mengisi saf yang rapat di area berkarpet, bukan di ubin pembatas jalan.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Untuk informasi teknis keberangkatan, regulasi visa, dan pembinaan manasik ibadah sesuai standar pemerintah, jamaah dapat berkonsultasi melalui narahubung resmi:*

  • Email: samiratravelsurabayaterpercaya@gmail.com
Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca