Artikel13 July 20231 Menit Baca

Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya Masuk dan beribadah di Raudhah Masjid Nabawi memerlukan kepatuhan terhadap regulasi resmi Pemerintah Arab Saudi yang menerapkan sistem izin terjadwal...

Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya

Masuk dan beribadah di Raudhah Masjid Nabawi memerlukan kepatuhan terhadap regulasi resmi Pemerintah Arab Saudi yang menerapkan sistem izin terjadwal via tasreh atau aplikasi Nusuk. Setiap jamaah, baik yang datang dalam rombongan haji reguler maupun umroh mandiri, wajib mengantongi izin resmi sebelum diperbolehkan melintasi area batas antrean menuju area yang dikenal sebagai taman surga ini.

Poin Penting

1. Kuota Kunjungan Terbatas: Akses masuk Raudhah dibatasi satu kali untuk setiap jamaah dalam satu rentang masa tinggal/visa, guna menjaga ketertiban serta sirkulasi massa.

2. Dua Pintu Akses Legal: Izin masuk hanya diterbitkan melalui sistem Tasreh Rombongan (resmi Kemenag/Muassasah) atau pendaftaran mandiri via aplikasi Nusuk.

3. Disiplin Waktu Ketat: Jamaah wajib tiba di titik kumpul paling lambat 60 menit sebelum jadwal yang tertera pada surat tasreh atau barcode aplikasi.

Mengenal Area Raudhah di Masjid Nabawi

Raudhah merupakan area terbatas di dalam Masjid Nabawi yang posisinya membentang di antara rumah Rasulullah SAW (yang kini menjadi makam beliau) hingga ke mimbarnya. Berdasarkan pengukuran fisik terkini, area ini memiliki dimensi luas sekitar 22 meter dari arah timur ke barat dan 15 meter dari arah utara ke selatan, atau total sekitar 330 meter persegi.

Ciri visual paling mencolok dari Raudhah adalah hamparan karpetnya. Jika seluruh lantai utama Masjid Nabawi ditutupi karpet merah tebal bermotif klasik, lantai Raudhah dialasi karpet hijau muda dengan motif khas.

Kawasan ini memiliki keutamaan luar biasa berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa area di antara rumah dan mimbarnya adalah taman dari taman-taman surga (*raudhah min riyadhil jannah*). Oleh sebab itu, jutaan peziarah memprioritaskan waktu mereka untuk menunaikan salat sunnah, berzikir, dan memanjatkan doa di tempat mustajab ini.

Skema Akses: Tasreh Resmi vs Aplikasi Nusuk

Pemerintah Arab Saudi saat ini memberlakukan dua jalur resmi untuk memasuki area Raudhah:

1. Jalur Tasreh Kloter/Rombongan

Jalur ini berlaku bagi jamaah haji reguler Indonesia (dikelola oleh PPIH Kemenag) dan jamaah umroh yang diberangkatkan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) resmi.

  • Pengurusan izin dilakukan secara kolektif oleh pengurus sektor/muassasah ke Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
  • Surat tasreh memuat daftar nama lengkap, nomor paspor, hari, serta jam masuk secara spesifik.
  • Jamaah tidak perlu mendaftar mandiri di aplikasi jika namanya sudah terbit di tasreh rombongan.

2. Jalur Aplikasi Mandiri (Nusuk)

Jalur ini diperuntukkan bagi jamaah yang ingin mendaftar secara personal atau mereka yang berangkat tanpa pengurusan tasreh rombongan.

  • Jamaah mengunduh aplikasi Nusuk melalui ponsel pintar.
  • Registrasi menggunakan nomor paspor dan visa yang masih aktif.
  • Jamaah memilih tanggal serta slot jam yang masih tersedia, lalu mengunduh bukti reservasi berupa kode QR (*tasreh elektronik*).

Tahapan dan Tata Cara Masuk Raudhah Sesuai SOP

Agar proses masuk berjalan lancar tanpa penolakan dari pihak Askar (keamanan masjid), jamaah wajib mengikuti tahapan berikut:

  • Koordinasi Jadwal → Menuju Titik Kumpul (Pintu 37/38) → Pemeriksaan Barcode/Tasreh → Antrean Holding Area → Masuk Raudhah

1. Koordinasi Jadwal dan Titik Kumpul

Ketua rombongan atau pembimbing ibadah akan mengumumkan waktu pelaksanaan ziarah setelah surat tasreh resmi keluar dari Kantor Daerah Kerja Madinah. Jamaah harus berkumpul di pelataran barat-selatan Masjid Nabawi, tepatnya di sekitar Pintu 37 dan 38 (Pintu Pagar 359), sekurang-kurangnya 1 jam sebelum jadwal yang tertera.

2. Pemeriksaan Identitas Fisik dan Berkas

Petugas Askar dan staf PPIH/mutawwif akan memeriksa kesesuaian dokumen:

  • Paspor atau gelang identitas jamaah haji/umroh.
  • Surat tasreh fisik (lembaran cetak) atau kode QR pada aplikasi Nusuk.
  • Pakaian jamaah: Pria mengenakan pakaian rapi/gamis bebas (tidak wajib ihram), wanita mengenakan abaya longgar syar'i non-transparan serta menutup aurat secara sempurna.

3. Antrean di Holding Area (Pelataran Antara)

Jamaah diarahkan duduk tertib per baris di area transit (*holding area*). Di area ini, petugas memisahkan jalur masuk antara jamaah pria dan wanita. Jamaah wanita memiliki akses jadwal terpisah yang biasanya dibuka pada pagi hari setelah Subuh hingga menjelang Zuhur, serta malam hari setelah Isya.

4. Memasuki Area Raudhah

Setelah pintu sekat dibuka, jamaah dipersilakan melangkah masuk secara perlahan tanpa saling mendorong. Durasi beribadah di dalam Raudhah biasanya dibatasi berkisar antara 10 hingga 20 menit per rombongan agar jamaah pada antrean berikutnya dapat giliran.

Adab dan Tata Cara Beribadah di Raudhah

Mengingat waktu yang sangat terbatas di tengah kepadatan jamaah, prioritaskan amalan-amalan utama berikut:

Amalan UtamaRincian PelaksanaanCatatan Teknis
Salat Sunnah Tahiyyatul Masjid2 RakaatKerjakan segera saat pertama kali menginjak karpet hijau.
Salat Sunnah Taubat/Hajat2 Rakaat ringkasHindari membaca surat yang terlalu panjang agar tidak menghalangi giliran orang lain.
Doa MustajabBerdoa dengan bahasa yang dipahamiMohon ampunan, kesehatan, keberkahan keluarga, dan husnul khatimah.
Salam kepada Rasulullah SAW & SahabatBerjalan perlahan melewati makamMenghadap ke arah makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab seraya melafalkan salam dengan suara pelan dan santun.
Catatan Penting

[!WARNING] Larangan di Area Raudhah

* Dilarang mengambil video/foto berlebihan (selfie/vlog) yang mengganggu kekhusyukan ibadah dan menghambat arus jamaah.

* Dilarang meraba, mencium, atau mengusap dinding jeruji makam (*kandil/pembatas*) karena tindakan tersebut dilarang oleh syariat dan aturan keamanan setempat.

* Dilarang meninggalkan barang bawaan, tas besar, atau atribut bendera/spanduk rombongan.

Tanya Jawab (FAQ) Masuk Raudhah

1. Bagaimana jika jamaah terlambat datang dari jadwal tasreh yang sudah ditentukan?

Jadwal tasreh yang sudah terbit memiliki masa toleransi kedatangan yang sangat sempit (maksimal 15-30 menit tergantung kepadatan). Jika terlambat melampaui slot waktu tersebut, kode batang akan hangus dan sistem secara otomatis menolak akses masuk. Jadwal yang hangus tidak dapat diganti pada hari berikutnya secara manual dan jamaah harus menunggu siklus pendaftaran baru.

2. Apakah anak kecil diperbolehkan masuk ke area Raudhah?

Berdasarkan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah, anak-anak di bawah usia 12 tahun umumnya tidak diberikan izin penerbitan tasreh Nusuk untuk masuk ke dalam Raudhah. Jamaah yang membawa anak kecil disarankan bergantian menjaga anak di luar pelataran masjid bersama anggota keluarga lainnya.

3. Jika sudah masuk menggunakan Tasreh Haji/Umroh, bisakah daftar lagi via Nusuk?

Secara teknis, satu nomor paspor/visa hanya dapat digunakan untuk satu kali penerbitan izin Raudhah dalam interval 365 hari (satu tahun kalender) pada sistem data terpadu Kementerian Arab Saudi. Oleh sebab itu, manfaatkan kesempatan kunjungan satu kali tersebut dengan sebaik-baiknya secara khusyuk dan tertib.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca