Artikel19 March 20241 Menit Baca

Arab Saudi Larang Jemaah Laksanakan Umrah Lebih dari Sekali saat Ramadhan

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Arab Saudi Larang Jemaah Laksanakan Umrah Lebih dari Sekali saat Ramadhan - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

Pemerintah Arab Saudi secara resmi memberlakukan kebijakan pembatasan ibadah umrah bagi setiap jamaah, yaitu hanya diizinkan melaksanakan umrah satu kali saja selama bulan suci Ramadhan. Kebijakan ini diterapkan langsung melalui...

Pemerintah Arab Saudi secara resmi memberlakukan kebijakan pembatasan ibadah umrah bagi setiap jamaah, yaitu hanya diizinkan melaksanakan umrah satu kali saja selama bulan suci Ramadhan. Kebijakan ini diterapkan langsung melalui sistem aplikasi Nusuk guna mengendalikan arus jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia yang memadati Masjidil Haram di Makkah.

Poin Penting Kebijakan Umrah Ramadhan

• Jamaah hanya diberikan izin (tasreh) ibadah umrah sebanyak 1 (satu) kali melalui aplikasi Nusuk sepanjang bulan Ramadhan.

• Pembatasan bertujuan menjaga keselamatan, mengurai penumpukan massa di area mataf (tempat tawaf), dan memberikan kesempatan adil bagi jamaah lain yang belum melaksanakan umrah.

• Pelanggaran atau upaya pengajuan izin umrah kedua akan otomatis ditolak oleh sistem dengan notifikasi sistem resmi.

Alasan Arab Saudi Mengetatkan Izin Umrah Ramadhan

Ramadhan merupakan periode *peak season* tertinggi di Tanah Suci, bahkan tingkat kepadatannya kerap menyaingi musim haji. Lonjakan ini didorong oleh keutamaan ibadah di bulan puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa pahala umrah di bulan Ramadhan setara dengan menunaikan ibadah haji bersama beliau (HR. Bukhari dan Muslim).

Tingginya antusiasme tersebut berdampak langsung pada daya tampung Masjidil Haram. Jika ribuan jamaah yang menetap di hotel Makkah melakukan umrah berkali-kali (mengambil miqat ulang ke Tan’im atau Ji’ranah), area mataf akan mengalami *overcapacity*. Situasi ini membahayakan keselamatan jamaah, khususnya lansia dan pengguna kursi roda, akibat risiko terinjak atau dehidrasi massal.

Skema Pembatasan Teknis Melalui Aplikasi Nusuk

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengintegrasikan seluruh regulasi ini ke dalam platform digital resmi mereka, Nusuk. Setiap pemegang visa umrah wajib memesan slot waktu pelaksanaan ibadah sebelum memasuki area mataf.

  1. 1.**Penolakan Otomatis Sistem:

Ketika jamaah yang sudah terdata menyelesaikan umrah mencoba mengajukan izin (tasreh) kedua pada tanggal berikutnya di bulan yang sama, aplikasi Nusuk akan memunculkan pesan penolakan: *“Penerbitan izin gagal. Untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menunaikan umrah, maka umrah tidak dapat diulangi di bulan Ramadan.”*

  1. 1.**Sinkronisasi Visa dan Masa Tinggal:

Data paspor dan visa terhubung langsung dengan akun Nusuk, sehingga jamaah tidak bisa menggunakan akun alternatif atau mendaftar ganda.

  1. 1.**Pemeriksaan Barcode Ketat di Lapangan:

Petualang asykar (keamanan Saudi) memeriksa barcode tasreh di pos-pos penyekatan pintu masuk Masjidil Haram. Jamaah tanpa izin aktif dilarang memasuki area mataf lantai dasar.

Aturan Akses Mataf dan Rekayasa Arus Jamaah

Selain membatasi kuota umrah per individu, otoritas keamanan Dua Masjid Suci membagi zona akses ibadah secara ketat untuk membedakan antara jamaah yang sedang ihram dan jamaah yang hendak salat fardhu biasa: Area / Gerbang | Peruntukan Khusus Ramadhan |

:--- | :--- |

Lantai Dasar (Mataf) | Khusus jamaah umrah aktif yang mengenakan kain ihram dan memiliki tasreh Nusuk. |

Lantai Satu & Lantai Dua | Jamaah salat reguler, iktikaf, dan tawaf sunnah tanpa pakaian ihram. |

Pintu Masuk Utama Jamaah Umrah | Gerbang Raja Abdul Aziz, Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah, dan Gerbang As-Salam. |

Pintu Jalur Evakuasi & Keluar | Tangga darurat samping dan lorong pembagi menuju pelataran luar masjid. |

Petugas di lapangan berhak mengarahkan jamaah non-ihram ke lantai atas atau area perluasan King Abdullah jika kapasitas lantai bawah sudah dinyatakan penuh.

Saran Ibadah Alternatif bagi Jamaah di Makkah

Bagi jamaah Indonesia yang mengambil paket program 12 hari hingga 30 hari (itikaf akhir Ramadhan) di Makkah, larangan umrah berulang ini tidak menyurutkan peluang mendulang pahala. Tim pembimbing ibadah Samira Travel menyarankan fokus pada amalan sunnah lain yang nilainya berlipat ganda:

  • Tawaf Sunnah Tanpa Pakaian Ihram: Jamaah tetap bisa bertawaf di lantai satu atau dua tanpa perlu mengenakan kain ihram dan tanpa batas frekuensi, selama situasi fisik memungkinkan.
  • Memaksimalkan Salat Fardhu Berjamaah: Nilai salat di Masjidil Haram setara dengan 100.000 kali lipat dibanding masjid lain.
  • Tadarus Al-Qur’an dan Iktikaf: Memperbanyak waktu duduk di dalam masjid sejak selepas ashar hingga salat tarawih dan witir selesai.
  • Sedekah Buka Puasa (Iftar): Berpartisipasi membagikan kurma, roti, atau air zamzam kepada jamaah lain di pelataran masjid menjelang azan magrib.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Pertanyaan Seputar Aturan Umrah Ramadhan (FAQ)

1. Apakah saya masih bisa mengantar orang tua umrah untuk kedua kalinya di aplikasi Nusuk?

Tidak bisa. Aturan ini berlaku mengikat per paspor individu. Sistem Nusuk tidak menyediakan opsi pendampingan ulang jika akun Anda sudah pernah dipakai untuk menerbitkan satu izin umrah yang telah selesai digunakan.

2. Apakah boleh tawaf sunnah di lantai dasar (dekat Ka'bah) saat Ramadhan?

Umumnya tidak diperbolehkan. Lantai dasar disterilkan khusus untuk mereka yang memakai kain ihram lengkap dengan tasreh umrah aktif. Jamaah yang ingin melaksanakan tawaf sunnah diarahkan menggunakan lantai satu atau area *mezzanine*.

3. Bagaimana jika jamaah keluar ke Madinah lalu kembali lagi ke Makkah, apakah bisa umrah lagi?

Sistem Nusuk mengunci kuota umrah bulanan berdasarkan kalender Hijriah Ramadhan. Kendati Anda berpindah kota ke Madinah lalu datang lagi ke Makkah pada bulan yang sama, sistem Nusuk tetap mendeteksi bahwa kuota umrah Ramadhan Anda telah terpakai.

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca