Artikel19 November 20242 Menit Baca

Etika yang Benar Ketika Meminum Air Zamzam

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Etika yang Benar Ketika Meminum Air Zamzam - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Meminum air Zamzam di Tanah Suci bukan sekadar melepas dahaga fisik, melainkan bagian dari amalan ibadah yang memiliki landasan syariat dan aturan ketertiban umum. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi...

Meminum air Zamzam di Tanah Suci bukan sekadar melepas dahaga fisik, melainkan bagian dari amalan ibadah yang memiliki landasan syariat dan aturan ketertiban umum. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara berkala mengeluarkan panduan resmi agar para jamaah haji dan umroh mematuhi adab syar’i sekaligus menjaga kebersihan fasilitas umum di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Poin Penting

  1. 1.Adab Syar'i: Awali dengan basmalah, gunakan tangan kanan, minum secara bertahap (tiga tegukan), menghadap kiblat jika memungkinkan, dan panjatkan doa kebaikan.
  2. 2.Ketertiban Fasilitas: Dilarang keras memakai air dispenser Zamzam untuk berwudhu, mencuci tangan, atau membasahi handuk kecil demi mencegah lantai licin.
  3. 3.Kebersihan: Selalu buang cangkir plastik sekali pakai ke wadah bertuliskan *Used Cups* (Gelas Bekas), jangan kembalikan ke rak cangkir bersih.

Sejarah Singkat dan Kedudukan Air Zamzam

Keberadaan mata air Zamzam berakar dari peristiwa Siti Hajar dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam, di lembah Makkah yang tandus. Ketika perbekalan habis, Siti Hajar berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari pertolongan—peristiwa yang kini diabadikan menjadi rukun Sa'i. Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk menghentak bumi di dekat posisi Ismail kecil, hingga memancarlah air yang terus mengalir melimpah hingga hari ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegaskan keutamaan air ini melalui sabdanya:

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ، وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ

*“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.”* (HR. At-Thabrani dan Ibnu Hibban).

Selain itu, air ini memiliki keistimewaan ijabah doa berdasarkan hadis shahih:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

*“Air Zamzam itu berkhasiat sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”* (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Panduan Adab Syar'i Meminum Air Zamzam

Agar jamaah mendapatkan keberkahan dan pahala sunnah secara sempurna, terapkan langkah-langkah berikut:

  1. 1.Berniat dan Menghadap Kiblat: Niatkan untuk mengharapkan keberkahan, kesembuhan dari penyakit, keteguhan iman, atau ilmu yang bermanfaat. Jika situasi ruang memungkinkan dan tidak menghalangi arus jamaah yang bertawaf, menghadaplah ke arah Kakbah.
  2. 2.Membaca Basmalah: Ucapkan *Bismillah* sebelum cangkir menyentuh bibir.
  3. 3.Menggunakan Tangan Kanan: Wajib memegang cangkir atau botol dengan tangan kanan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
  4. 4.Bernapas di Luar Gelas: Minumlah dengan tiga kali tegukan terputus, jauhkan gelas dari mulut saat mengambil napas.
  5. 5.Posisi Minum (Berdiri atau Duduk): Mayoritas ulama menganjurkan minum sambil duduk. Namun, jika kondisi sangat padat di pelataran mata air atau area tawaf, diperbolehkan minum sambil berdiri sebagaimana riwayat Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW pernah minum Zamzam sambil berdiri di Masjidil Haram.
  6. 6.Membaca Doa Khusus: Salah satu doa yang diajarkan oleh sahabat Abdullah bin Abbas RA saat meminum air Zamzam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

*(Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan wasi’an, wa syifa-an min kulli da-in)*

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit."

Protokol dan Ketertiban di Masjidil Haram & Masjid Nabawi

Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas Pengelola Dua Masjid Suci (GPH) telah menyediakan ribuan barel dispenser dan keran air Zamzam portabel. Banyak insiden tergelincir terjadi akibat jamaah tidak mematuhi tata tertib berikut:

1. Perhatikan Label Dispenser

Di Masjidil Haram dan Nabawi, barel dispenser terbagi menjadi dua jenis:

  • NOT COLD (غَيْرُ مُبَرَّدٍ): Air suhu ruangan (tidak dingin), disarankan untuk jamaah yang rentan batuk/flu.
  • COLD (مُبَرَّدٌ): Air bersuhu dingin dengan es.

2. Pisahkan Gelas Bersih dan Gelas Bekas

Di setiap titik barel terdapat dua rak:

  • Clean Cups: Gelas plastik baru yang higienis.
  • Used Cups: Lubang tabung untuk membuang gelas bekas pakai. Jangan sekali-kali menaruh kembali gelas bekas ke susunan gelas bersih.
Hal yang Sangat Dianjurkan (DO)Hal yang Dilarang Keras (DON'T)
Mengantre tertib tanpa saling dorongMenggunakan air barel/keran Zamzam untuk berwudhu
Mendahulukan jamaah lansiaMencuci muka, tangan, atau kaki di area dispenser
Mengisi botol minum ukuran kecil seperlunyaMembawa jeriken besar ke dalam area shalat
Membuang gelas ke tempat sampah daur ulangMembiarkan air tumpah dan membasahi karpet shalat

Tanya Jawab Praktis Jamaah (FAQ)

1. Apakah boleh mengisi botol minum pribadi dari dispenser Zamzam di dalam masjid?

Boleh, asalkan menggunakan botol ukuran kecil (kapasitas 330 ml – 600 ml) untuk konsumsi pribadi selama ibadah. Jamaah dilarang membawa jeriken atau galon ke dalam masjid karena mengganggu jalur evakuasi dan saf shalat. Pengisian dalam jumlah besar khusus dilayani di fasilitas resmi luar masjid.

2. Kenapa petugas (Asykar) melarang jamaah berwudhu di dispenser Zamzam?

Larangan ini berkaitan erat dengan keselamatan fisik ribuan orang yang berjalan tanpa alas kaki. Air wudhu yang tumpah ke lantai marmer membuat area sekitar menjadi sangat licin dan memicu risiko jamaah lain tergelincir serta cedera parah. Selain itu, fasilitas barel dirancang khusus untuk air minum higienis.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Konsultasi program bimbingan manasik, jadwal keberangkatan, dan pendaftaran paket ibadah Umroh resmi bersama Samira Travel dapat diakses melalui kontak tim layanan kami:

  • WhatsApp/Telepon: 0856-0717-9735
  • Email: samiratravelsurabayaterpercaya@gmail.com
Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca