Artikel27 May 20241 Menit Baca

Akses Masuk Raudhah Dibatasi, Hanya Setahun Sekali dan Maksimal 10 Menit

Disusun oleh: Dewan Asatidz Samira TravelIzin PPIU No. 137/2020
Akses Masuk Raudhah Dibatasi, Hanya Setahun Sekali dan Maksimal 10 Menit - Panduan Ibadah Samira Travel
Bagikan Artikel Ini:

# Akses Masuk Raudhah Dibatasi: Ketentuan Izin Satu Tahun Sekali dan Batas Waktu 10 Menit Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci Kerajaan Arab Saudi resmi memperketat regulasi kunjungan ke Raudhah...

Akses Masuk Raudhah Dibatasi: Ketentuan Izin Satu Tahun Sekali dan Batas Waktu 10 Menit

Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci Kerajaan Arab Saudi resmi memperketat regulasi kunjungan ke Raudhah Syarifah di Masjid Nabawi, Madinah. Melalui sistem aplikasi Nusuk, izin masuk Raudhah kini dibatasi hanya satu kali dalam kurun waktu 365 hari (satu tahun kalender hijriah/masehi sistem) per individu, dengan durasi kunjungan dibatasi maksimal 10 menit di area taman surga tersebut. Kebijakan ini diberlakukan secara tegas guna mengurai kepadatan antrean, menjaga ketertiban saf, serta menjamin keadilan akses bagi jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia.

Poin Penting

1. Frekuensi Kunjungan: Izin (*tasreh*) masuk Raudhah hanya diterbitkan 1 kali dalam 365 hari per nomor paspor/akun Nusuk.

2. Durasi & Waktu Hadir: Jamaah diberikan waktu maksimal 10 menit di dalam area Raudhah dan wajib tiba di titik kumpul 15 menit sebelum jadwal.

3. Konsekuensi Pembatalan: Jika jadwal terlewat tanpa pembatalan resmi via aplikasi sebelum waktu reservasi, kuota dianggap hangus dan sistem terkunci selama 1 tahun penuh.

Latar Belakang Regulasi Baru Masuk Raudhah

Raudhah merupakan area seluas kurang lebih 330 meter persegi yang membentang di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW di dalam Masjid Nabawi. Mengingat luas area yang sangat terbatas berbanding terbalik dengan jutaan jamaah umroh dan haji yang tiba setiap pekannya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi beralih sepenuhnya ke digitalisasi reservasi.

Sebelumnya, banyak jamaah mencoba masuk berulang kali dalam satu musim perjalanan dengan memanfaatkan celah pergantian jadwal atau visa. Regulasi terbaru ini menutup celah tersebut dengan mengunci nomor paspor dan visa di pangkalan data nasional Arab Saudi. Pembatasan ini memastikan setiap jamaah yang terbang ke Tanah Suci memiliki kepastian kesempatan untuk berdoa dan bersholawat langsung di Raudhah tanpa harus berdesak-desakan yang membahayakan keselamatan fisik.

Ketentuan Teknis dan Batas Waktu Kunjungan

Otoritas keamanan Masjid Nabawi menerapkan SOP ketat sejak pemeriksaan barcode hingga jamaah keluar dari area: Komponen Regulasi | Ketentuan Resmi | Keterangan Operasional |

:--- | :--- | :--- |

Batas Frekuensi | 1 Kali per 365 Hari | Dihitung dari tanggal penerbitan tasreh aktif terakhir. |

Durasi di Raudhah | Maksimal 10 Menit | Petugas (Asykar) akan mengarahkan jamaah bergeser secara bertahap. |

Waktu Tiba | 15 Menit Sebelum Jadwal | Jamaah yang terlambat melebihi toleransi antrean akan ditolak masuk. |

Platform Izin | Aplikasi Nusuk | Wajib diverifikasi dengan visa dan paspor yang masih aktif. |

Aturan Pembatalan | Minimal 4 Jam Sebelum Jadwal | Pembatalan resmi membebaskan sistem untuk reservasi ulang di kemudian hari. |

Prosedur dan Manajemen Tasreh via Aplikasi Nusuk

Bagi jamaah yang berangkat mandiri maupun melalui biro travel umroh, pemahaman atas alur reservasi sangat menentukan keberhasilan masuk ke Raudhah.

1. Sinkronisasi Data Paspor dan Visa

Pastikan akun Nusuk diaktifkan segera setelah visa umroh diterbitkan dan jamaah mendarat di Arab Saudi (atau terhubung dengan paket data internet lokal). Kesalahan pengetikan satu digit nomor paspor akan menggagalkan pemindaian barcode di pintu gerbang pelataran Masjid Nabawi.

2. Penjadwalan Khusus Laki-laki dan Perempuan

Pemerintah Saudi memisahkan jalur, pintu masuk, serta jadwal antara jamaah laki-laki dan perempuan:

  • Jamaah Laki-laki: Biasanya diarahkan melalui Bab As-Salam atau gerbang pelataran selatan/timur sesuai arahan asykar.
  • Jamaah Perempuan: Dikelompokkan melalui pelataran utara (Bab Utsman bin Affan) menuju pintu khusus wanita (seperti Pintu 21 hingga 25 dan 37) pada jadwal pagi setelah Subuh atau malam hari.

3. Pentingnya Pembatalan Resmi (*Cancellation*)

Banyak jamaah tidak menyadari risiko ketidakhadiran (*no-show*). Jika Anda mendadak sakit atau berhalangan hadir pada jam yang tertera di tasreh, Anda wajib membatalkan jadwal melalui aplikasi Nusuk sebelum jam reservasi tiba. Jika dibiarkan lewat begitu saja, sistem mencatat izin tersebut telah digunakan, dan hak Anda untuk mengajukan tasreh baru akan tertutup hingga 365 hari ke depan.

Panduan Jamaah: Mengoptimalkan Waktu 10 Menit di Raudhah

Durasi 10 menit terasa sangat singkat jika jamaah tidak memiliki rencana ibadah yang terarah. Agar kunjungan bernilai maksimal, ikuti langkah praktis berikut saat asykar membuka saf:

  1. 1.Jaga Kekhusyukan, Hindari Mengambil Foto/Video: Mengeluarkan ponsel untuk berswafoto (*selfie*) hanya akan menghabiskan waktu 2 hingga 3 menit yang sangat berharga dan berisiko ditegur keras atau ditertibkan oleh petugas keamanan.
  2. 2.Prioritaskan Sholat Sunnah Dua Rakaat: Segera cari saf kosong yang dialasi karpet hijau (tanda area Raudhah) untuk melaksanakan sholat sunnah tahiyyatul masjid atau sholat mutlak.
  3. 3.Fokus pada Doa-Doa Inti: Siapkan daftar doa ringkas dalam hati. Manfaatkan sujud terakhir untuk memohon hajat utama bagi diri sendiri, orang tua, dan keluarga.
  4. 4.Sampaikan Salam dan Sholawat: Saat waktu habis dan asykar mulai mengarahkan jamaah untuk bergerak ke arah pintu keluar, manfaatkan langkah kaki Anda untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dan Umar bin Khattab RA secara tenang dan tertib.

Tanya Jawab Seputar Aturan Baru Masuk Raudhah (FAQ)

1. Jika saya berangkat umroh pada bulan Rajab tahun ini, apakah saya bisa masuk Raudhah lagi jika berangkat Haji pada musim berikutnya di tahun yang sama?

Secara sistem Nusuk, jeda pembatasan dihitung 365 hari penuh. Namun, untuk jamaah Haji reguler maupun khusus, pemerintah Arab Saudi biasanya mengeluarkan tasreh kolektif (*tasreh tasjili*) terpisah melalui koordinasi maktab dan Kementerian Agama RI. Untuk perjalanan umroh berulang dalam tahun yang sama, sistem Nusuk akan menolak pengajuan izin baru jika belum genap satu tahun.

2. Apa yang harus dilakukan jika barcode pada aplikasi Nusuk berubah menjadi merah saat dipindai di pintu masuk?

Warna merah menandakan bahwa jadwal Anda belum tiba, sudah kadaluwarsa, atau terdapat ketidaksesuaian data visa. Jamaah wajib menunjukkan tampilan layar aplikasi asli (bukan hasil tangkapan layar/screenshot pihak lain) serta mencocokkan waktu dengan jam dinding resmi Masjid Nabawi.

3. Bagaimana jika jamaah lansia membutuhkan pendamping saat masuk ke Raudhah?

Pendamping jamaah lansia harus memiliki tasreh aktif pada jam, tanggal, dan pintu yang sama persis. Petugas di lapangan tidak mengizinkan pendamping masuk tanpa barcode valid, terlepas dari kondisi fisik jamaah yang didampingi.

Pusat Layanan Konsultasi & Pendaftaran Resmi

Samira Travel – Sahabat Umrah & Haji Keluarga Anda

Bagikan Artikel Ini:

Dewan Asatidz & Bimbingan Ibadah Samira Travel

Akreditasi A

Disusun dan ditinjau secara berkala oleh Muthawwif tersertifikasi BNSP alumni universitas terkemuka Timur Tengah. Materi diselaraskan dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW serta regulasi visa Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Wujudkan Niat Menuju Baitullah

Ingin Jadwal & Informasi Paket Terkait Topik Ini?

Dapatkan konsultasi gratis mengenai jadwal penerbangan langsung 11 kota, fasilitas hotel bintang 5 pelataran masjid, dan bimbingan manasik intensif bersama Samira Travel.

Literasi Terkait

Artikel Edukasi Terkait Lainnya

Lihat 400 Panduan
Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya - Samira Travel
Artikel
29 August 20261 mnt baca

Syarat Visa Umroh Terbaru 2026: Dokumen dan Ketentuannya

Syarat visa Umroh terbaru 2026 mewajibkan setiap calon jamaah untuk memiliki paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan, bukti reservasi akomodasi serta tiket penerbangan pulang-pergi yang valid, sertifikat vaksinasi meningitis...

Samira TravelBaca