Artikel9 August 20252 Menit Baca

Doa agar Cepat Naik Haji Bareng Keluarga

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Doa agar Cepat Naik Haji Bareng Keluarga - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama pasangan, orang tua, maupun anak-anak merupakan dambaan setiap keluarga Muslim di Indonesia. Mengingat antrean haji reguler di berbagai daerah kini berkisar antara 20...

Bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama pasangan, orang tua, maupun anak-anak merupakan dambaan setiap keluarga Muslim di Indonesia. Mengingat antrean haji reguler di berbagai daerah kini berkisar antara 20 hingga 40 tahun, impian berangkat haji sekeluarga membutuhkan kombinasi antara ikhtiar spiritual yang kuat dan perencanaan administratif yang matang sejak dini.

Poin Penting:

  1. 1.Doa dan amalan batiniah harus dibarengi ikhtiar lahiriah: membuka tabungan haji dan mengunci porsi haji sedini mungkin.
  2. 2.Pahami regulasi penggabungan mahram dan pendampingan lansia di Kementerian Agama (Kemenag) RI agar bisa berangkat dalam musim yang sama.
  3. 3.Disiplin finansial keluarga dan istikamah memohon rezeki halal menjadi kunci pembiayaan ibadah haji mandiri tanpa terlilit utang konsumtif.

Bacaan Doa agar Cepat Berangkat Haji Bersama Keluarga

Selain memohon secara umum dalam bahasa Indonesia selepas salat fardu, para ulama menganjurkan doa-doa ma'tsur dan selawat khusus berikut untuk melunakkan segala rintangan finansial maupun administrasi:

1. Selawat Hajjiyah (Memohon Panggilan ke Baitullah)

Selawat ini sering diajarkan di berbagai pesantren dan majelis taklim sebagai wasilah agar dipanggil berziarah ke Ka'bah dan makam Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ، فِي لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَبُلُوغِ الْمَرَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ

*Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin shalātan tuballighunā bihā hajja baitikal-harām, wa ziyārata qabri nabiyyika 'alaihi afdhalush-shalāti was-salām, fī luthfin wa 'āfiyatin wa salāmatin wa bulūghil-marām, wa 'alā ālihī wa shahbihī wa bārik wa sallim.*

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, selawat yang menyampaikanku dengannya untuk menunaikan haji ke Baitullah al-Haram dan menziarahi makam Nabi-Mu—atasnya selawat dan salam paling utama—dalam kelembutan, kesehatan, keselamatan, serta tercapainya cita-cita; dan limpahkanlah keberkahan serta keselamatan bagi keluarga dan para sahabat beliau."

2. Doa Nabi Ibrahim AS Saat Membangun Ka'bah (QS. Al-Baqarah: 128)

Doa ini mengandung permohonan agar ibadah diterima dan diperlihatkan tata cara manasik haji secara sempurna:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

*Rabbanā waj'alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal laka wa arinā manāsikanā wa tub 'alainā, innaka antat-tawwābur-rahīm.*

Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, dan jadikanlah di antara keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, perlihatkanlah kepada kami petunjuk manasik haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkau Mahapenerima tobat, Mahapenyayang."

3. Doa Memohon Kelapangan Rezeki Halal untuk Haji

Karena syarat sah rukun haji adalah *istitha'ah* (kemampuan), doa memohon rezeki halal sangat ditekankan agar biaya pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) bersih dari harta subhat:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

*Allāhummak-finī bihalālika 'an harāmik, wa aghninī bifadhlika 'amman siwāk.*

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal hingga terhindar dari yang haram, dan perkaya diriku dengan karunia-Mu hingga aku tidak bergantung kepada siapa pun selain Engkau."

Amalan Pengetuk Pintu Langit untuk Mempercepat Panggilan Haji

Doa yang dipanjatkan setiap hari perlu diperkuat dengan amalan-amalan pembuka rezeki dan pengundang rahmat Allah:

  • Sedekah Subuh Berjamaah: Ajak seluruh anggota keluarga mengisi kaleng sedekah di rumah setiap selesai salat Subuh, diniatkan khusus: *"Ya Allah, jadikan sedekah ini wasilah pemanggil kami sekeluarga ke Baitullah."*
  • Istigfar Minimal 100 Kali Sehari: Sebagaimana janji Allah dalam QS. Nuh ayat 10-12, istigfar mendatangkan kelapangan harta dan membukakan jalan buntu.
  • Mempelajari Fikih Manasik: Mulailah membeli buku panduan haji, menyimak video rukun tawaf, sai, dan wukuf. Allah melihat keseriusan hamba-Nya yang bersiap sebelum dipanggil.

Langkah Konkret Berangkat Haji Bareng Keluarga (SOP Kemenag)

Berdoa tanpa mengambil nomor porsi haji sama halnya berharap panen tanpa pernah menabur benih. Berikut panduan praktis agar seluruh keluarga bisa berangkat bersamaan:

  1. 1.Buka Tabungan Haji Syariah
  2. 2.Kumpulkan Setoran Awal Rp25 Juta/Orang
  3. 3.Daftar Porsi Haji di Kantor Kemenag / Aplikasi Pusaka
  4. 4.Dapatkan Nomor Porsi pada Hari/Tahun yang Sama
  5. 5.Manfaatkan Aturan Penggabungan Mahram Saat Pelunasan

1. Buka Tabungan Haji untuk Seluruh Anggota Keluarga

Saat ini, anak berusia minimal 12 tahun sudah bisa didaftarkan untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler. Buka rekening tabungan haji di Bank Penerima Setoran Bipih (BPS-Bipih) terdekat untuk setiap nama anggota keluarga.

2. Kunci Nomor Porsi Bersama

Setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler adalah Rp25.000.000 per orang. Jika target Anda adalah berangkat berempat (suami, istri, dan dua anak), siapkan dana Rp100.000.000 agar pendaftaran dilakukan pada hari yang sama. Selisih hari pendaftaran bisa membuat perkiraan tahun keberangkatan bergeser.

3. Pahami Aturan Penggabungan Mahram dan Lansia

Jika suami dan istri mendaftar di tahun yang berbeda, Kemenag memiliki regulasi resmi terkait usulan Penggabungan Mahram:

  • Jamaah penggabungan (misal: istri) minimal sudah terdaftar selama 2 tahun.
  • Porsi pendamping (suami) sudah masuk alokasi kuota berhak lunas tahun berjalan.
  • Pengajuan dilakukan di kantor Kemenag Kabupaten/Kota setempat saat pembukaan masa pelunasan Bipih.

Tanya Jawab (FAQ) Haji Bersama Keluarga

T: Bisakah anak balita didaftarkan haji untuk mendapat nomor porsi? J: Berdasarkan aturan Kemenag RI, usia minimal pendaftaran haji reguler dan haji khusus adalah 12 tahun pada saat pendaftaran dilakukan. T: Apa opsi terbaik jika ingin langsung berangkat haji bersama keluarga tanpa menunggu puluhan tahun? J: Pilihan tercepat dan legal adalah mendaftar program Haji Khusus (ONH Plus) dengan masa tunggu rata-rata 5–7 tahun, atau program Haji Mujamalah/Furoda menggunakan visa haji resmi kuota pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan keberangkatan di tahun yang sama tanpa antre. T: Jika orang tua sudah lansia, bagaimana cara mendampinginya saat panggilan haji tiba? J: Kemenag menyediakan kuota pendamping lansia. Syaratnya, lansia berusia minimal 65 tahun, terdaftar dalam kuota berhak lunas, dan calon pendamping (anak kandung/menantu) sudah memiliki nomor porsi haji minimal 2 atau 3 tahun tergantung juknis tahun berjalan.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca