Artikel18 January 20232 Menit Baca

Fenomena Arab Saudi yang Menghijau di Awal Tahun

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Fenomena Arab Saudi yang Menghijau di Awal Tahun - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Pemandangan pegunungan tandus di sekitar Makkah, Jeddah, dan Taif yang berubah menjadi hamparan rumput hijau di awal tahun merupakan akibat langsung dari anomali curah hujan tinggi yang melanda wilayah barat...

Pemandangan pegunungan tandus di sekitar Makkah, Jeddah, dan Taif yang berubah menjadi hamparan rumput hijau di awal tahun merupakan akibat langsung dari anomali curah hujan tinggi yang melanda wilayah barat Arab Saudi selama musim dingin. Fenomena hidrometeorologi ini membangkitkan kembali vegetasi dorman di padang pasir sekaligus membuktikan kebenaran hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai tanda-tanda akhir zaman.

Poin Penting

1. Penyebab Ilmiah: Curah hujan ekstrem berkepanjangan pada periode Desember–Januari memicu tumbuhnya benih tanaman liar gurun yang dorman dan membentuk aliran air di lembah-lembah kering (*wadi*).

2. Kajian Geologi & Sejarah: Riset ilmiah modern (seperti *Green Arabia Project*) membuktikan bahwa Jazirah Arab dulunya merupakan padang rumput basah berdanau pada era glasial ribuan tahun silam.

3. Tinjauan Syariat: Peristiwa ini mengingatkan umat Islam pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Shahih Muslim mengenai tanah Arab yang akan kembali subur dan berlimpah sungai menjelang kiamat.

Kronologi Alam dan Penyebab Terjadinya Arab Saudi Menghijau

Laporan dari *Saudi Press Agency* (SPA) dan media regional mengonfirmasi bahwa pegunungan berbatu di rute Makkah-Madinah, perbukitan Taif, hingga kawasan pesisir Jeddah ditumbuhi rerumputan hijau pekat. Tidak hanya gunung yang menghijau, fenomena langka lain juga muncul di Wadi al-Rummah—salah satu lembah sungai terpanjang di Jazirah Arab—yang terisi luapan air bah hingga membentuk danau temporer di tengah gurun.

Secara ilmiah, fenomena ini terjadi karena kombinasi faktor cuaca berikut:

  • Hujan Musim Dingin Berkelanjutan: Siklon dan palung tekanan rendah di Laut Merah mengalirkan uap air dalam volume besar ke daratan barat Arab Saudi sepanjang akhir tahun hingga awal tahun.
  • Mekanisme Dormansi Benih Gurun: Benih rumput dan tumbuhan gurun memiliki ketahanan adaptif tinggi. Benih-benih ini sanggup terkubur puluhan tahun dalam kekeringan ekstrem dan baru berkecambah serentak ketika tanah menerima saturasi air yang cukup.
  • Perubahan Iklim Regional: Fluktuasi iklim global memengaruhi pola curah hujan di Timur Tengah, membuat intensitas hujan singkat berubah menjadi hujan lebat berseri yang memicu banjir bandang dan peremajaan tanah.

Bukti Geologis: Jazirah Arab Memang Dulunya Tanah yang Subur

Fenomena menghijaunya wilayah tandus ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri tanpa dasar ilmiah masa lampau. Peneliti geologi internasional, salah satunya Profesor Alfred Kröner dari *Johannes Gutenberg-University Mainz*, Jerman, memaparkan bukti bahwa Jazirah Arab pada masa prasejarah beriklim basah.

Proyek Penelitian Green Arabia

Penelitian arkeologi modern melalui *Green Arabia Project*—yang melibatkan para peneliti internasional dan otoritas purbakala Saudi—menemukan jejak fosil hewan air tawar, danau purba, serta alat batu manusia purba di kedalaman gurun pasir Rub' al-Khali dan kawasan Al-Faw.

Data paleoklimatologi mencatat:

  1. 1.Siklus Glasial dan Interglasial: Sekitar 100.000 hingga 10.000 tahun yang lalu, Bumi melewati fase glasial (zaman es). Ketika es di kutub mencair dan bergeser, sabuk hujan monsun melintasi wilayah Arab, menjadikannya padang rumput hijau berawa dan bersungai.
  2. 2.Siklus Cuaca Bumi yang Berulang: Bumi terus mengalami pergeseran orbit dan kemiringan sumbu secara perlahan (*siklus Milankovitch*), yang memungkinkan pola cuaca basah masa lalu perlahan kembali ke kawasan Timur Tengah di masa depan.

Tinjauan Hadits Nabawi tentang Menghijaunya Tanah Arab

Bagi umat Islam, fenomena alam ini menggetarkan hati karena menjadi saksi mukjizat kenabian. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan peristiwa ini lebih dari 1.400 tahun silam, ketika bangsa Arab sama sekali belum mengenal penelitian geologi modern.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Catatan Penting

*"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga harta menjadi banyak dan melimpah ruah, sampai-sampai seorang laki-laki keluar membawa zakat hartanya namun tidak menemukan orang yang mau menerimanya, dan hingga tanah Arab kembali menjadi padang-padang rumput dan sungai-sungai."*

**(HR. Muslim no. 157)

Penggunaan kata *"kembali"* (*ta'uda*) dalam teks hadits tersebut secara presisi menandakan bahwa tanah Arab pada mulanya adalah wilayah yang hijau dan berair, lalu menjadi tandus, dan kelak kembali subur mendekati akhir zaman.

Perbandingan Kondisi Ekologis Jazirah Arab

  • Periode Waktu: Zaman Glasial (>10.000 SM); Karakteristik Lingkungan: Hutan sabana, danau air tawar, sungai aktif; Bukti Fisik / Catatan Sejarah: Fosil gajah purba, kuda nil, dan sedimen danau di Rub' al-Khali
  • Periode Waktu: Era Kenabian (Abad ke-7 M); Karakteristik Lingkungan: Tandus, gurun pasir dominan, oasis terbatas; Bukti Fisik / Catatan Sejarah: Catatan jalur kafilah dagang Quraisy dan teks literatur klasik
  • Periode Waktu: Era Modern (Saat Ini); Karakteristik Lingkungan: Dominan gurun, tetapi mengalami anomali hujan lebat; Bukti Fisik / Catatan Sejarah: Gunung Makkah menghijau, luapan danau Wadi al-Rummah
  • Periode Waktu: Masa Depan (Nubuwwah); Karakteristik Lingkungan: Padang rumput merata dan aliran sungai aktif; Bukti Fisik / Catatan Sejarah: Sesuai ketetapan hadits Shahih Muslim no. 157

Panduan Perjalanan bagi Jamaah Umroh Saat Musim Hujan

Bagi jamaah yang beribadah ke Tanah Suci pada periode musim dingin (Desember hingga Februari), pemandangan hijau di bukit-bukit sekitar Makkah dan rute perjalanan menjadi pengalaman visual yang istimewa. Namun, jamaah tetap wajib mengantisipasi dampak cuaca lapangan:

  1. 1.Siapkan Pakaian Hangat: Suhu malam hari di Madinah dan daerah perbukitan Taif bisa turun hingga di bawah 10–14 derajat Celsius, disertai angin kencang setelah hujan.
  2. 2.Patuhi Arahan Pembimbing Ibadah (Muthawwif): Apabila otoritas pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan cuaca buruk, tunda ziarah luar kota (seperti ke Jabal Nur, Jabal Tsur, atau Taif) demi keselamatan fisik.
  3. 3.Kesehatan Fisik: Udara dingin dan lembap memudahkan penularan batuk dan pilek. Pastikan asupan air putih hangat dan konsumsi suplemen terjaga selama di hotel.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Fenomena Arab Saudi Menghijau

1. Apakah rumput hijau di pegunungan Makkah ini akan bertahan permanen?

Tidak. Rumput liar dan vegetasi gurun tersebut umumnya bersifat musiman (*ephemeral*). Saat musim dingin berakhir dan terik matahari musim panas Arab Saudi kembali menyengat (mencapai 45–50 derajat Celsius), tanaman tersebut akan mengering kembali, kecuali curah hujan tahunan terus meningkat secara stabil setiap tahunnya.

2. Apakah fenomena ini berarti kiamat sudah sangat dekat?

Menghijaunya tanah Arab merupakan salah satu tanda kiamat kecil (*asyrath as-sa'ah ash-shughra*). Datangnya peristiwa ini harus direspons dengan mawas diri, memperbanyak amal ibadah, meluruskan akidah, dan bersegera bertaubat, bukan panik yang berlebihan. Pengetahuan tentang waktu pasti tibanya kiamat tetap merupakan rahasia Allah Ta'ala.

3. Apakah cuaca hujan di Arab Saudi mengganggu pelaksanaan tawaf dan sai?

Secara umum tidak. Pengelola Dua Masjid Suci memiliki sistem drainase canggih di pelataran Mataf dan area Sai. Ibadah tetap berjalan normal. Jamaah hanya perlu berhati-hati saat melangkah karena lantai marmer luar masjid bisa menjadi licin terkena tetesan air hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca