
# Aturan Saat Mengambil Gambar di Masjidil Haram Mengambil foto atau video di Masjidil Haram kini diatur secara ketat oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta Askar (keamanan masjid)....
Aturan Saat Mengambil Gambar di Masjidil Haram
Mengambil foto atau video di Masjidil Haram kini diatur secara ketat oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta Askar (keamanan masjid). Setiap jamaah yang ingin mengabadikan momen tawaf atau pemandangan Kakbah wajib memastikan bahwa aktivitas dokumentasi tersebut tidak melanggar privasi jamaah lain, tidak menghentikan arus pergerakan orang, serta tidak menggunakan perangkat profesional tanpa izin resmi.
1. Dilarang Menghambat Arus Tawaf dan Sa'i: Menghentikan langkah secara tiba-tiba di jalur utama tawaf (mataf) hanya untuk berswafoto (*selfie*) dapat dikenai teguran keras oleh aparat Askar.
2. Perlindungan Privasi Ketat: Mengarahkan kamera ke wajah jamaah lain—terutama wanita atau orang yang sedang khusyuk salat dan berdoa—merupakan pelanggaran hukum privasi di Arab Saudi.
3. Batasan Peralatan: Hanya kamera ponsel pribadi yang diizinkan; penggunaan kamera DSLR/mirrorless, lensa tele panjang, tripod besar, dan mikrofon eksternal dilarang masuk tanpa izin liputan resmi.
Regulasi Resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi
Seiring meningkatnya jumlah jamaah umrah yang mencapai lebih dari 13,5 juta orang per tahun, kepadatan di area mataf (tempat tawaf) dan mas'a (jalur sa'i) menuntut ketertiban luar biasa. Arab Saudi telah mempertegas batasan pengambilan gambar di Dua Masjid Suci (Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah) demi menjaga kekhusyukan dan keselamatan bersama.
Secara berkala, Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan peringatan resmi melalui saluran komunikasi digital mereka agar para tamu Allah tidak berlebihan dalam berswafoto. Fokus utama kedatangan ke Tanah Suci adalah ibadah murni, bukan sekadar memproduksi konten media sosial yang berpotensi merusak kekhidmatan jamaah lain.
Panduan dan Etika Pengambilan Gambar di Tanah Suci
Agar Anda terhindar dari penyitaan memori kamera, teguran aparat keamanan, ataupun sanksi hukum setempat, berikut adalah etika dan aturan operasional lapangan yang wajib dipatuhi:
1. Jangan Berhenti di Jalur Padat (Mataf dan Mas'a)
Arus jutaan manusia yang bergerak memutari Kakbah memiliki ritme yang sangat rapat. Ketika seorang jamaah tiba-tiba berhenti, berputar badan, lalu mengangkat ponsel untuk swafoto atau rekaman video langsung (*live streaming*), hal ini dapat memicu efek domino tabrakan di belakangnya. Jika ingin mengambil foto Kakbah, lakukan dari lantai atas (lantai 2 atau area atap) di titik yang menempel ke dinding pembatas dan jauh dari jalur lalu lalang orang berjalan.
2. Hormati Privasi Jamaah Lain Tanpa Kompromi
Arab Saudi memberlakukan undang-undang kejahatan siber (*Anti-Cyber Crime Law*) yang sangat tegas terkait perlindungan privasi data dan visual individu.
- Jangan merekam jamaah yang sedang menangis saat berdoa.
- Hindari merekam jamaah wanita yang cadarnya terbuka atau sedang merapikan pakaian ihram/mukena.
- Dilarang memotret wajah orang lain dari jarak dekat tanpa izin lisan yang jelas.
3. Batasan Jenis Alat Dokumentasi
Petugas keamanan di pintu masuk masjid memiliki wewenang penuh untuk memeriksa tas bawaan jamaah. Berikut rincian alat yang diperbolehkan dan dilarang: Jenis Alat | Status Izin | Catatan Penggunaan |
:--- | :--- | :--- |
Ponsel Pintar (*Smartphone*) | Diizinkan | Khusus dokumentasi pribadi sewajarnya, tanpa mengganggu orang lain. |
Tongsis (*Selfie Stick*) Pendek | Sebagian Lolos | Sering disita di pintu gerbang jika dianggap mengancam keselamatan mata orang lain. |
Kamera Profesional (DSLR/Mirrorless) | Dilarang | Wajib mengantongi surat tugas dan izin resmi dari kementerian terkait. |
Tripod dan Monopod Besar | Dilarang | Menghalangi saf salat dan jalur evakuasi jamaah. |
Mikrofon Eksternal / Perangkat Wawancara | Dilarang | Aktivitas peliputan konten publik dilarang tanpa izin media (*press permit*). |
Dampak Pelanggaran di Lapangan
Banyak jamaah asal Indonesia yang belum memahami betapa tegasnya Askar yang bertugas di Masjidil Haram. Tindakan yang tampak sepele di tanah air bisa mendatangkan konsekuensi serius di Makkah:
- Teguran Lisan dan Perintah Penghapusan: Askar berhak meminta Anda membuka galeri ponsel dan menghapus berkas foto/video saat itu juga jika terbukti merekam area sensitif atau wajah orang lain.
- Penyitaan Perangkat: Kamera non-ponsel yang diselundupkan ke dalam tas dapat disita di gerbang pemeriksaan dan baru bisa diambil kembali di kantor keamanan luar setelah ibadah selesai.
- Tahanan Sementara: Dalam kasus perselisihan akibat merekam jamaah lokal tanpa izin dan korban membuat laporan resmi, pihak kepolisian setempat (*Syurthah*) dapat memproses kasus tersebut secara hukum.
Kemudahan Fasilitas Visa Umrah Terbaru
Pemberlakuan aturan ketat mengenai dokumentasi ini diimbangi dengan berbagai kemudahan akses perjalanan ibadah yang dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi:
- Masa Berlaku Visa: Visa umrah kini berlaku hingga 90 hari, memberikan waktu yang sangat leluasa bagi jamaah untuk beribadah dan mengunjungi situs bersejarah.
- Kebebasan Titik Masuk: Pemegang visa umrah dapat mendarat dan pulang melalui bandara mana pun di Arab Saudi, baik di Jeddah, Madinah, Riyadh, maupun Dammam.
- Kemudahan bagi Jamaah Wanita: Jamaah wanita kini diizinkan menunaikan ibadah umrah tanpa keharusan didampingi mahram pria, selama bepergian bersama rombongan biro perjalanan resmi yang bertanggung jawab.
Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi
Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda
Tanya Jawab (FAQ)
1. Apakah boleh melakukan siaran langsung (*live streaming*) saat sedang tawaf?
Sangat tidak disarankan dan berpotensi ditegur Askar. Aktivitas siaran langsung membuat konsentrasi ibadah pecah, pandangan mata teralihkan dari arah tawaf, dan berisiko menabrak atau terdorong oleh jamaah lain di sekeliling Anda.
2. Di mana area terbaik dan paling aman untuk mengambil foto kenang-kenangan di Masjidil Haram?
Area terbaik adalah pelataran luar masjid setelah pelaksanaan salat fardhu atau lantai atas masjid (lantai 2 dan atap) di dekat pilar atau dinding yang tidak dilewati orang berlari/berjalan cepat. Pastikan sudut kamera mengarah ke atas atau fokus ke bangunan tanpa menyorot wajah orang lain secara dekat.
3. Bagaimana jika petugas Askar menyita tongsis atau kamera saya di pintu masuk?
Jangan mendebat atau melawan instruksi petugas. Tanyakan lokasi penitipan barang resmi atau pos pemeriksaan (*Amanat*) tempat perangkat tersebut diamankan, dan ambil kembali seusai Anda merampungkan rangkaian ibadah.
Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel
Akreditasi ADisusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?
Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.



