Artikel13 February 20242 Menit Baca

Jemaah Harus Tahu! Ini Etika yang Dianjurkan Saat Berziarah ke Masjid Nabawi

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Jemaah Harus Tahu! Ini Etika yang Dianjurkan Saat Berziarah ke Masjid Nabawi - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Jamaah Harus Tahu! Ini Etika yang Dianjurkan Saat Berziarah ke Masjid Nabawi Berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah merupakan momen yang sangat dinantikan oleh setiap jamaah haji dan...

Jamaah Harus Tahu! Ini Etika yang Dianjurkan Saat Berziarah ke Masjid Nabawi

Berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah merupakan momen yang sangat dinantikan oleh setiap jamaah haji dan umrah. Agar ziarah bernilai ibadah maksimal dan tidak melanggar ketentuan syariat maupun regulasi setempat, jamaah wajib memahami tata krama, doa, serta batasan hukum yang berlaku di lingkungan masjid suci ini.

Poin Penting

1. Adab Khidmat: Masuk mendahulukan kaki kanan, menjaga ketenangan, dan tidak meninggikan suara di area makam Rasulullah SAW.

2. Akses Raudhah Resmi: Kunjungan ke Raudhah wajib memiliki izin (*tasrih*) melalui aplikasi Nusuk demi kelancaran dan ketertiban antrean.

3. Larangan Tegas: Dilarang mengusap atau mencium dinding makam, membawa barang berukuran besar, serta membuat kegaduhan saat beribadah.

6 Etika Pokok Kunjungan Menurut Kementerian Haji dan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara berkala merilis panduan operasional demi menjaga kehormatan Masjid Nabawi serta kenyamanan jutaan jamaah dari seluruh dunia. Panduan resmi ini mencakup enam prinsip utama:

  1. 1.**Mendahulukan Kaki Kanan Saat Masuk

Sunnah Rasulullah SAW menganjurkan untuk selalu mendahulukan anggota badan sebelah kanan untuk perkara-perkara yang mulia, termasuk saat melangkahkan kaki melewati pintu-pintu gerbang Masjid Nabawi.

  1. 1.**Melafalkan Doa Masuk Masjid

Masuklah dengan penuh kerendahan hati seraya membaca doa memohon dibukakannya pintu-pintu rahmat Allah SWT.

  1. 1.**Menyampaikan Salam kepada Rasulullah SAW dan Sahabat

Ketika melintasi area makam (*muwajahah syarifah*), sampaikan salam dengan santun kepada Rasulullah SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq RA, dan Umar bin Khattab RA tanpa berteriak atau berdesak-desakan.

  1. 1.**Menjaga Sikap Khusyuk dan Tertib

Fokuskan diri pada ibadah shalat sunnah, tilawah Al-Qur'an, dan tafakur. Hindari bersenda gurau atau sibuk mengambil dokumentasi foto/video secara berlebihan yang dapat mengganggu kekhusyukan jamaah lain.

  1. 1.**Memaksimalkan Dzikir dan Doa

Manfaatkan setiap detik di Masjid Nabawi untuk memperbanyak istighfar, shalawat, dan munajat, khususnya di area Raudhah al-Syarifah.

  1. 1.**Menjaga Nada Bicara (Larangan Bersuara Keras)

Allah SWT secara khusus mengingatkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 2 agar umat Islam tidak meninggikan suara di hadapan Nabi. Larangan ini tetap berlaku secara adab ketika berada di dalam masjid beliau.

Bacaan Doa Masuk Masjid Nabawi

Berdasarkan buku saku manasik resmi Kementerian Agama RI dan rujukan hadits shahih, berikut doa yang dianjurkan saat melangkah masuk ke dalam masjid:

Versi Pertama (Doa Masuk Kota dan Masjid Suci):

Poin Penting Panduan

• arabic

• بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ , رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لىِ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاَناً نَصِيْراً

*Bismillah wa’alaa millati rasulillaahi. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min ladunka sulthaana nashiiraa.*

Catatan Penting

Artinya: "Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)."

Versi Kedua (Hadits Riwayat At-Tirmidzi):

Poin Penting Panduan

• arabic

• أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

*A’udzu billahil-‘azhimi wa bi wajhihil-karimi wa sulthanihil-qadimi min asy-syaithani ar-rajimi, bismillah walhamdulillah. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad. Allahummaghfirli dzunubi wa-ftah li abwaba rahmatika.*

Catatan Penting

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada wajah-Nya Yang Mulia, dan kepada kekuasaan-Nya Yang Kekal, dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."

Panduan Teknis Kunjungan Raudhah dan Makam Rasulullah

Ziarah makam Nabi dan area Raudhah saat ini diatur ketat oleh otoritas keamanan dan pengelola Masjid Nabawi (*General Authority for the Care of the Two Holy Mosques*).

1. Tata Cara Salam di Hadapan Makam

Saat barisan jamaah bergerak melalui pintu As-Salam (*Bab as-Salam*), berjalanlah perlahan menghadap dinding makam dengan pandangan tertunduk sopan:

  • Ucapkan salam ke makam Rasulullah SAW: *"Assalamu'alaika ya Rasulullah wa rahmatullahi wa barakatuh."*
  • Geser satu langkah ke kanan, ucapkan salam ke makam Abu Bakar RA: *"Assalamu'alaika ya Aba Bakrin ash-Shiddiq."*
  • Geser satu langkah lagi ke kanan, ucapkan salam ke makam Umar bin Khattab RA: *"Assalamu'alaika ya Umara bin al-Khattab al-Faruq."*
  • Teruskan berjalan keluar melalui pintu Baqi (*Bab al-Baqi*). Dilarang berhenti berlama-lama hingga memicu sumbatan antrean.

2. Penggunaan Aplikasi Nusuk

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan sistem reservasi digital:

  • Setiap jamaah hanya berhak masuk ke Raudhah satu kali dalam jangka waktu tertentu (biasanya sekali dalam 365 hari untuk akun Nusuk individu, disesuaikan dengan regulasi musim berjalan).
  • Jadwal ziarah dibagi berdasarkan jenis kelamin (waktu khusus jamaah laki-laki dan waktu khusus jamaah perempuan).
  • Pastikan barcode izin (*tasrih*) sudah terbit di aplikasi Nusuk sebelum mendekati gerbang pemeriksaan.

Matriks Praktis Larangan dan Tindakan yang Dianjurkan

Kategori | DILARANG (Mendapat Teguran Askar) | DIANJURKAN (Sesuai Sunnah & Aturan) |

:--- | :--- | :--- |

Sikap Fisik | Mengusap, mencium jeruji makam, atau menempelkan kain kafan/baju ke dinding. | Menundukkan pandangan, berdiri tegak, bersikap tawadhu. |

Arah Doa | Menghadap ke arah makam saat memanjatkan doa panjang. | Menghadap kiblat ketika berdoa setelah selesai mengucap salam. |

Barang Bawaan | Membawa koper, tas ransel ukuran besar, atau makanan berminyak ke dalam saf. | Membawa tas serut kecil untuk menyimpan sandal dan barang berharga pribadi. |

Dokumentasi | Menggunakan tripod, menyalakan lampu kilat (*flash*), atau berswafoto membentangkan bendera/spanduk rombongan. | Menyimpan ponsel di saku dalam keadaan senyap saat prosesi ziarah. |

Tanya Jawab (FAQ) Jamaah

1. Apakah sah ibadah umrah seseorang jika tidak berziarah ke Masjid Nabawi?

Ibadah umrah tetap sah. Rukun dan wajib umrah seluruhnya berada di kota Makkah (ihram, thawaf, sa'i, dan tahallul). Ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah hukumnya sunnah muakkadah, yakni amalan penyempurna yang sangat dianjurkan untuk memakmurkan masjid Nabi dan menghormati beliau.

2. Bagaimana jika saya tidak kebagian jadwal (*tasrih*) Raudhah di aplikasi Nusuk?

Jamaah dapat berkoordinasi langsung dengan ketua rombongan (*muthawwif*) dari pihak travel penyelenggara. Sering kali pihak muassasah/penyedia layanan lokal mengurus *tasrih* kolektif untuk rombongan jamaah. Jika belum tersedia, cek aplikasi Nusuk secara berkala pada jam-jam pergantian kuota (biasanya menjelang shalat fardhu atau tengah malam).

3. Bagaimana aturan masuk Masjid Nabawi bagi jamaah wanita yang sedang haid?

Wanita yang sedang haid dilarang masuk dan berdiam diri di dalam area shalat utama Masjid Nabawi. Kendati demikian, jamaah wanita yang berhalangan tetap diperbolehkan duduk di pelataran luar masjid untuk mendengarkan lantunan azan, berdzikir, membaca doa harian, dan bershalawat dari luar bangunan masjid.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca