Info Haji27 June 20221 Menit Baca

Doa Melepas Orang Pergi Haji Sesuai Sunnah Nabi SAW

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Doa Melepas Orang Pergi Haji Sesuai Sunnah Nabi SAW - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Doa Melepas Orang Pergi Haji Sesuai Sunnah Nabi SAW Mendoakan kerabat, tetangga, atau keluarga yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji merupakan bagian dari adab safar dalam Islam. Doa yang...

Doa Melepas Orang Pergi Haji Sesuai Sunnah Nabi SAW

Mendoakan kerabat, tetangga, atau keluarga yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji merupakan bagian dari adab safar dalam Islam. Doa yang dipanjatkan bukan sekadar tradisi melepas kepergian, melainkan permohonan tulus kepada Allah SWT agar jamaah diberikan bekal ketakwaan, kemudahan rukun ibadah, perlindungan fisik, hingga meraih predikat haji mabrur.

Poin Penting

1. Doa melepas keberangkatan haji bersumber langsung dari hadits shahih saat Rasulullah SAW membekali para sahabat yang hendak bepergian jauh (safar).

2. Tradisi walimatus safar di Indonesia merupakan sarana silaturahmi, memohon maaf, dan memanjatkan doa bersama sebelum jamaah menuju asrama haji atau bandara.

3. Selain mendoakan, orang yang mengantar dianjurkan meminta doa kepada jamaah haji karena doa musafir yang menuju Baitullah tergolong mustajab.

Bacaan Doa Melepas Orang Pergi Haji (Teks Arab, Latin, dan Artinya)

Saat melepas jamaah haji—baik ketika bertamu ke rumahnya, di acara walimatus safar, maupun di titik keberangkatan—Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat yang padat makna. Riwayat ini dicatat oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: *Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.*

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun engkau berada." (HR. Tirmidzi no. 3444, dinilai hasan).

*Catatan pelafalan:* Jika orang yang berangkat adalah perempuan tunggal, lafaz *zawwadaka* diubah menjadi *zawwadakillâh*, *dzanbaka* menjadi *dzanbaki*, dan *kunta* menjadi *kunti*. Apabila rombongan jamak (banyak orang), lafaz dapat disesuaikan menjadi *zawwadakumullâh*, *dzanbakum*, dan *kuntum*.

Doa Alternatif: Memohon Perlindungan Agama dan Amanah

Selain doa di atas, ada riwayat shahih lain dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah SAW membekali orang yang hendak bepergian dengan doa:

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Latin: *Astawdi'ullâha dînak, wa amânatak, wa khawâtîma 'amalika.*

Artinya: "Aku menitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amal perbuatanmu." (HR. Abu Dawud no. 2600 dan Tirmidzi no. 3443).

Doa ini menitikberatkan pada penjagaan aqidah dan ibadah jamaah selama berada di negeri orang, agar seluruh rangkaian rukun haji diselesaikan dengan niat ikhlas dan berakhir dengan husnul khatimah.

Tata Cara dan Adab Melepas Jamaah Haji Sesuai Tuntunan

Agar momen pelepasan bernilai ibadah dan tidak memberatkan jamaah, perhatikan adab-adab berikut:

  1. 1.**Meminta Maaf dan Meluruskan Hak Adami

Sebelum berangkat, pastikan jamaah dan keluarga yang mengantar saling memaafkan secara tulus agar langkah kaki menuju Tanah Suci bersih dari beban perselisihan duniawi.

  1. 1.**Meminta Didoakan oleh Jamaah Haji

Orang yang berhaji adalah tamu Allah (*wafdullah*). Doa mereka didengar dan dikabulkan. Mintalah titip doa di tempat-tempat mustajab seperti Multazam, Raudhah, Jabal Rahmah, dan saat wukuf di Arafah.

  1. 1.**Menjaga Waktu dan Kondisi Fisik Jamaah

Proses keberangkatan haji reguler maupun haji khusus menguras energi sejak dari rumah, asrama haji, hingga penerbangan belasan jam. Hindari bertamu terlalu larut malam menjelang hari keberangkatan agar fisik jamaah tetap bugar.

  1. 1.**Memberikan Pesan Positif dan Semangat

Hindari membicarakan hal-hal yang mencemaskan seperti cuaca ekstrem atau kerumunan padat secara berlebihan. Berikan kalimat optimis yang meneguhkan tekad mereka untuk beribadah.

Panduan Peran: Apa yang Dibaca Jamaah vs Orang yang Mengantar

  • Pihak: Keluarga / Kerabat yang Melepas; Bacaan / Tindakan yang Dianjurkan: Membaca: *Zawwadakallâhut taqwâ...* atau *Astawdi'ullâha dînak...*
  • Pihak: Jamaah yang Berangkat; Bacaan / Tindakan yang Dianjurkan: Membalas dengan doa: *Astawdi'ukumullâhal-ladzî lâ tadhî'u wadâ'i'uh* (Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah menyia-nyiakan titipan-Nya).
  • Pihak: Jamaah saat Naik Kendaraan; Bacaan / Tindakan yang Dianjurkan: Membaca doa keluar rumah (*Bismillâhi tawakkaltu...*) dilanjutkan doa naik kendaraan darat/udara (*Subhânalladzî sakh-khara lanâ hâdzâ...*).

Tanya Jawab Seputar Doa dan Pelepasan Haji (FAQ)

1. Kapan waktu paling utama membaca doa pelepasan haji ini?

Doa ini dapat dibaca saat menghadiri walimatus safar di rumah jamaah, saat berjabat tangan terakhir di asrama haji embarkasi, atau saat mengantar di bandara sebelum jamaah masuk ke ruang tunggu steril.

2. Bolehkah membaca doa melepas haji dalam bahasa Indonesia?

Boleh. Mengucapkan lafaz Arab sesuai sunnah adalah hal yang utama, namun jika tidak hafal, Anda dapat menyampaikan maknanya secara langsung dalam bahasa Indonesia: *"Semoga Allah memberikan bekal taqwa, mengampuni dosa-dosa Bapak/Ibu, dan melancarkan seluruh ibadah haji hingga kembali dengan mabrur."*

3. Apa doa balasan yang diucapkan jamaah haji untuk keluarga yang ditinggalkan?

Jamaah disunnahkan mendoakan orang yang ditinggalkan dengan kalimat: *Astawdi'ukallâhalladzî lâ tadhî'u wadâ'i'uhu* (Artinya: "Aku menitipkan engkau kepada Allah yang titipan-Nya tidak akan pernah terlantar"). Doa ini memberikan ketenangan batin bagi anak, istri/suami, dan harta benda yang ditinggal di tanah air.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca