
# Panduan Lengkap Amalan Sunnah Sebelum Melaksanakan Ibadah Umrah Sesuai Tuntunan Amalan sunnah sebelum ihram dilakukan sebelum seorang jamaah melafalkan niat umrah di miqat. Rangkaian sunnah ini mencakup kebersihan fisik...
Panduan Lengkap Amalan Sunnah Sebelum Melaksanakan Ibadah Umrah Sesuai Tuntunan
Amalan sunnah sebelum ihram dilakukan sebelum seorang jamaah melafalkan niat umrah di miqat. Rangkaian sunnah ini mencakup kebersihan fisik (seperti memotong kuku dan mencukur bulu tertentu), mandi besar, mengenakan wewangian di badan, berpakaian serba putih, serta mendirikan salat sunnah dua rakaat.
Menjalankan amalan sunnah ini bukan syarat sah ibadah, namun sangat dianjurkan untuk menyempurnakan pahala, menjaga kekhusyukan, dan meneladani tata cara ibadah Rasulullah SAW secara tepat.
1. Batas Waktu Penggunaan Wewangian: Parfum hanya boleh diaplikasikan ke tubuh sebelum niat ihram diucapkan di miqat. Begitu niat dilafalkan, larangan ihram langsung berlaku penuh, termasuk larangan memakai wewangian.
2. Kebersihan Fisik Dilakukan Lebih Awal: Pemotongan kuku dan pencukuran rambut sebaiknya diselesaikan di hotel transit atau sebelum bertolak ke miqat guna menghindari pelanggaran larangan ihram.
3. Pakaian Ihram Sesuai Syariat: Laki-laki wajib mengenakan dua lembar kain tanpa jahitan terpasang dan disunnahkan berwarna putih bersih, sedangkan perempuan bebas memakai pakaian muslimah syar'i yang menutup aurat tanpa menutup wajah dan telapak tangan.
8 Rangkaian Amalan Sunnah Sebelum Umrah
Berikut adalah rincian tata cara pelaksanaan sunnah sebelum berihram yang dirangkum dari literatur fikih dan hadis shahih:
- Persiapan Fisik di Hotel/Bandara
- 1. Bersih-bersih: potong kuku, rapikan kumis, cukur bulu ketiak & kemaluan
- 2. Mandi besar (janabah/sunnah ihram)
- 3. Memakai parfum pada anggota badan (bukan pada kain ihram)
- Menjelang / Di Miqat
- 4. Memakai kain ihram putih bagi laki-laki
- 5. Salat sunnah dua rakaat (atau salat fardhu jika bertepatan waktunya)
- 6. Mengucapkan niat ihram umrah
- Setelah Berihram Menuju Makkah
- 7. Melantunkan talbiyah secara terus-menerus
- 8. Memperbanyak doa ma'tsur dan zikir
1. Membersihkan Badan dan Merapikan Diri
Sebelum mengenakan kain ihram dan berniat, jamaah disunnahkan merapikan tubuh dengan memotong kuku tangan dan kaki, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, serta merapikan kumis atau jenggot. Mengapa hal ini penting? Karena begitu niat ihram dilafalkan di miqat, mencabut atau memotong sehelai rambut maupun kuku menjadi haram dan pelanggarnya dikenakan denda (*dam*).
2. Mandi Sunnah Ihram
Mandi sunnah ihram dianjurkan bagi seluruh jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi wanita yang sedang dalam kondisi haid atau nifas. Rasulullah SAW mandi sebelum beliau berihram untuk haji maupun umrah. Mandi ini bertujuan untuk menyegarkan badan dan memastikan kebersihan sebelum memulai rangkaian safar ibadah.
3. Memakai Wangi-wangian pada Tubuh
Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa beliau memakaikan wewangian kepada Rasulullah SAW ketika hendak berihram.
Poin teknis yang wajib diperhatikan jamaah:
- Wangi-wangian dioleskan hanya pada badan (misalnya ketiak, leher, atau dada), bukan pada kain ihram.
- Penggunaan wewangian harus selesai sebelum Anda melafalkan niat ihram di miqat.
- Apabila aroma wangi masih tercium dari badan setelah berniat, hal tersebut diperbolehkan dan tidak membatalkan ihram, asalkan tidak dioleskan ulang.
4. Mengenakan Pakaian Ihram Berwarna Putih
Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan memakai dua lembar kain ihram (izar dan rida') yang berwarna putih, bersih, dan tidak berjahit yang membentuk lekuk tubuh. Penggunaan warna putih mencerminkan kesetaraan dan kebersihan. Bagi jamaah perempuan, pakaian cukup busana muslimah longgar, tebal, dan sopan, dengan wajah dan kedua telapak tangan tetap terbuka.
5. Melaksanakan Salat Sunnah Dua Rakaat
Setelah berpakaian ihram dan sebelum mengikrarkan niat, jamaah disunnahkan mendirikan salat sunnah dua rakaat di miqat (seperti di Masjid Dzulhulaifah/Bir Ali atau di tempat persiapan).
- Rakaat pertama: Setelah membaca Surah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun.
- Rakaat kedua: Setelah membaca Surah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.
Jika waktu kedatangan di miqat bertepatan dengan waktu salat fardhu atau salat sunnah tahiyatul masjid, salat tersebut sudah mencukupi tanpa harus menambah salat khusus.
6. Melafalkan Niat Umrah di Titik Miqat
Usai salat, jamaah menghadapkan diri ke arah kiblat dan melafalkan niat ihram:
**لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
*Labbaikallahumma ‘umratan*
(Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah).
Sejak detik ini, status Anda resmi menjadi *muhrim* (orang yang sedang berihram), dan seluruh larangan ihram berlaku secara mutlak.
7. Memperbanyak Bacaan Talbiyah
Setelah berniat, amalan utama sepanjang perjalanan dari miqat menuju Masjidil Haram adalah memperbanyak talbiyah. Bagi laki-laki disunnahkan mengeraskan suara secara wajar, sedangkan perempuan melafalkannya dengan suara pelan.
Lafaz talbiyah:
**لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
*Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, laa syariika lak.*
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."
Talbiyah terus dilantunkan hingga jamaah hendak memulai putaran pertama thawaf di Ka'bah.
8. Memperbanyak Doa dan Zikir Ma'tsur
Sepanjang perjalanan safar ibadah, pintu doa terbuka lebar. Jamaah disunnahkan membaca doa saat memohon ampunan, meminta keridaan surga, dan memohon perlindungan dari siksa neraka, baik dengan doa berbahasa Arab maupun bahasa yang dipahami sendiri.
Keutamaan Menunaikan Ibadah Umrah
Melaksanakan umrah dengan benar dan memenuhi tuntunan sunnah mendatangkan berbagai fadhilah besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis sahih:
| Keutamaan Umrah | Dalil Rujukan | Penjelasan Praktis |
|---|---|---|
| Pelebur Dosa Antara Dua Umrah | HR. Bukhari & Muslim | Menghapuskan dosa-dosa kecil yang terjadi di antara rentang waktu pelaksanaan umrah sebelumnya hingga sekarang. |
| Doa Dikabulkan (Mustajab) | HR. Ibnu Majah | Jamaah berkedudukan sebagai tamu istimewa (*wafdullah*), sehingga permohonan yang dipanjatkan memiliki peluang besar diijabah. |
| Jihad bagi Wanita dan Lansia | HR. Ibnu Khuzaimah | Ibadah fisik yang bernilai setara jihad fisabilillah tanpa pertumpahan darah bagi perempuan dan orang tua. |
| Menghilangkan Kefakiran | HR. An-Nasa'i & Tirmidzi | Pengeluaran harta untuk biaya safar umrah dibalas dengan pembukaan pintu-pintu rezeki dan keberkahan hidup. |
Tanya Jawab Seputar Sunnah Sebelum Ihram (FAQ)
1. Bagaimana jika jamaah mengambil miqat di pesawat (Yalamlam/Qarnul Manazil), kapan waktu mandi dan memakai wangi-wangian?
Seluruh persiapan fisik seperti potong kuku, mandi sunnah, berpakaian ihram, dan memakai wangi-wangian sebaiknya dilakukan di hotel sebelum check-out atau di bandara keberangkatan. Saat berada di pesawat, jamaah tinggal mendirikan salat sunnah di kursi (jika memungkinkan) dan membaca niat ihram saat pilot mengumumkan bahwa pesawat mendekati garis miqat.
2. Apakah sah umrah seseorang jika ia lupa mandi sunnah atau tidak memakai kain putih?
Ibadah umrahnya tetap sah. Mandi dan pemilihan kain putih berstatus sunnah, bukan rukun maupun syarat sah. Namun demikian, sengaja meninggalkannya berarti melewatkan kesempurnaan pahala yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
3. Bolehkah jamaah perempuan memakai bedak atau wewangian sebelum niat ihram?
Perempuan disunnahkan menjaga kebersihan badan dan boleh memakai wewangian yang baunya tidak menyengat/tercium oleh laki-laki bukan mahram. Sebagian ulama menganjurkan jamaah wanita menghindari parfum beraroma tajam demi menjaga adab safar dan menghindari fitnah.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.


