Info Samira7 July 20221 Menit Baca

Jama’ah Haji Samira Travel Mulai Melakukan Haji Tamattu

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Jama’ah Haji Samira Travel Mulai Melakukan Haji Tamattu - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Jamaah Haji Samira Travel Mulai Melaksanakan Rangkaian Manasik Haji Tamattu Jamaah haji Samira Travel yang tiba di Tanah Suci pada gelombang pertama maupun kedua umumnya melaksanakan manasik Haji Tamattu....

Jamaah Haji Samira Travel Mulai Melaksanakan Rangkaian Manasik Haji Tamattu

Jamaah haji Samira Travel yang tiba di Tanah Suci pada gelombang pertama maupun kedua umumnya melaksanakan manasik Haji Tamattu. Pelaksanaan Haji Tamattu diawali dengan menyelesaikan ibadah umrah wajib (tawaf, sai, dan tahallul awal) terlebih dahulu di Masjidil Haram, kemudian bertahallul penuh sehingga seluruh larangan ihram terlepas. Jamaah baru akan berihram kembali untuk ibadah haji saat memasuki tanggal 8 Dzulhijjah menuju Mina atau Arafah.

Poin Penting

Definisi Tamattu: Mendahulukan umrah wajib di bulan-bulan haji, bertahallul penuh, lalu berniat ihram haji pada 8 Dzulhijjah.

Keleluasaan Ihram: Jamaah tidak terikat larangan ihram selama masa jeda antara selesainya umrah wajib hingga hari Tarwiyah/Wukuf.

Kewajiban Dam: Pelaksana Haji Tamattu wajib membayar dam (denda) berupa penyembelihan seekor kambing di tanah suci atau berpuasa 10 hari jika tidak mampu.

Alasan Haji Tamattu Dipilih Sebagian Besar Jamaah Indonesia

Berdasarkan tinjauan fiqih dan kondisi fisik jamaah Indonesia, Haji Tamattu merupakan pilihan yang paling realistis dan minim risiko pelanggaran ihram. Jamaah Samira Travel yang mendarat di Madinah (Gelombang I) maupun Jeddah (Gelombang II) memiliki waktu tunggu beberapa hari hingga beberapa pekan sebelum puncak haji dimulai pada 9 Dzulhijjah di Arafah.

Jika memilih Haji Qiran atau Ifrad, jamaah harus mempertahankan status ihram sejak kedatangan hingga tanggal 10 Dzulhijjah (setelah melempar Jumrah Aqabah dan tahallul). Menjaga larangan ihram—seperti tidak memakai wewangian, tidak memotong kuku atau rambut, serta bagi pria tidak mengenakan pakaian berjahit—dalam rentang waktu berminggu-minggu di tengah cuaca panas Arab Saudi dinilai sangat memberatkan fisik dan psikis jamaah.

Dengan Haji Tamattu, jamaah dapat beristirahat, memakai pakaian biasa sehari-hari, menjaga kebersihan tubuh secara maksimal, dan mengumpulkan energi cadangan untuk rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Tahapan Pelaksanaan Haji Tamattu Bersama Samira Travel

Tim pembimbing ibadah (muthawwif dan asatidz) Samira Travel mengawal jamaah melalui tahapan manasik yang terstruktur sejak di tanah air hingga prosesi di tanah suci:

1. Pelaksanaan Umrah Wajib (Kedatangan di Makkah)

  • Miqat: Jamaah Gelombang I mengambil miqat di Dzulhulaifah (Bir Ali) saat berangkat dari Madinah ke Makkah. Jamaah Gelombang II mengambil miqat di asrama haji/bandara keberangkatan, di atas pesawat sebelum melintasi Yalamlam, atau di Bandara King Abdulaziz Jeddah sesuai fatwa yang disepakati tim syariah travel.
  • Rukun Umrah: Setibanya di Makkah, jamaah check-in hotel, meletakkan koper, lalu bergerak bersama rombongan menuju Masjidil Haram untuk Tawaf Qudum/Umrah dan Sai.
  • Tahallul Umrah: Jamaah memotong atau mencukur sebagian rambut kepala. Setelah tahallul ini, ibadah umrah selesai dan seluruh larangan ihram gugur.

2. Masa Menunggu Puncak Haji (Masa Jeda)

Selama fase jeda ini, jamaah berstatus sebagai mukim biasa. Samira Travel mengoptimalkan waktu ini untuk:

  • Pembinaan manasik pemantapan Armuzna di ballroom hotel.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala oleh dokter dan tenaga medis pendamping.
  • Memperbanyak shalat fardhu dan tilawah di Masjidil Haram secara mandiri atau berkelompok, tanpa memaksakan fisik secara berlebihan.

3. Pembayaran Dam Tamattu

Jamaah yang mengambil manasik Tamattu diwajibkan menyembelih satu ekor kambing. Pengelolaan dam difasilitasi melalui lembaga resmi yang ditunjuk oleh otoritas Arab Saudi (seperti Adahi) agar distribusi daging tepat sasaran kepada fakir miskin dan terhindar dari calo tidak resmi.

4. Pelaksanaan Ibadah Haji (8 - 13 Dzulhijjah)

  • 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah): Jamaah mandi sunnah, mengenakan kembali kain ihram dari hotel masing-masing di Makkah, memasang niat haji (*Labbaikallaahumma hajjan*), dan diberangkatkan menuju Mina atau langsung ke Arafah sesuai skema operasional maktab.
  • 9 Dzulhijjah (Wukuf di Arafah): Inti ibadah haji, dilaksanakan sejak tergelincirnya matahari hingga terbenam.
  • Malam 10 Dzulhijjah (Muzdalifah): Mabit singkat dan mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah.
  • 10 - 12/13 Dzulhijjah (Mina): Mabit di tenda Mina, melempar Jumrah Aqabah, dilanjutkan Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada hari Tasyrik (Nafar Awal atau Nafar Tsani).
  • Tawaf Ifadhah, Sai, dan Tawaf Wada: Dilaksanakan setelah masa mabit di Mina selesai untuk menyempurnakan seluruh rukun haji.

Perbandingan Ringkas Jenis-Jenis Haji

  • Kategori: Urutan Ibadah; Haji Tamattu: Umrah dulu, baru Haji; Haji Ifrad: Haji saja (Umrah di luar waktu haji); Haji Qiran: Umrah dan Haji digabung sekaligus
  • Kategori: Status Ihram; Haji Tamattu: Lepas ihram setelah umrah; Haji Ifrad: Terus berihram hingga 10 Dzulhijjah; Haji Qiran: Terus berihram hingga 10 Dzulhijjah
  • Kategori: Kewajiban Dam; Haji Tamattu: Wajib (Kambing/Puasa); Haji Ifrad: Tidak Ada; Haji Qiran: Wajib (Kambing/Puasa)
  • Kategori: Tingkat Kesulitan Fisik; Haji Tamattu: Paling ringan / fleksibel; Haji Ifrad: Berat (menjaga ihram lama); Haji Qiran: Berat (menjaga ihram lama)

Panduan Jamaah Menjelang Keberangkatan ke Armuzna

Bagi jamaah Samira Travel yang telah menyelesaikan umrah wajib dan sedang menanti tanggal 8 Dzulhijjah, perhatikan hal-hal teknis berikut:

  1. 1.Kelola Tenaga: Hindari umrah sunnah berkali-kali dari Tan'im atau Ji'ranah yang menguras fisik. Puncak haji membutuhkan stamina penuh saat jalan kaki di Mina dan ketahanan cuaca di Arafah.
  2. 2.Kebutuhan Medis Pribadi: Pastikan obat-obatan rutin pribadi (antihipertensi, diabetes, asma) sudah disiapkan dalam tas tenteng kecil (*daypack*) untuk kebutuhan 5 hari di Armuzna.
  3. 3.Penyelarasan Niat dan Dokumen: Simpan paspor, gelang identitas Kementerian Agama, dan kartu Nusuk (identitas maktab) secara aman. Jangan melepas gelang identitas dalam kondisi apa pun.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Pertanyaan Seputar Haji Tamattu (FAQ)

1. Kapan waktu paling lambat pembayaran dam haji Tamattu?

Penyembelihan dam haji Tamattu sah dilakukan sejak jamaah berniat ihram umrah pada bulan-bulan haji, namun paling utama disembelih pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) di tanah haram Makkah.

2. Bagaimana jika jamaah tidak mampu membayar dam seekor kambing?

Sesuai dalil syariat (QS. Al-Baqarah: 196), jamaah yang tidak mampu secara finansial untuk membeli kambing wajib menggantinya dengan berpuasa selama 10 hari: 3 hari dikerjakan selama berada di tanah suci (sebelum atau selama hari tasyrik bagi yang berpendapat membolehkan), dan 7 hari sisanya dikerjakan setelah kembali ke tanah air.

3. Apakah wanita yang mengalami haid saat tiba di Makkah tetap bisa Haji Tamattu?

Jamaah wanita yang haid saat tiba di Makkah tetap berihram di miqat. Jika masa haid belum selesai hingga tanggal 8 Dzulhijjah tiba, pembimbing ibadah akan mengarahkan jamaah untuk beralih niat (*idkhalul haji 'alal umrah*) menjadi Haji Qiran, sehingga langsung melanjutkan manasik haji ke Arafah tanpa menyelesaikan tawaf umrah terlebih dahulu. Konsultasikan langsung perubahan teknis ini kepada pembimbing syariah Samira Travel di hotel.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca