
Mencari buah tangan khas Tanah Suci yang tidak pasaran sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah umroh maupun haji Indonesia. Jika pasar di sekitar Masjid Nabawi umumnya dipadati oleh produk...
Mencari buah tangan khas Tanah Suci yang tidak pasaran sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah umroh maupun haji Indonesia. Jika pasar di sekitar Masjid Nabawi umumnya dipadati oleh produk massal impor, Pasar Al-Uyun di Madinah hadir menawarkan alternatif autentik: produk kriya lokal langsung dari tangan pengrajin Madinah, dipadu suasana agrowisata kurma dengan latar perbukitan Gunung Uhud.
Poin Penting
- 1.Produk Otentik Buatan Warga Lokal: Berbeda dari pasar biasa, Pasar Al-Uyun menaungi lebih dari 60 keluarga pengrajin binaan yang menjual tembikar, tenun Sadu, ukiran kayu kurma, dan minyak wangi tradisional asli Saudi.
- 2.Konsep Pasar Terbuka & Agrowisata: Terletak di kawasan Aleyon Oasis, pasar ini menggabungkan belanja kriya, kuliner tradisional Hijaz, dan pemandangan kebun kurma berlatar Jabal Uhud.
- 3.Waktu Operasional Terbaik: Buka mulai sore hari pukul 16.00 WAS hingga larut malam, sangat ideal dikunjungi selepas sholat Ashar saat agenda ziarah Madinah berlangsung longgar.
Mengapa Pasar Al-Uyun Menjadi Destinasi Baru Belanja Jamaah?
Selama ini, jamaah asal Indonesia akrab dengan Pasar Kurma Sentral (Souq Al-Tumoor) atau pertokoan di pelataran pintu gerbang Masjid Nabawi. Mayoritas cinderamata yang diperjualbelikan di kawasan hotel adalah barang cetakan pabrik yang mudah dijumpai di mana saja.
Pasar Al-Uyun (*Souq Al-Uyun*) dibangun di atas kawasan oasis bersejarah di sisi utara Madinah. Proyek ini diinisiasi untuk memberdayakan ekonomi warga Madinah melalui skema usaha mikro dan sektor agrikultur keluarga. Saat berkunjung ke sini, jamaah tidak sekadar membeli barang jadi, melainkan dapat melihat langsung proses pembuatannya, berinteraksi dengan pembuatnya, serta mendapatkan kualitas barang yang jauh lebih bernilai secara budaya.
Secara visual, kawasan pasar dirancang memakai material ramah lingkungan. Kios-kios kayu tertata rapi di antara jalur setapak bebatuan alami, dinaungi pepohonan kurma, dan diterangi lentera hangat ketika senja menjelang.
Ragam Kerajinan Tangan dan Produk Unggulan yang Wajib Dibeli
Bagi Anda yang berencana menyisihkan anggaran belanja untuk oleh-oleh bernilai seni tinggi, berikut beberapa komoditas unggulan yang tersedia di Pasar Al-Uyun:
1. Tenun Tradisional Sadu (Al-Sadu)
Tenun Sadu adalah warisan budaya takbenda UNESCO khas masyarakat Badui jazirah Arab. Di Pasar Al-Uyun, Anda dapat membeli sarung bantal permadani mini, dompet koin, sajadah tenun tebal, hingga gantungan kunci berbahan serat wol dan bulu unta asli dengan pola geometris gurun yang tegas.
2. Gerabah dan Tembikar Madinah
Tanah liat dari lembah-lembah sekitar Madinah diolah menjadi teko air minum tradisional (*ibriq*), mangkuk dupa atau pembakar bukhur (*mabkhara*), hingga cangkir tembikar berpola kaligrafi Arab. Wadah tembikar ini masih digunakan masyarakat lokal untuk mendinginkan air minum secara alami tanpa lemari es.
3. Olahan Kayu Pohon Kurma
Pohon kurma yang sudah tidak produktif dimanfaatkan oleh seniman kayu Madinah menjadi berbagai perabot fungsional, seperti tatakan Al-Qur'an (rehal), nampan saji kurma, tasbih kayu berbutir halus, hingga plakat ukir dekoratif.
4. Hasil Tani Langsung Petik
Selain kerajinan tangan, Pasar Al-Uyun berfungsi sebagai pasar tani langsung (*farmers market*). Anda bisa membeli kurma basah (ruthob), kurma ajwa Madinah bersertifikat kebun lokal, daun mint Madinah (hasawi/maghrebi) yang harum untuk campuran teh, serta madu bunga kurma murni tanpa perantara tengkulak.
Panduan Logistik dan Waktu Berkunjung Jamaah
Agar kunjungan berjalan lancar tanpa mengganggu jadwal ibadah wajib di Masjid Nabawi, perhatikan panduan praktis berikut:
| Keterangan | Informasi Lapangan |
|---|---|
| Lokasi | Kawasan Oasis Al-Uyun (Utara Kota Madinah, arah kaki Jabal Uhud) |
| Jarak dari Masjid Nabawi | Sekitar 6–9 km (15–20 menit berkendara mobil/taksi) |
| Waktu Buka | Pukul 16.00 WAS – 23.00 WAS (Musim dingin lebih ramai) |
| Transportasi | Taksi daring (Uber/Careem) atau sewa bus rombongan ziarah |
| Metode Pembayaran | Kartu debit/kredit (Visa/Mastercard) berlogo Mada, serta uang tunai Saudi Riyal (SAR) |
Tips Mengatur Jadwal Kunjungan:
- 1.Pilih Hari yang Longgar: Kunjungi Pasar Al-Uyun pada hari kedua atau ketiga saat di Madinah, tepatnya setelah agenda ziarah resmi rombongan selesai.
- 2.Berangkat Setelah Ashar: Waktu paling nyaman adalah berangkat pukul 16.00 WAS setelah sholat Ashar di Masjid Nabawi, lalu kembali ke hotel sebelum waktu sholat Isya, atau lanjutkan belanja usai sholat Isya berjamaah.
- 3.Sediakan Uang Pas: Kendati sebagian besar pedagang menerima pembayaran non-tunai (kartu debit/kredit Indonesia yang berlogo Visa/Mastercard umumnya berfungsi), membawa pecahan 10, 20, dan 50 Riyal sangat membantu untuk transaksi kecil di gerai kerajinan rumahan.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah harga kerajinan tangan di Pasar Al-Uyun bisa ditawar?
Sebagian besar produk makanan dan hasil tani dijual dengan harga pas (*fixed price*). Namun, untuk produk kerajinan tangan seperti tenun, ukiran kayu, atau pembelian cinderamata dalam jumlah banyak (grosir mini), Anda tetap dapat menawar secara sopan kepada pengrajin langsung.
2. Apakah pasar ini aman dan ramah untuk jamaah lansia?
Kawasan Al-Uyun didesain terbuka dengan jalur pejalan kaki yang rata dan dilengkapi area duduk santai di banyak titik. Namun, karena areanya cukup luas, jamaah lansia disarankan didampingi keluarga atau menggunakan kursi roda lipat jika tidak kuat berjalan jauh.
3. Bagaimana cara terbaik transportasi pulang ke hotel dari Pasar Al-Uyun?
Paling praktis adalah memesan taksi melalui aplikasi Careem atau Uber langsung dari titik jemput gerbang pasar. Jika datang bersama rombongan travel, koordinasikan dengan tour leader dan supir bus agar memasukkan destinasi ini ke dalam agenda city tour tambahan Madinah.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



