Blog17 May 20242 Menit Baca

Jemaah Haji Kloter UPG 5 Makassar yang Pesawatnya Sempat Terbakar Sudah Tiba

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Jemaah Haji Kloter UPG 5 Makassar yang Pesawatnya Sempat Terbakar Sudah Tiba - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Seluruh jamaah haji kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) resmi mendarat dengan selamat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (16/5/2024) pukul 04.02...

Seluruh jamaah haji kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) resmi mendarat dengan selamat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (16/5/2024) pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan ini menandai berakhirnya ketegangan setelah penerbangan awal mereka mengalami insiden percikan api pada mesin pesawat sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Poin Penting

1. Sebanyak 450 jamaah haji kloter UPG-05 tiba dalam kondisi sehat dan selamat di Bandara Madinah setelah sempat tertunda akibat kendala teknis mesin pesawat.

2. Prosedur penanganan darurat maskapai dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berjalan sesuai standar operasional penerbangan internasional (RTB/Return to Base).

3. Jamaah langsung diakomodasi di hotel sektor Madinah dan melanjutkan agenda ibadah Arbain tanpa gangguan jadwal signifikan.

Kronologi Insiden Teknis dan Penerbangan Pengganti UPG-05

Perjalanan kloter UPG-05 bermula saat pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1105 lepas landas dari Makassar menuju Madinah pada Rabu (15/5/2024) pukul 15.30 WITA. Tak lama setelah lepas landas, pilot mendeteksi adanya malafungsi mesin yang memicu percikan api.

Mengutamakan keselamatan operasional, pilot memutuskan untuk melakukan prosedur *Return to Base* (RTB) ke Bandara Sultan Hasanuddin. Sebelum mendarat darurat, pesawat Boeing 747-400 tersebut melakukan prosedur *holding* (berputar di udara) guna mengurangi bobot bahan bakar agar memenuhi batas berat pendaratan aman (*maximum landing weight*). Pesawat berhasil menyentuh landasan pacu dengan mulus pada pukul 17.15 WITA tanpa ada korban luka.

Selama proses investigasi teknis dan sterilisasi armada berlangsung, seluruh jamaah dipulangkan sementara ke Asrama Haji Sudiang, Makassar. PPIH bersama pihak maskapai segera mengalihkan penerbangan jamaah menggunakan armada pengganti yang semula disiapkan untuk kloter UPG-06. Kloter UPG-05 akhirnya diberangkatkan kembali pada pukul 22.05 WITA di hari yang sama. Rincian Operasional | Keterangan |

:--- | :--- |

Kloter / Embarkasi | UPG-05 (Makassar, Sulawesi Selatan) |

Penerbangan Asal (Insiden) | GA-1105 (Take off 15.30 WITA, RTB 17.15 WITA) |

Penerbangan Pengganti | Diberangkatkan kembali pukul 22.05 WITA |

Waktu Kedatangan Madinah | Kamis, 16 Mei 2024, pukul 04.02 WAS |

Bandara Tujuan | Bandara AMAA Madinah (Gate Hajj) |

Total Jamaah & Petugas | 450 orang (Lengkap dan selamat) |

Penyambutan Haru dan Sujud Syukur di Bandara Madinah

Setibanya di Gate Hajj Bandara AMAA Madinah, suasana haru menyelimuti terminal kedatangan internasional. Sejumlah jamaah spontan bersujud syukur tepat setelah melewati pemeriksaan paspor (*imigrasi fast track* dan manual).

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdillah, menyatakan apresiasi mendalam terhadap kesabaran para jamaah serta koordinasi cepat seluruh pihak. Seluruh 450 orang—terdiri atas jamaah haji reguler, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter—dilaporkan dalam kondisi fisik yang prima dan langsung diarahkan menuju bus antarkota untuk diantar ke hotel masing-masing di kawasan Markaziyah Madinah.

Siti Rasia Leman, salah seorang jamaah UPG-05, menuturkan rasa leganya setelah melewati situasi mencekam. Hal senada disampaikan Abdussalam, jamaah lainnya, yang memuji kesigapan petugas asrama haji dan maskapai dalam menjamin suplai konsumsi, kenyamanan istirahat darurat, dan informasi berkala selama masa tunggu di Makassar.

Langkah Mitigasi Keselamatan Penerbangan Haji

Bagi praktisi industri perjalanan ibadah, insiden seperti ini menjadi bukti nyata pentingnya penerapan SOP keselamatan aviasi yang ketat. Jamaah haji dan umroh perlu memahami bahwa tindakan pembatalan terbang atau pendaratan kembali (*RTB*) bukanlah tanda kelalaian semata, melainkan wujud kepatuhan tertinggi terhadap regulasi penerbangan sipil (*Civil Aviation Safety Regulations*).

Berikut protokol standar yang wajib dipahami jamaah saat menghadapi kendala operasional penerbangan:

  1. 1.Kepatuhan pada Arahan Awak Kabin (*Cabin Crew*): Jangan panik, tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang, dan hindari mengambil barang di kompartemen kabin atas saat terjadi manuver darurat.
  2. 2.Koordinasi Terpusat Melalui Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu): Informasi valid hanya bersumber dari ketua kloter dan otoritas maskapai/Kemenag untuk menghindari kepanikan akibat kabar bohong (*hoaks*).
  3. 3.Manajemen Hak Jamaah: Maskapai berkewajiban menyediakan ruang tunggu yang layak, konsumsi (*delay management*), akomodasi jika delay melebihi batas waktu tertentu, serta pesawat pengganti yang layak terbang (*airworthy*).

Seluruh rangkaian ibadah kloter UPG-05 di Madinah dipastikan tetap berjalan normal. Jamaah langsung diintegrasikan ke dalam jadwal ziarah Raudhah, ziarah kota Madinah, dan persiapan Arbain sebelum nantinya bergeser ke Makkah Al-Mukarramah untuk menyongsong puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tanya Jawab Seputar Operasional Jamaah Haji (FAQ)

1. Apakah keterlambatan akibat insiden teknis pesawat mengurangi waktu ibadah jamaah di Madinah?

Secara umum tidak mengurangi esensi ibadah. PPIH Arab Saudi menerapkan sistem penyesuaian jadwal (*rescheduling*) slot hotel dan pendaftaran masuk Raudhah melalui aplikasi Nusuk, sehingga hak ibadah Arbain jamaah tetap terpenuhi secara proporsional sebelum jadwal keberangkatan ke Makkah.

2. Apa yang harus dilakukan jamaah jika barang bawaan atau koper terpisah akibat pergantian pesawat darurat?

Barang bagasi tercatat (*checked baggage*) sepenuhnya dikelola oleh sistem penanganan bagasi (*ground handling*) maskapai dan PPIH. Jamaah cukup melapor kepada Ketua Kloter atau Seksi Pelayanan Kedatangan dan Keberangkatan (Yanpul) Daker Bandara jika terdapat ketidaksesuaian bagasi saat tiba di hotel.

3. Ke mana jamaah atau keluarga di tanah air bisa memverifikasi informasi resmi keberangkatan dan kedatangan haji?

Keluarga dapat memantau kanal resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, aplikasi Haji Pintar, atau menghubungi layanan aduan PPIH melalui pusat informasi resmi yang disediakan selama musim operasional haji berlangsung.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Untuk konsultasi pemilihan paket, ketersediaan kursi penerbangan, dan pendaftaran resmi:

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca